UNTUK INDONESIA
Polisi Dalami Pengakuan Sutradara Video Porno Anak
Dirkrimum Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana menjelaskan bahwa pihaknya menduga pernyataan Faisal ini baru pengakuan.
Meski vidio tersebut telah beredar selama beberapa bulan, US yang mengaku selama ini berdomisili di luar Makassar baru mengetahui kejadian tersebut lewat pemberitaan. "Memang betul anak saya yang kirim video itu ke pacarnya, saya akui kekhilafan anak saya," bebernya. (Ilust)

Bandung (Tagar 9/1/2018) - Polda Jawa Barat masih mendalami pernyataan Faisal selaku sutradara video asusila yang melibatkan anak di bawah umur.

Direskrimum Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana menjelaskan bahwa pihaknya menduga pernyataan Faisal ini baru pengakuan.

"Saya berharap media juga tidak terdistorsi oleh pengakuan Faisal ini. Karena sepengetahuan saya dalam menangani kasus seperti ini. Biasanya pelaku menjual langsung video ke komunitas pedofil yang biasanya berada di Pulau Bali," jelas Dirkrimum usai mendampingi Kapolda Jabar di Kantor KPUD Jabar, Selasa (9/1).

Ditambahkan, Kombes Umar bahwa analisis ini juga dikuatkan dengan adanya pernyataan Faisal bahwa dirinya pernah ke Bali.

"Kita lakukan penelusuran ke maskapai, apakah Faisal ke Bali setelah video jadi. Itu bisa menguatkan bahwa pengakuannya pemesan melalui VK salah satu media sosial di Rusia terbantahkan. Dan ini akan kita buktikan," paparnya.

Kombes Umar sendiri pernah menangani kasus serupa dan menurutnya, Bali merupakan surga bagi mereka pelaku industri video asusila untuk memasarkan kepada komunitas - komunitas dari berbagai negara.

"Saya pernah menangani dulu di Mabes, pola penjualan video yang dipesan dari luar negeri itu, biasanya transaksi di Bali. Jadi disana (Bali) ada berbagai macam komunitas di dunia, misal dari Jepang suka tentang video seks asal Surabaya, lalu dari Australia asal Bandung, jadi mereka bertukar video," terangnya.

Selain menelusuri ke maskapai, Direskrimum juga menelusuri ke Bank penerima milik Faisal termasuk Bank pengirim uang ke Faisal.

"Faisal ini menggunakan BCA, saat kita tanya soal bit coin dia ga ngerti, soal e-wallet itu apa. Dan diakui transaksi pembayaran via rekening BCA Faisal. Pengirimnya dari Bank Permata masih kita lacak, atas nama siapa," jelasnya. (rian)

Berita terkait
0
Gerindra Binjai Coret Dua Bakal Calon Wali Kota
Partai Gerindra Kota Binjai mencoret nama anggota DPRD Sumatera Utara, Ajie Karim dan Abdul Azis dari bakal calon Wali dan Wakil Kota.