Indonesia
Perempuan Kawal Nawacita Dukung Jokowi-Ma'ruf
Perempuan Kawal Nawacita dukung pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019 agar terpilih pada periode 2019-2024.
Perempuan Kawal Nawacita Dukung Jokowi-Ma'ruf | Perempuan Kawal Nawacita mendeklarasikan dukungan pada pasangan calon presiden Joko Widodo dan calon wakil presiden KH Ma'ruf Amin agar terpilih pada periode 2019-2024. Deklarasi dilakukan di Bakoel Koffie Cikini, Jakarta, Sabtu 1/9/2018. (Foto: Perempuan Kawal Nawacita)

Jakarta, (Tagar 1/9/2018) - Perempuan Kawal Nawacita mendeklarasikan dukungan pada pasangan calon presiden Joko Widodo - calon wakil presiden KH Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019 agar terpilih pada periode 2019-2024. Deklarasi berlangsung pada Sabtu (1/9) di Bakoel Koffie Cikini, Jakarta.

Perempuan Kawal Nawacita adalah organisasi relawan perempuan dengan latar belakang beragam profesi, lintas generasi, golongan, suku, agama, ras, dan lainnya yang dipersatukan dengan tujuan yang sama.

Dalam siaran pers diterima Tagar News, Sabtu sore (1/9), Perempuan Kawal Nawacita menyatakan bahwa Indonesia merupakan golongan pemilih dengan jumlah terbesar, mencapai lebih dari setengah jumlah populasi pemilih. Artinya, pemilih perempuan merupakan kekuatan terbesar dalam menentukan siapa yang akan duduk sebagai pemimpin bangsa ini.

Perempuan Kawal Nawacita menilai, periode pertama pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo telah menghasilkan banyak kebijakan yang bermanfaat untuk perempuan. Hal ini dapat dilihat dari sudut kepentingan praktis dan kepentingan strategis. Dari kepentingan praktis berkaitan kebutuhan sehari-hari masyarakat, seperti program KIP dan KIS, harga-harga tidak melonjak secara drastis di hari raya, BBM satu harga di seluruh Indonesia, terbaginya sertifikat untuk rakyat. Semua ini baik langsung maupun tidak langsung meringankan beban kaum perempuan atau ibu-ibu dan bentuk nyata dari dukungan Presiden Jokowi terhadap kesejahteraan perempuan sebagai tiang utama dari bangsa Indonesia.

Prioritas unggulan pembangunan infrastruktur berdampak pada terpenuhinya kepentingan perempuan yaitu kesejahteraan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Pembangunan 158.619 km jalan-jalan desa, 18.477 Posyandu, dan 7.421 pasar desa telah mempermudah mobilitas ibu-ibu, perputaran ekonomi dan terpenuhinya kebutuhan ibu-ibu serta rakyat pada umumnya. 48.694 PAUD yang dibangun juga merupakan perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan dasar. 

Pembangunan merupakan dukungan pemerintah terhadap kesehatan ibu dan anak agar semakin dekat dengan masyarakat. Penyediaan sarana air bersih sebagai bentuk perwujudan kewajiban negarà kepada kebutuhan desar ibu-ibu. Kepemimpinan Joko Widodo pun membuka ruang partisipasi perempuan lebih besar dalam pemerintahan dimana terdapat 8 orang menteri perempuan dalam kabinet kerja, termasuk fakta sejumlah posisi strategis yang dijabat perempuan. Hal ini menunjukkan meningkatnya sensitivitas jender dari Presiden Joko Widodo dalam ranah pembangunan dan pemerintahan.

Bukti-bukti itu semua mendorong Perempuan Kawal Nawacita pada Sabtu, 1 September 2018, mendeklarasikan dukungan pada pasangan Presiden Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin agar terpilih kembali pada periode 2019-2024. Dukungan yang mereka berikan pada Jokowi berdasarkan atas watak kepemimpinan yang dimiliki oleh Jokowi, yaitu kepemimpinan yang peka terhadap suara rakyat termasuk suara perempuan, kepemimpinan yang mengutamakan kerja, dan kepemimpinan yang terbuka bagi partisipasi warga negara. Mereka sepenuhnya mendukung Joko Widodo untuk menuntaskan program.

Perempuan Kawal NawacitaPerempuan Kawal Nawacita adalah organisasi relawan perempuan dengan latar belakang beragam profesi, lintas generasi, golongan, suku, agama, ras, dan lainnya yang dipersatukan dengan tujuan yang sama. (Foto: Perempuan Kawal Nawacita)

Perempuan Kawal Nawacita pendukung Jokowi pada dasarnya setuju dengan ide kemandirian bangsa sebagai visi dan misi kepemimpinan Jokowi ke depan. Visi dan misi ini akan semakin komprehensif dengan partisipasi dan akomodasi peran perempuan sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam agenda pembangunan ke depan. 

Pada Pilpres 2014 Perempuan Kawal Nawacita telah mendukung Joko Widodo dan Jusuf Kalla meraih kursi kemenangan. Kali ini Perempuan Kawal Nawacita akan mengantarkan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin meraih kemenangan melalui Pilpres 2019.

Nawacita 

1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

2. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada institusi-institusi demokrasi dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan.

3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

4. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.

5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program “Indonesia Pintar”; serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program “Indonesia Kerja” dan “Indonesia Sejahtera” dengan mendorong land reform dan program kepemilikan tanah seluas 9 hektar, program rumah kampung deret atau rumah susun murah yang disubsidi serta jaminan sosial untuk rakyat di tahun 2019.

6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.

7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

8. Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia.

9. Memperteguh kebhinnekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinnekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga. []

Berita terkait
0
Pasca Penyerangan, Kondisi Aiptu Agus Membaik
Kondisi petugas kepolisian Aiptu Agus yang diserang di Surabaya berangsur-angsur membaik.