UNTUK INDONESIA
Promo Jengkol, Hasto: Supaya Lidah Tidak Terjajah Makanan Impor
Dari rumah makan di Kramat Jati Jakarta Timur dengan sajian serba olahan jengkol. Bahkan ada kopi jengkol.
Ilustrasi rendang jengkol. (Foto: Resep Koki)

Jakarta, (Tagar 20/1/2019) - Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto berada di sebuah rumah makan di Kramat Jati Jakarta Timur. Rumah makan ini khusus menyajikan berbagai menu jengkol, dari tongseng hingga pasta.

Hasto Kristiyanto mencoba beberapa menu jengkol, menilai rasanya enak dan tidak berbau.

"Ini bagian dari keajaiban cita rasa makanan Indonesia dengan bumbu-bumbu yang membentuk makanan yang dibayangkan seperti bercita rasa surga," kata Hasto, Sabtu (19/1) dilansir dari kantor berita Antara.

Fatoni (48) pemilik rumah makan tersebut mengatakan berbagai menu yang disajikan merupakan hasil dari uji coba sendiri.

Olahan yang ditawarkan di rumah makan ini, antara lain soto Betawi, tongseng, balado, rendang, semur, mi goreng, nasi goreng, pasta, bahkan kopi jengkol.

"Ide pertama istri hobi makan jengkol dan baunya dibawa pulang, jadi saya mengolah agar tidak bau," kata Fatoni.

Lelaki yang dulu belajar seni lukis itu mengaku memiliki hobi memasak dan mencoba menciptakan resep sendiri untuk selanjutnya dicoba orang-orang terdekatnya.

"Kalau teman terdekat setelah coba bilang 'enak' saya keluarkan jadi menu," kata Fatoni.

Dalam kesempatan di rumah makan ini, Hasto Kristiyanto politikus asal Yogyakarta, mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi jengkol karena khasiatnya banyak, di antaranya mencegah jantung koroner, diabetes, maag. Juga bermanfaat untuk penguatan tulang gigi, meningkatkan protein dan menstabilkan organ vital pada tubuh.

Ia pun berharap jengkol yang merupakan kuliner Nusantara kembali populer, seperti pesan Bung Karno agar dari lidah dan perut rakyat Indonesia tidak terjajah oleh makanan impor. []

Berita terkait
0
Idham Azis Pilih Listyo Prabowo Sebagai Kabareskrim
Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menunjuk Kadiv Propam Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi Kabareskrim Polri.