Produk Indonesia, ‘Bawaan Wajib’ Warga Arab Saudi Saat Melancong

Produk Indonesia, ‘bawaan wajib’ warga Arab Saudi saat melancong. Tidak heran, kini rumah makan Indonesia banyak diserbu masyarakat lokal, yang mencari sate, soto, es cendol, rendang, rawon, serta aneka masakan nusantara.
Ilustrasi, sebuah restoran seafood di Kota Riyadh, Arab Saudi, memberikan pelayanan unik. Rumah makan yang tidak disebutkan namanya ini memasang tulisan besar-besar di depan resto, bunyinya, "Jika Anda tidak punya uang, Anda bisa memesan di sini secara gratis." (Foto: Ist)

Jakarta, (Tagar 27/5/2018) – Saat melancong keluar dari jazirah Arab, masyarakat Arab Saudi memiliki kecenderungan membawa produk Indonesia, seperti Indomie dan Pop Mie sebagai "bawaan wajib".

“Sukses ‘brand’ Indonesia menjadi salah satu ikon wajib di Arab Saudi itu tidak terlepas dari usaha keras dan kreatif untuk memperkenalkan produk-produk Indonesia secara terus-menerus di kawasan itu,” kata Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah dalam keterangan tertulisnya, yang diterima di Jakarta, akhir pekan.

Bahkan, masuknya Indomie dan menjadi salah satu makanan kegemaran masyarakat Arab itu tidak terlepas dari keberhasilan warga Indonesia, yang bekerja sebagai asisten rumah tangga, yang dipercaya mengelola menu makanan bagi keluarga, yang sebagian besar adalah masyarakat setempat di negara itu.

Disebutkan, salah satu keberhasilan dalam melakukan promosi produk Indonesia di Arab Saudi ialah melalui internal warga Indonesia, yang bermukim di Arab Saudi. Berawal dari kegemaran warga Indonesia yang mengonsumsi sendiri produk Indonesia akhirnya banyak produk Indonesia yang begitu dikenal oleh masyarakat lokal Arab Saudi.

Kini tidak heran apabila rumah makan Indonesia banyak diserbu masyarakat lokal yang sudah sangat mengenal dengan baik makanan Indonesia seperti sate, soto, es cendol, rendang, rawon, serta aneka masakan nusantara.

Konsul Jenderal RI Jeddah, M Hery Saripudin mengatakan, seluruh warga negara Indonesia yang bekerja di Arab Saudi adalah Duta Bangsa yang harus ikut mengambil peran mempromosikan dan memasyarakatkan produk Indonesia kepada masyarakat lokal Arab Saudi.

"Warga Indonesia yang tinggal di Arab Saudi harus saling bersinergi, bahu-membahu dalam meningkatkan nilai ekpor non migas Indonesia," kata dia.

Ajang buka bersama pada bulan suci Ramadhan yang dihadiri lebih dari 400 WNI merupakan waktu yang tepat bagi Tim Ekonomi dan Perdagangan untuk melakukan sosialisasi dan juga kampanye cinta produk Indonesia bagi warga Indonesia.

Aneka hidangan khas Indonesia berupa es cendol nangka, martabak manis, pastel, tahu isi, nasi, soto daging sapi, ayam bakar, sambel goreng kentang ati dan tumis timur wortel menghiasi menu buka bersama warga Indonesia di Balai Nusantara KJRI Jeddah yang diselenggarakan pada Kamis (24/5/2018).

Tidak lupa minuman dingin teh botol sosro dan biskuit Danish serta Joy Stick juga meramaikan kegiatan buka bersama.

Gunawan, Kepala ITPC Jeddah anggota Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah menambahkan, salah satu perusahaan importir makanan dan minuman Indonesia di Arab Saudi yang telah berhasil mendatangkan produk-produk Mayora pada tahun 2017 yaitu Muhammad Bawazir For Trading (MBT) melalui seorang direktur pemasaran dan pengembangan bisnis.

Dia menyampaikan kepada Tim Ekonomi dan Perdagangan bahwa MBT akan berkomitmen terus meningkatkan nilai impor produk makanan dan minuman Indonesia ke Arab Saudi.

MBT juga menyampaikan akan terus mendukung promosi produk Indonesia melalui kegiatan buka bersama yang diselenggarakan oleh KJRI Jeddah sampai berakhirnya Ramadhan Tahun 1439 Hijriyah.

Importir Teh Botol Sosro, yaitu Sami Al Khatiri Trading EST, juga bertekad melakukan promosi bersama Tim Ekonomi dan Perdagangan melalui kegiatan buka bersama itu.

Berdasarkan atas informasi, Sami Al Khatiri Trading EST pada tahun ini juga menjalin komitmen dengan salah satu perusahaan produsen di Indonesia untuk mendatangkan minuman Jus ABC, yang segera dapat ditemui di Arab Saudi bersama dengan produk lain, seperti, Kecap ABC dan Saus ABC.

Produk itu didatangkan langsung dari Indonesia dengan nilai sekitar 500 ribu dolar AS atau setara dengan Rp 7 miliar. (ant/yps)

Berita terkait