UNTUK INDONESIA
Perjalanan Indosat Sebelum dan Sesudah Dijual ke Tangan Asing
Bagaimana perjalanan Indosat sebelum dan sesudah dijual ke tangan asing?
Indosat

Jakarta, (Tagar 22/3/2019) - Sebelumnya Indosat Ooredoo bernama Indosat, merupakan salah satu perusahaan penyedia jasa telekomunikasi dan jaringan telekomunikasi untuk pengguna telepon genggam baik prabayar maupun pascabayar. Variannya terdiri dari Matrix Ooredoo, Mentari Ooredoo dan IM3 Ooredo.

Indosat menyandang nama baru Indosat Ooredoo pada hari ulang tahun yang ke-48, diperkenalkan oleh CEO Indosat, Alexander Rusli. Dia juga menyampaikan bahwa perusahaan ini akan memulai perjalanan baru menuju perusahaan telekomunikasi digital.

"Hari ini adalah awal yang baru bagi perusahaan kami (Indosat). Tiga tahun yang lalu kami telah memulai perjalanan baru perusahaan untuk menuju perusahaan telekomunikasi digital," ujar Alex, (19/11/2015).

Sejalan dengan mengganti nama, Indosat Ooredoo memasang target yang lebih luas lagi untuk membuka akses dunia digital bagi semua masyarakat Indonesia.

"Kami siap memberikan kemampuan terbaik, pengalaman digital terbaik, dan tak lupa layanan pelanggan yang terbaik," tutur Alex.

Bahkan dia juga mengatakan bahwa logo baru menjadi semangat baru untuk menciptakan perusahaan muda, dinamis, dan menjadi merek kebanggaan Indonesia bahkan Internasional.

Operator seluler Indosat menyandang nama Ooredoo dalam mereknya. Merek ini juga akan diadopsi anak perusahaan di wilayah Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Tenggara. Indosat adalah salah satu perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki Qtel Group.

Perusahaan yang beridri sejak 1967 itu diakui telah memiliki kekuatan di Indonesia, pelanggan dianggap telah memiliki hubungan dengan merek tersebut.

Komisaris Utama Ooredoo, HE Sheikh Abdullah Bin Mohammed Bin Saud Al-Thani, menjelaskan Ooredoo dalam bahasa Arab punya arti "Saya ingin". Arti tersebut merefleksikan aspirasi pelanggan dan keyakinan Ooredoo untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menstimulasikan pertumbuhan bagi komunitas di wilayah operasionalnya.

"Merek baru ini memiliki tujuan yang kuat, yaitu meningkatkan dan memperkaya kualitas hidup masyarakat dan menstimulasikan pertumbuhan bagi berbagai komunitas," kata Sheikh Abdullah.

Kini perusahaan ini tidak hanya memberikan layanan seluler, telekomunikasi tetap, tai juga memberikan layanan internet broadband, dan layanan korporat di berbagai negara operasional merupakan perusahaan telekomunikasi ini mengalami pertumbuhan signifikan dalam enam tahun terakhir.

Bertransformasi dari operator di satu negara, yaitu Qatar yang menjadi perusahaan internasional. Mengalami  pertumbuhan yang tinggi dari segi pendapatan sejak 2006. Saat ini, pemerintah Indonesia hanya mempunyai 14,29 persen saham Indosat, sedangkan Ooredoo mengantongi 65 persen, sisanya dimiliki publik. 

Group CEO Ooredoo, Dr Nasser menyatakan, pihaknya dapat memberi pelayanan yang lebih baik dengan memanfaatkan gabungan sumber daya dan aset yang kuat melalui penyatuan merek secara global. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Sidang Pertama Gugatan MAKI ke Yasonna Usai Lebaran
Boyamin Saiman MAKI menuturkan gugatan pada Menkumham Yasonna Laoly ke Pengadilan Negeri Surakarta terkait napi asimilasi dimulai habis lebaran.