Surabaya - Tim Jokowi-Ma'ruf dan Tim Prabowo-Sandi menunjukkan sikap saling respek di Jawa Timur. Pada awalnya tim Prabowo mengakui kemenangan Jokowi di Jatim, dan sikap tersebut mengundang simpati tim Jokowi.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur untuk pemenangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, Machfud Arifin 

“Inilah kedewasaan berdemokrasi dan kami sangat mengapresiasinya,” ujar Machfud Arifin kepada wartawan di Surabaya, Jumat 26 April 2019.

Menurut dia, pengakuan tersebut merupakan teladan yang sangat baik kepada masyarakat dengan mengakui hasil pemilihan presiden yang berlangsung pada 17 April 2019.

Silakan mau dibilang tipis selisihnya atau tidak, yang jelas kami menghormatinya.

Disinggung klaim BPP Prabowo-Sandi yang hanya mengakui kalah tipis di Jawa Timur, mantan Kapolda Jatim tersebut enggan memperdebatkannya, meski sesuai hitungan real count internalnya berkisar antara 65 persen dan 35 persen.

“Silakan mau dibilang tipis selisihnya atau tidak, yang jelas kami menghormatinya,” ucap pensiunan jenderal bintang dua tersebut dilansir Antara.

Pihaknya juga mengajak seluruh pihak menunggu hasil penghitungan manual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang saat ini sedang tahap proses.

“Mari sama-sama menunggu hingga penetapan resmi dari KPU, dan tidak bertindak di luar koridor konstitusi,” kata Machfud Arifin.

Pada Kamis 25 April 2019, BPP Prabowo-Sandi di Jatim menggelar konferensi pers mengakui kalah tipis di wilayah setempat.

“Jangan tanya berapa persentasenya. Kami kalah tipis, tapi kalau terus memverifikasinya bisa menang,” kata Ketua BPP Prabowo-Sandi Jatim Soepriyatno.

BPP Prabowo-Sandi Jatim, kata dia, belum bisa mempersentasekan rekapitulasi suara versi real count dari kalangan internal, karena banyak formulir C-1 yang dikumpulkan para saksi di berbagai daerah kabupaten/kota belum sampai.

“Di beberapa tempat pemungutan suara di berbagai daerah wilayah Jatim masih dilakukan pemungutan suara ulang sehingga banyak data C-1 belum sampai,” katanya. []

Baca juga