Perempuan Australia Tuntut Keadilan dan Kesetaraan Gender

Puluhan ribu perempuan berkumpul di luar gedung Parlemen Australia dan di sejumlah negara bagian lain tuntut keadilan dan kesetaraan gender
Para demonstran berunjuk rasa di luar Balai Kota sebagai tanggapan atas perlakuan terhadap perempuan menyusul beberapa tuduhan pelecehan seksual, 15 Maret 2021 (Foto: dw.com/id)

Jakarta - Puluhan ribu perempuan berkumpul di luar gedung Parlemen Australia dan di sejumlah negara bagian lain pada hari Senin, 15 Maret 2021, menuntut keadilan dan kesetaraan gender bagi korban pelecehan seksual.

Pasca beredarnya gelombang tuduhan atas pelecehan seksual, diskriminasi, dan perilaku buruk terhadap perempuan di kantor parlemen Australia memicu aksi #March4Justice yang berlangsung di puluhan kota.

Kaum wanita kompak mengenakan pakaian serba hitam sebagai bentuk "kekuatan dan duka", seraya meneriakkan "Kami tidak akan dibungkam". Para pengunjuk rasa di Melbourne membawa spanduk putih sepanjang satu meter bertuliskan nama-nama perempuan yang tewas di Australia akibat tindakan kekerasan sejak 2008.

Sementara mereka yang berada di luar gedung Parlemen di Canberra menyampaikan dua petisi yang menuntut perubahan. Para pemimpin partai politik oposisi bergabung bersama massa aksi unjuk rasa di Canberra.

Perwakilan dari massa aksi protes menolak undangan untuk bertemu dengan Perdana Menteri Scott Morrison. "Kami telah datang ke taman depan rumahnya,” kata Janine Hendry, salah satu penggagas aksi.

"Kami berada 200 meter dari kantornya dan tidak pantas bagi kami untuk bertemu di balik pintu tertutup, terutama ketika kami berbicara tentang pelecehan seksual yang terjadi di balik pintu tertutup.”

pengunjuk rasa aussiePengunjuk rasa menyerukan keadilan dan kesetaraan gender bagi korban pelecehan seksual, 15 Maret 2021 (Foto: dw.com/id)

Tuduhan terhadap pejabat negara. Pada awal bulan ini, Jaksa Agung Christian Porter membantah keras dugaan pemerkosaan pada tahun 1988 terhadap seorang gadis berusia 16 tahun.

Porter mengajukan laporan pencemaran nama baik di Pengadilan Federal Australia pada hari Senin, 15 Maret 2021, melawan Australian Broadcasting Corp (ABC) atas artikel berita tentang dugaan pemerkosaan. ABC tidak segera menanggapi tindakan hukum Porter tersebut.

PM Morrison mengatakan selama bertahun-tahun Australia telah membuat langkah besar menuju terwujudnya kesetaraan gender, meskipun dia mengakui pekerjaan itu "masih jauh dari selesai". Dia juga mengaku prihatin atas aksi unjuk rasa yang terjadi 15 Maret 2021.

Namun, dia mengungkapkan kebanggaan atas hak untuk menggelar aksi protes damai: "Tidak jauh dari sini, pawai seperti itu, bahkan sekarang, disambut dengan peluru, tetapi tidak di negara ini." [ha/hp (Reuters)]/dw.com/id. []

Berita terkait
Kekerasan Seksual Terhadap Lansia di Panti Jompo Australia
Diperkirakan setiap minggu terjadi 50 kali serangan seksual terhadap lansia (orang lanjut usia) di panti-panti jompo di wilayah Australia
Terlibat Skandal Seks, Warga Australia Desak Perdana Menteri Joyce Mundur
Sekitar 65 persen pemilih menginginkan Joyce mundur sebagai pemimpin Partai Nasional berbasis pedesaan
0
Sejarah KUA, dari Lembaga Kepenghuluan Menjadi Kantor Urusan Agama
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, bahwa KUA menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan kesejarahan Indonesia.