UNTUK INDONESIA
Setelah Dua Hari Mandek, Sepak Takraw Membuat Kejutan dengan Emas ke-31
Setelah dua hari mandek, sepak takraw membuat kejutan dengan emas ke-31 bagi Indonesia Jaya.
Atlet sepak takraw beregu putra Rizky Abdul Rahan Pago, Husni Uba, Saiful Rijal, dan Muhammad Hardiansyah Muliang mempersembahkan medali emas ke-31 bagi Indonesia, di JSC Palembang, Sabtu 1/9/2018. (Foto: Kemenpora)

Jakarta, (Tagar 1/9/2018) - Setelah dua hari mandek (tidak ada perolehan emas dari atlet Indonesia), hari ini, Sabtu (1/9) atlet sepak takraw beregu putra membuat kejutan. 

Mereka, Rizky Abdul Rahan Pago, Husni Uba, Saiful Rijal, dan Muhammad Hardiansyah Muliang meraih medali emas. Ini merupakan emas ke-31 bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2018.

Pada partai final di Ranau Hall, Jakabaring Sport City, Palembang, (1/9) timnas sepak takraw putra Indonesia mengalahkan Jepang dengan skor 2-1.

Indonesia tertinggal 0-1 setelah kalah pada gim pertama dengan skor 21-15. Namun, Rijal Saiful dkk tampil lebih agresif dan percaya diri dan membalas pada gim kedua. Jepang menyerah 14-21.

Indonesia mengawali gim ketiga dengan keunggulan 5-3. Indonesia terus memimpin jauh hingga mendekati matchpoin 17-10. Namun, Jepang mulai mengejar dan mendapat tiga poin beruntun.

Saat berada di matchpoint, Indonesia harus kembali kehilangan angka. Jepang menyusul 20-16. Bermain di depan pendukung yang terus bersorak, Indonesia akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 21-16.

Sebelumnya, tim sepak takraw telah menyumbang 4 medali di Asian Games 2018, yakni 1 medali perunggu dari nomor beregu putra, 3 medali perunggu dari nomor beregu putra, ganda putra, dan kuadran putri.

Sontak netizen bergemuruh. 

"Medali EMAASS!!! INDONESIA! Selamat dan terima kasih pahlawan olahragaku. Sepak takraw beregu putra luar biasa," tulis Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di akun Twitter-nya. 

Netizen Damar Wicaksono membuat unggahan di Facebook: 

"Sepak takraw beregu putra. Setelah emas mandek 2 hari, akhirnya Indonesia merebut emas ke-31. Sepak takraw nomor kuadran putra luar biasaaaa.

Pertama kali sejak sepak takraw dipertandingkan di Asian Games Beijing 1990, Indonesia meraih emas. Josss banget.

Ini adalah cabang olahraga asli Nusantara yang seharusnya kita kuasai, bukan Thailand.

Hiduplah Indonesia Raya."

Pembuktian

Pada Sabtu ini hari ke-14 Asian Games 2018, laga final seru 18 cabang olahraga bergengsi tersaji di Jakarta dan Palembang dilansir Antara.

Negara-negara unggulan seperti China, Korea Selatan, Jepang, Iran, dan Thailand saling bersaing untuk memperebutkan total sebanyak 42 medali emas yang tersebar di 18 cabang olahraga, antara lain sepak bola, basket, bola voli, tinju, judo, kano/kayak spint, bisbol, dan sepak takraw.

Dari 18 cabang olahraga yang menggelar nomor final pada pertandingan hari ke-14, tuan rumah Indonesia masih memiliki peluang untuk meraih medali emas terakhir dari cabang sepak takraw nomor quadran putra.

Kuartet pemain Merah Putih yang mengalahkan Singapura dengan skor 21-8, 21-18 pada babak semifinal, Jumat (31/8), menghadapi Jepang pada perebutan medali emas yang digelar di Ranau Hall, komplek Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan.

Jepang melangkah ke partai puncak usai menghentikan Vietnam juga dengan dua set langsung 21-17, 21-15.

"Sesuai prediksi kami bisa lolos ke final, harapannya bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia," kata pelatih tim sepak takraw Arsy Syam.

Nomor quadran menjadi kesempatan bagi tim sepak takraw untuk mempersembahkan medali emas, setelah pada nomor-nomor lainnya hanya meraih perak dan perunggu.

Prediksi tidak meleset, tepat akurat bahwa tuan rumah Indonesia masih memiliki peluang untuk meraih medali emas dari cabang sepak takraw nomor quadran putra.

Rizky Abdul Rahan Pago, Husni Uba, Saiful Rijal, dan Muhammad Hardiansyah Muliang telah melakukan pembuktian. Mereka mempersembahkan emas ke-31 bagi Indonesia. []

Berita terkait
0
India Bantah Tudingan FPI Diskriminasi Umat Muslim
Duta Besar India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat membantah tudingan pemerintahannya mendukung diskriminasi terhadap warga muslim di India