Jakarta, (Tagar 6/8/2018) - Cuaca panas di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat pada Sabtu siang pekan lalu. Gedung Wisma Atlet menjulang, di belakangnya membentang Kali Item tertutup jaring hitam atau kain waring sepanjang 726 meter. Kali Item itu sungai dengan air berwarna gelap, hitam. 

Tagar News sekitar satu jam berada di dekat Kali Item, menajamkan hidung, tidak tercium bau tak sedap, tak ada aroma busuk menusuk. Netral. Tak ada sesuatu yang mengganggu. Walaupun sungai itu airnya hitam, namun tidak tampak tumpukan sampah. Keadaan sungai sudah bersih dari sampah.

Sebelumnya sungai itu mengeluarkan bau sebagai akibat dari proses evaporasi. Hal tersebut dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan para atlet Asian Games yang menginap di Wisma Atlet.

Untuk mengurangi bau dari dampak penguapan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memasang jaring untuk menutup sungai, serta memasukkan serbuk penghilang bau Deogone, juga menyemprotkan cairan mikroba untuk menetralkan bau menyengat.

Kali ItemPetugas memantau debit air Kali Item atau Kali Sentiong yang dipompa di Pintu Air Honda 1, Sunter Jaya, Jakarta, Kamis (2/8/2018). Kementerian PUPR bersama Dinas PU Pemprov DKI Jakarta mengerahkan truk pompa air di kali tersebut selama 24 jam untuk mengurangi bau guna mendukung penyenggaraan Asian Games 2018. (Foto: Antara/Aprillio Akbar)

Usaha Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tampaknya tak sia-sia. Bau bersumber dari Kali Item yang katanya menusuk hidung itu telah lenyap. 

Tak terlalu banyak pepohonan di sini, keadaan sekeliling cenderung gersang. Walaupun demikian, saat angin bertiup terasa juga, dan tiupun angin itu tidak menebarkan bau. Biasa saja.  

Orang-orang yang melintas di sisi sungai juga tampak bersikap wajar, tidak ada yang terlihat sampai menahan napas, juga tak ada yang menutup hidung dengan tangan atau masker. 

Kali ItemPetugas memantau mesin pompa yang menyedot air Kali Item atau Kali Sentiong di Pintu Air Honda 1, Sunter Jaya, Jakarta, Kamis (2/8/2018).Kementerian PUPR bersama Dinas PU Pemprov DKI Jakarta mengerahkan truk pompa air di kali tersebut selama 24 jam untuk mengurangi bau guna mendukung penyenggaraan Asian Games 2018. (Foto: Antara/Aprillio Akbar)

Dua orang warga yang tinggal di sekitar Kali Item juga mengatakan kini Kali Item sudah tidak bau.

"Iya baunya sudah hilang, mungkin efek obat itu, tapi kita nggak tahu efek obat itu akan bertahan berapa lama. Ada kadaluarsanya nggak itu?" kata Awillih Ali (45), warga Kemayoran ditemui di tepian Kali Item, Sabtu (4/8).

Awallih bercerita, sebelum Kali Item ditaburi serbuk penghilang bau, ia mencium bau tidak sedap setiap kali lewat di dekatnya. Apalagi kalau angin sedang bertiup, aroma tidak sedap itu menusuk hidung. 

"Saya tiap hari lewat Kali Item," katanya. 

Kali ItemPekerja mengolah kedelai untuk dijadikan tempe di Pabrik Tempe Kawasan Kali Sentiong, Jakarta, Sabtu (28/7/2018). Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan menjelang perhelatan Asian Games 2018, pihaknya meminta produsen tempe di sekitar Kali Item atau Kali Sentiong agar menghentikan produksinya karena produsen tempe diduga membuang limbah ke sungai sehingga mencemarinya. (Foto: Antara/Galih Pradipta)

Maria Nikolina (21) warga setempat yang ditemui di dekat Kali Item juga mengaku kini sudah tidak mencium bau dari sungai itu.

"Semoga nggak sementara ya Anies (Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta) berupaya melakukan penanganan Kali Item," katanya.

Ia berharap perawatan Kali Item terus dilakukan walau tak ada Asian Games, agar warga sekitar sungai bisa menghirup udara yang sehat. 

Menurut pengamatannya, Kali Item airnya pernah bersih, tidak hitam dan keruh seperti sekarang.

Kali ItemPekerja mengolah kedelai untuk dijadikan tempe di Pabrik Tempe Kawasan Kali Sentiong, Jakarta, Sabtu (28/7/2018). Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan menjelang perhelatan Asian Games 2018, pihaknya meminta produsen tempe di sekitar Kali Item atau Kali Sentiong agar menghentikan produksinya karena produsen tempe diduga membuang limbah ke sungai sehingga mencemarinya. (Foto: Antara/Galih Pradipta)

"Waktu Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) menjabat gubernur, airnya bersih seperti danau kehijauan, warga berenang di situ," kata Maria.

"Sebelum ini (Wisma Atlet) dibangun, lagi proses pembangunan, kalinya masih bersih," lanjutnya.

Wisma Atlet dengan sepuluh tower itu dibangun di atas lahan seluas 10,6 hektar, pembangunannya dimulai sejak 17 Maret 2016. Bangunan dengan desain rumah susun, disebut juga Rumah Susun Kemayoran, tersebut direncanakan sebagai tempat tinggal sementara bagi atlet dan official Asian Games 2018.

"Sebelum Ahok memimpin, kalinya item (hitam), terus zaman Ahok kalinya bersih kehijauan, sekarang item lagi," ucapnya.

Kali ItemPetugas membersihkan Kali Item di Kawasan Kemayoran, Jakarta, Sabtu (28/7/2018). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan menyemprotkan penghilang bau untuk menetralkan bau di Kali Item. (Foto: Antara/Galih Pradipta)

Kesaksian Maria itu sama dengan cerita Rifqi Fathullah, warga Kemayoran yang mengunggah foto Kali Item di akun Facebook-nya. Kali Item dalam fotonya itu airnya tampak jernih kehijauan.

Bersama unggahan foto itu, Rifqi Fathullah menulis status:

"Ini kali item yang sekarang lagi digembar-gembor, si gubernur kebingungan mau ngebersihin, ini foto zaman ahok yang gue foto sendiri langsung, hehe maaf sebelumnya buat kawan yang nggak senang nggak usah komen, ini cuma pencerahan buat kalian aja, semoga dibukakan pikirannya."

Kali ItemPetugas membersihkan Kali Item di Kawasan Kemayoran, Jakarta, Sabtu (28/7/2018). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan menyemprotkan penghilang bau untuk menetralkan bau di Kali Item. (Foto: Antara/Galih Pradipta)

Pada Jumat (3/7) Tagar News menghubungi Rifqi Fathullah (25), menanyakan keaslian foto tersebut. Ia mengatakan foto itu asli, bukan hoaks.

"Saya memotretnya dengan kamera handphone," kata Rifqi.

"Memang sungai itu warnanya hijau, begitu saya tarik (dengan fasilitas edit seleksi warna) jadinya semakin terang hijaunya. Mata saya melihatnya memang benar-benar hijau, karena handphone saya flat maksudnya warnanya flat nggak terlalu ngangkat, jadi saya bantu angkat lagi. Kalau foto yang editan gimana-gimana kayak orang-orang bilang editan lah cropping lah atau gimana itu sama sekali saya nggak cropping. Itu foto real kok," ucap dia.

Status Kali ItemStatus Facebook Rifqi Fathullah tentang Kali Item. (Foto: Facebook/Rifqi Fathullah)

Ia menegaskan pada postingan foto di akun Facebook-nya tersebut, dirinya hanya mengatur warna hijau kali itu supaya hijau kali itu menarik.

"Saya cuma mengangkat warna hijaunya karena memang warna hijau di aslinya juga warna hijau. Makanya sungainya pas saya tarik warna lagi, dia bisa dapat warna hijau. Mungkin kalau kalinya nggak warna hijau, saya nggak bakalan bisa kali itu warnanya hijau," tuturnya.

Kali ItemPetugas membersihkan Kali Item yang tertutup kain waring atau jaring di kawasan Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/7/2018). Pakar limnologi LIPI Gadis Sri Haryani mengatakan langkah Pemprov DKI menutup permukaan Kali Item untuk mengurangi bau tidak sedap saat berlangsungnya Asian Games 2018, dinilai kurang efektif dan mengurangi nilai estetika. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

Foto Kali Item yang diunggah Rifqi itu menyulut perdebatan di media sosial. Banyak yang menuduhnya hoaks.

Rifqi Fathullah tinggal di kawasan Kemayoran. 

"Nggak bau kali itu pada zaman Ahok, bersih kok. Itu saya juga dari kecil di sana tahu prosesnya. Saya sekolah dekat sana, saya mainnya di sana. Nggak keruh sama sekali. Itu bersih banget sampai anak kecil aja berenang," ujarnya.

Kali ItemPetugas membersihkan Kali Item yang tertutup kain waring atau jaring di kawasan Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/7/2018). Pakar limnologi LIPI Gadis Sri Haryani mengatakan langkah Pemprov DKI menutup permukaan Kali Item untuk mengurangi bau tidak sedap saat berlangsungnya Asian Games 2018, dinilai kurang efektif dan mengurangi nilai estetika. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

Cairan Mikroba

Shodiq Sihardianto Ketua Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) DKI Jakarta Peduli Sampah. Ia mengatakan pihaknya telah menyemprotkan cairan mikroba ke Kali Item untuk menghilangkan bau.

"Ya satu-satunya solusinya hanya injeksi dengan mikroba," ucap Shodig melalui keterangan tertulis pada Tagar News, Jumat (3/8). 

Kali ItemPetugas kebersihan membersihkan kali item di Kampung Tematik, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/7/2018). Dalam rangka menyambut Asian Games 2018, Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan AkzoNobel melakukan pengecatan untuk mempercantik lingkungan di sekitar Wisma Atlet. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

Menurut Shodiq, keadaan Kali Item karena zat-zat organik terkontaminasi dengan bakteri patogen yang menghasilkan asam lemak. Dari asam lemak ini dapat menghasilkan bau yang menyengat dan mengubah warna air menjadi hitam. 

Bau yang menyengat ini, kata dia, bisa juga disebabkan sulfur yang bereaksi dengan bakteri patogen dan berubah menjadi gas sulfida. zat-zat organik itu berasal dari limbah rumah tangga, hotel, pasar, rumah sakit, gedung perkantoran serta apartemen. 

Ia menjelaskan, penyemprotan cairan mikroba ditebar di lima titik, masing-masing berjarak 100 meter dengan kapasitas semprotan 1.000 liter per 100 meter.

Kali ItemPekerja memasang jaring di atas Kali Item yang berada di dekat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/7/2018). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup Kali Item menggunakan jaring hitam untuk mengurangi bau tidak sedap dari kali tersebut agar tidak mengganggu kontingen Asian Games saat berada di Wisma atlet. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)

Kata Sandiaga 

Selasa (24/7) di Balai Kota DKI, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan nilai anggaran untuk kain waring di Kali Item lebih dari Rp 500 juta. Ia juga mengatakan anggaran tersebut dibagi dalam tiga segmen pemasangan waring. 

"Kali item total pagu anggaran Rp 580.833.000 terbagi tiga segmen," ujarnya. 

Sandiaga mengatakan, segmen pertama pemasangan sepanjang 240 meter dengan anggaran Rp 192.232.000. Kemudian segmen kedua juga sebesar Rp 192 juta untuk ukuran yang sama. Dan segmen tiga sebesar Rp 196.369.000 untuk pemasangan waring sepanjang 246 meter. 

Kali ItemPetugas kebersihan membersihkan sampah di Kali Item yang telah ditutup jaring di dekat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/7/2018).Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup Kali Item menggunakan jaring hitam untuk mengurangi bau tidak sedap dari kali tersebut agar tidak mengganggu kontingen Asian Games saat berada di Wisma Atlet. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)

"Ini menggunakan APBD 2018 dilaksanakan secara swakelola di Dinas SDA (sumber daya air)," ujar Sandiaga. 

Sandiaga mengatakan, upaya membersihkan Kali Item juga akan dilakukan setelah Asian Games. Di antaranya dengan memasang turap, proses lelangnya sudah selesai dilakukan. 

Sambil menunggu, katanya, Dinas Sumber Daya Air juga sudah memasang aerator dan teknologi nano bubble. 

Kali ItemPetugas kebersihan membersihkan sampah di Kali Item yang telah ditutup jaring di dekat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/7/2018). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup Kali Item menggunakan jaring hitam untuk mengurangi bau tidak sedap dari kali tersebut agar tidak mengganggu kontingen Asian Games saat berada di wisma atlet. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)

Sandiaga menjelaskan, teknologi nano bubble bisa dipakai untuk menjernihkan air, tetapi hasilnya kurang maksimal karena jumlah unitnya tidak sebanding dengan volume air di Kali Item. 

Karena itu, lanjutnya, kedepan teknologi nano bubble akan ditambah.

Kali ItemFoto aerial Wisma Atlet Kemayoran yang berada di dekat Kali Item di Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/7/2018). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup Kali Item menggunakan jaring hitam untuk mengurangi bau tidak sedap dari kali tersebut agar tidak mengganggu kontingen Asian Games saat berada di Wisma Atlet. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)

Kata Jusuf Kalla

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Kali Item di belakang Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat tidak lagi mengeluarkan bau tidak sedap.

Ia membuktikannya dengan memakan buah pisang bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di dekat sungai tersebut.

Kali ItemFoto aerial Wisma Atlet Kemayoran yang berada di dekat Kali Item di Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/7/2018). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup Kali Item menggunakan jaring hitam untuk mengurangi bau tidak sedap dari kali tersebut agar tidak mengganggu kontingen Asian Games saat berada di Wisma Atlet. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)

"Kami makan pisang di situ, tidak ada soal, tidak campur dengan bau di situ. Ini usaha untuk meredam bau," kata Wapres Jusuf Kalla, usai meninjau sejumlah lokasi Asian Games, di Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat (3/8) mengutip Antara.

Wapres menegaskan, Indonesia telah siap untuk penyelenggaraan Asian Games dari sisi lokasi dan arena pertandingan.

Kali ItemHamparan jaring hitam menutupi Kali Item, Sabtu siang 4/8/2018. (Foto: Tagar/Ronauli Margareth)

"Kami tadi mengambil kesimpulan bahwa Indonesia sudah siap untuk penyelenggaraan Asian Games, baik dari sisi venuenya, infrastrukturnya maupun dari sisi penyelenggaraannya, Inasgoc dan penyiapan atlet," ujar Jusuf Kalla.

Kali ItemHamparan jaring hitam menutupi Kali Item, Sabtu siang 4/8/2018. (Foto: Tagar/Ronauli Margareth)

Anies: Yang Masih Bau Itu di Medsos

Pada hari yang sama di Balai Kota DKI, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla puas melihat perkembangan Wisma Atlet Kemayoran yang akan digunakan pada Asian Games 2018.

"Beliau senang tadi juga lihat Wisma Atlet, bilang, 'Apa itu, Nis, kok ramai betul soal Kali Item, coba kita ke sana aja'. Tadi saat kegiatan juga tanya, 'Mana yang bau, apa yang bau'," Anies menirukan ucapan Jusuf Kalla. 

Kali ItemHamparan jaring hitam menutupi Kali Item, Sabtu siang 4/8/2018. (Foto: Tagar/Ronauli Margareth)

Anies kemudian menanggapi Jusuf Kalla.

"Iya Pak, emang udah nggak bau, yang masih bau itu di medsos, tapi kalau kalinya sudah nggak," Anies mengulang ucapannya pada Wapres.

Setelah itu, kata Anies, Wapres bilang, "Sini ambil pisang, saya coba, buktiin kalau sudah nggak bau." []