Sekolah Tutup dan Ribuan Pekerja Sakit, Pencemaran Udara India Meningkat

Pemerintah pusat India, Rabu (8/11) mendesak Delhi untuk segera mengatasi pencemaran udara berbahaya yang memaksa sekolah tutup dan ribuan pekerja sakit.
Penanggulangan pencemaran udara, yang diterapkan pemerintah negara bagian Delhi dalam beberapa tahun belakangan, termasuk membatasi penggunaan mobil dan truk melewati kota, namun hanya sedikit yang berhasil.(Foto:Livemint)

New Delhi, (Tagar 9/11/2017) - Pemerintah pusat India, Rabu (8/11) mendesak Delhi dan negara bagian utara sekitarnya segera mengatasi pencemaran udara berbahaya yang memaksa sekolah tutup dan ribuan pekerja sakit. Kabut asap tebal menyelimuti Delhi.

"Setiap langkah, yang mungkin diperlukan, untuk mengatasi keadaan telah diketahui dan dalam beberapa jam harus dilakukan," kata Menteri Lingkungan Hidup Harsh Vardhan dalam pesan di Twitter.

Dengan menggunakan tagar "#DelhiSmog", Vardhan mendesak pemerintah negara bagian mengendalikan pencemaran udara, bahkan jika perlu menyebarkan helikopter untuk menyemprotkan air ke seluruh ibu kota tersebut.

Ia juga mendesak negara bagian di sekitar Punjab, Haryana dan Uttar Pradesh melarang pembakaran di peternakan, yang dipandang sebagai penyumbang utama udara kotor, bersamaan dengan emisi tinggi kendaraan dan debu dari tempat pembangunan. Delhi menjadi "kamar gas", kata Ketua Menteri Delhi Arvind Kejriwal, saat pemerintahnya memerintahkan sekolah tutup hingga Minggu.

Penanggulangan pencemaran udara, yang diterapkan pemerintah negara bagian Delhi dalam beberapa tahun belakangan, termasuk membatasi penggunaan mobil dan truk melewati kota, namun hanya sedikit yang berhasil.

Pada November lalu, kota tersebut mengalami pencemaran terburuk dalam hampir 20 tahun, yang menyebabkan sekitar satu juta anak-anak melewatkan sekolah, sementara ribuan pekerja dilaporkan sakit dan antrian terbentuk di luar toko penjual masker.

Warga juga mengkhawatirkan polusi udara di tahun ini. Asosiasi Medis India telah mendesak para penyelenggara acara untuk membatalkan lomba lari di Delhi yang diadakan pada 19 November, untuk melindungi pelari dan relawan. Jika polusi meningkat, tindakan darurat, seperti penghentian kegiatan konstruksi, akan berlanjut, kata pemerintah Delhi.

Pemerintah negara bagian harus mengadopsi langkah-langkah anti-polusi jangka panjang, seperti memperbaiki transportasi umum dan melarang penggunaan bahan bakar industri yang kotor, demikian Anumita Roychowdhury dari Pusat Ilmu Pengetahuan dan Lingkungan Hidup New Delhi. "Tanpa perubahan sistemik, ruang lingkup dan dampak tindakan darurat akan terbatas," tambahnya. (ant/wwn)

Berita terkait
0
Telkom Mempercepat Pemulihan Kabel Laut SMPCS Biak-Jayapura
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mempercepat pemulihan kabel laut SMPCS yang terputus pada ruas Biak-Jayapura dengan memberangkatkan Kapal DPL.