Petenis Dunia yang Mimpinya Terkubur di Olimpiade Tokyo 2020

Gelar juara tunggal tenis putra dan putri di olimpiade jadi impian petenis dunia, tapi mimpi sebagian dari mereka terkubur di Olimpiade Tokyo
Ekspresi petnis tunggal putri Jepang peringkat 2 dunia WTA, Naomi Osaka, ketika kalah di babak ketiga tenis Olimpiade Tokyo 2020 (Foto: marca.com/AP)

Syaiful W. Harahap*

Bagi petenis tunggal putra dan putri medali emas olimpiade jadi impian karena dikategorikan sebagai golden slam, sedangkan juara turnamen di berbagai kejuaraan terbuka dunia, yaitu Australia Terbuka, Prancis Terbuka (Roland Garros), Wimbledon (Inggris) dan AS Terbuka disebut grand slam.

Sejauh ini baru satu petenis profesional kelas dunia yang berhasil meraih golden slam yaitu petenis Jerman, Steffi Graf, yang memenangkan laga tunggal putri di Olimpiade Seoul, Korea Selatan, 1988.

Perburuan untuk memcahkan rekor grand slam di tunggal putra terjadi antara Roger Federer (Swiss), Rafael Nadal (Spanyol), dan Novak Djokovic (Serbia) yang sama-sama memegang 20 gelar grand slam.

peringkat tenis putraTabel peringkat tenis tunggal putra (Foto: Tagar/Syaiful W Harahap)

Federer berusaha memecahkan rekor di Prancis Terbuka 2021, tapi dengan alasan kesehatan Federer mengundurkan diri di babak ketiga. Dilanjutkan di Wimbledon 2021 lagi-lagi Federer kandas di putaran ketiga. Tidak ada tanda-tanda Federer akan maju di Olimpiade Tokyo sehingga upaya untuk meraih golden slam tertutup bagi Federer.

Begitu juga dengan Nadal. Dia kandas di Australia Terbuka 2021. Sedangkan Federer tidak ikut berlaga di Australia Terbuka. Nadal kemudian menjajal harapan untuk pecahkan rekor di Roland Garros. Tapi, kandas di tangan Djokovid di semifinal. Saat itu Djokovic baru mengantongi 19 gelar juara grand slam.

novak djokovic di olimpiade tokyoNovak Djokovic, petenis Serbia peringkat ke-1 dunia ATP, di Olimpiade Tokyo 2020 (Foto: marca.com/EFE)

Maka, sekarang jalan untuk meraih golden slam di Olimpiade Tokyo bagi Djokovic terbuka luas karena dua jagoan dunia, Federer dan Nadal, absen. Djokovic sendiri mengatakan tenis Olimpiade Tokyo aneh karena Federer dan Nadal tidak ikut berlaga. Saat ini Djokovid melaju ke babak ketiga untuk ke semifinal. Lawan berat yang akan dihadapi Djokovic adalah Petenis Rusia, Daniil Medvedev, yang dikabarkan menghadapi kendala karena cuaca panas.

Jika Djokovic berhasil menggondol medali emas di Olimpiade Tokyo, maka dia jadi petenis putra pertama yang memegang golden slam dan petenis kedua dunia setelah Graf.

Daniil MedvedevPetenis Rusia, Daniil Medvedev, kewalahan hadapi cuaca panas di Olimpiade Tokyo 2020 (Foto: marca.com/EFE)

Langkah Djokovic berikutnya adalah memecahkan rekor grand slam di Amerika Terbuka yang dijadwalkan 30 Agustus – 12 September 2021 di Kota New York, AS. Selain itu kalau Djokovic juara di AS Terbuka, maka dia jadi petenis pro pertama yang memenangkan 4 grand slam dalam satu musim, 2021. Tahun 2021 ini Djokovic juara di Australia Terbuka, Prancis Terbuka dan Wimbledon.

Sementera itu di bagian putri yang paling bernafsu, sebenarnya, adalah petenis AS, Serena Williams, tapi dia tidak ikut berlaga di Olimpiade Tokyo. Gelar grand slam Serena sebanyak 23 sudah memecahkan rekor Graf yang pegang 22 gelar. Tapi, itu dia Graf pegang medali emas olimpiade atau golden slam. Yang dikejar Serena sekarang adalah menyamai rekor grand slam Margaret Court yang memegang juara tunggal putri 24, sementara Serena 23. Serena bisa menyamai rekor jika menang di AS Terbuka tahun ini.

peringkat tenis putriTabel peringkat tenis tunggal putri (Foto: Tagar/Syaiful W Harahap)

Sedangkan petenis-petenis putri yang berharap bisa meraih golden slam gugur di Olimpiade Tokyo, yaitu petenis putri nomor 1 dunia WTA, Ashleigh Barty (Australia), Naomi Osaka (Jepang) peringkat 2 dunia WTA, dan Garbine Muguruza (Spanyol) peringkat 9 dunia WTA.

Barty gugur di babak pertama dikalahkan oleh petenis peringkat ke-47 dunia WTA, Sorribes Tormo (Spanyol), straight set 6-4 dan 6-3. Barty, pegang 2 gelar grand slam, dikabarkan kaget dan frustrasi.

ash barty di olimpiade tokyoEkspresi petnis tunggal putri Australia peringkat 1 dunia WTA, Ashleigh Barty, ketika kalah di babak pertama tenis Olimpiade Tokyo 2020 (Foto: marca.com/AP)

Begitu juga dengan Osaka yang gugur di putaran ketiga di tangan petenis Ceko, Marketa Vondrousova, dengan skor straight set 6-1 dan 6-4. Osaka juga dikabarkan kaget karena dia pemegang 4 gelar grand slam dan berlaga di kandang sendiri dikalahkan oleh petenis peringkat ke-42 dunia WTA.

Petenis putri yang melaju ke babak selanjutnya jika juara itu artinya pegang gelar golden slam yang justru jadi impian petenis tunggal putra dan putri. []

*Syaiful W. Harahap, redaktur tagar.id

Berita terkait
Naomi Osaka Tumbang di Tunggal Putri Tenis Olimpiade Tokyo
Naomi Osaka, peringkat ke-2 dunia WTA, kalah dari petenis Ceko, peringkat ke-42 WTA, Marketa Vondrousova di tenis tunggal putri olimpiade
Novak Djokovic Buka Peluang Raih Golden Slam di Olimpiade Tokyo
Novak Djokovic mengalahkan petenis Spanyol, Alejandro Davidovich, dan melaju ke perempat final Olimipiade Tokyo 2020
0
Petenis Dunia yang Mimpinya Terkubur di Olimpiade Tokyo 2020
Gelar juara tunggal tenis putra dan putri di olimpiade jadi impian petenis dunia, tapi mimpi sebagian dari mereka terkubur di Olimpiade Tokyo