Editor : Syaiful W Harahap
Rumah tangga di seluruh Asia Tenggara semakin sering mengandalkan pinjaman untuk membiayai pengeluaran sehari-hari (Foto: dw.com/id - Ruom Collective)
Semakin Banyak Keluarga di Asia Tenggara Terjerat Utang
24 March 2026 | 5:51

TAGAR.id - Keluarga di beberapa negara di Asia Tenggara kian bergantung pada utang hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar. Ketergantungan terhadap pinjaman memicu tekanan keuangan yang lebih besar. David Hutt melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW, 20/3/2026),

Dari Phnom Penh hingga Bangkok, perekonomian Asia Tenggara tak lagi didominasi ekspor, investasi, atau pertumbuhan pabrik. Sebaliknya, semakin banyak keluarga yang berutang sekadar untuk bertahan hidup.

Menurut para pengamat, hal yang dulu dipromosikan sebagai inklusi keuangan kini berubah menjadi tekanan finansial. Tren kemudahan kredit, pertumbuhan upah yang lemah, serta layanan publik yang tak memadai telah membuat jutaan rumah tangga berada dalam posisi rentan. Muncul kekhawatiran, krisis utang rumah tangga bisa meluas menjadi persoalan keuangan yang lebih besar.

Sekarang Kamboja adalah negara yang sedang berada di pusat krisis ini. Lonjakan kredit di negara tersebut mendorong rasio utang swasta terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) dari 24,2% pada 2010 menjadi 134,5% pada 2023. Ini adalah ekspansi paling tajam di regional Asia Tenggara.

Lonjakan rasio utang diperparah dengan melemahnya sektor properti, konflik perbatasan dengan Thailand, serta pembatasan perdagangan dari Amerika Serikat (AS).

Artikel Asli