UNTUK INDONESIA
Perburuan Scudetto, Juve Dikepung Inter dan Lazio
Kegagalan Juventus meninggalkan pesaingnya menjadikan perburuan Scudetto kembali memanas. Inter Milan dan Lazio pun mengepung Juve.
Kegagalan Juventus meninggalkan pesaingnya menjadikan perburuan Scudetto kembali memanas. Kapten Juve Leonardo Bonucci (kanan) saat menyambut fans usai kalah 2-1 oleh Napoli di laga Serie A Italia di Stadion San Paolo, Senin 27 Januari 2020 dini hari WIB. (Foto: juventus.com)

Jakarta - Juventus gagal meninggalkan pesaingnya setelah menelan kekalahan 2-2 dari Napoli di laga Serie A Italia. Perburuan Scudetto pun kembali memanas karena Juve dikepung Inter Milan dan Lazio. 

Pelatih Marcello Lippi menilai persaingan memperebutkan gelar juara Serie A kembali terbuka. Terutama setelah kekalahan Juve dari Napoli di San Paolo, Senin 27 Januari 2020 dini hari WIB. 

Kekalahan itu memang tak mempengaruhi posisi Juve yang masih bertahan di puncak klasemen dengan poin 51. Namun, Cristiano Ronaldo dkk kembali hanya unggul tiga poin dari Inter yang berada di peringkat dua. 

Persaingan Scudetto masih terbuka. Jarak poin kembali menjadi tiga setelah Juve kalah melawan Napoli dan rivalnya bermain imbang

Inter memang apes karena kesempatan merebut posisi puncak selalu gagal. Hanya mampu meraih hasil imbang dengan skor sama 1-1 di tiga pertandingan terakhir membuat langkah Nerazzurri tersendat.

Apalagi, dua pertandingan itu digelar di kandang sendiri. Dengan enam hasil imbang sampai pekan ke-21 jelas tak menguntungkan bagi Inter bila ingin memburu Scudetto. Namun hasil imbang melawan Cagliari setidaknya sudah memangkas jarak poin dengan Juve. 

Persaingan kian menarik karena Lazio tak bisa diabaikan oleh dua tim di atasnya. Berada di peringkat tiga, Biancocelesti memiliki poin 46. Sukses menahan AS Roma 1-1 di Derby della Capitale tampaknya mendongkrak moral pemain. Pasalnya, mereka mampu mencuri poin di pertandingan yang seharusnya dimenangkan Roma. 

Selain itu, Lazio masih memiliki satu pertandingan sisa. Bila memenangkan laga tunda, tim asuhan Simone Inzaghi tak hanya menggeser Inter tetapi mulai mengancam Juve.

Juve Harus Kerja Keras Pertahankan Gelar

Ancaman dari dua rival itu menunjukkan bila Juve bakal bekerja ekstrakeras mempertahankan titel liga. Kontras dengan musim lalu saat masih ditangani Maximiliano Allegri. Saat itu, Bianconeri terlalu mudah meraih Scudetto sekaligus mempertahankan gelar juara untuk ke delapan kali secara berturut-turut. 

Persaingan musim ini memang berbeda. Juve tak lagi sendiri. Pelatih Lippi yang pernah sukses menangani La Vecchia Signora ini memprediksi persaingannya masih terbuka. 

"Persaingan Scudetto masih terbuka. Jarak poin kembali menjadi tiga setelah Juve kalah melawan Napoli dan rivalnya bermain imbang," kata Lippi seperti dikutip Football Italia

Menurut pelatih yang pernah menangani Inter dan tim nasional Italia ini, Juve melakukan kesalahan karena dinilai tidak serius menghadapi Napoli. Terutama setelah posisi mereka masih aman menyusul hasil imbang yang diraih Inter dan Lazio yang sudah bertanding lebih dulu. 

"Mereka mungkin berpikir Inter dan Lazio memetik hasil imbang. Padahal, mereka seharusnya tak menyerah. Menurut saya Juve hanya mengeluarkan 60-70 persen potensinya di pertandingan itu," ujar Lippi yang membawa Juve lima kali memenangi Scudetto dan sekali juara Liga Champions ini. 

Hal senada disampaikan kapten Leonardo Bonucci. Menurut dia tim tidak sepenuhnya mengeluarkan kemampuan sehingga gagal meraih poin di kandang Napoli. 

"Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami bahwa kualitas saja masih belum bila Anda tidak bermain secara maksimal. Anda sudah melakukan segalanya untuk menang, tetapi kami tak cukup agresif," kata Bonucci. 

"Napoli mengeluarkan 100 persen kemampuannya. Mereka selalu berlari dan tak menyerah. Kami hanya mengeluarkan 99 persen kemampuan dan kami harus membayarnya," ucap bek Juve ini. 

Inter MilanInter Milan dinilai paling potensial menyaingi Juventus dalam perebutan Scudetto musim ini. Duet lini depan, Romelu Lukaku (kiri) dan Lautaro Martinez (kanan) menjadi andalan Inter dalam persaingan itu. (Foto: inter.it)

Persoalannya mampukah Inter menyaingi Juve dalam perebutan Scudetto. Dibandingkan Lazio, sesungguhnya Inter yang paling layak menjadi ancaman bagi Juve. 

Inter merupakan tim paling konsisten dan hanya sekali mengalami kekalahan. Menariknya, satu-satunya kekalahan diderita Inter saat menjamu Juve.

Namun hasil mengecewakan itu tak mempengaruhi kepercayaan diri pemain. Begitu pula kegagalan mereka bertahan di Liga Champions tak melemahkan soliditas tim. Ini tidak terlepas dari keberadaan pelatih Antonio Conte

Pelatih yang sukses bersama Juve dan Chelsea berhasil mereformasi mental pemain Inter. Tim pun berubah menjadi lebih konsisten. Mereka tidak hanya bagus dalam menyerang tetapi juga solid saat bertahan. Bahkan Inter paling sedikit kebobolan karena sampai saat ni baru kemasukan 18 gol. Duet di depan, Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez pun kian tajam. 

Conte juga memperbarui skuat sehingga jarak kualitas dengan Juve tak lagi jauh. Saat dikalahkan Juve, Conte mengakui bila Inter masih sedikit tertinggal dengan rivalnya. 

Namun kini Inter memboyong Ashley Young dari Manchester United. Dalam debutnya saat melawan Cagliari, pemain sayap ini bermain mengesankan dan memberi assist kepada Martinez. 

Selain Young, Inter merekrut Victor Moses. Pemain berikutnya yang mungkin akan bergabung adalah Christian Eriksen dan Olivier Giroud. Semua pemain yang didatangkan dari klub-klub Liga Premier Inggris

Dengan skuat yang lebih solid, Inter bisa kembali bersaing dengan Juve. Terutama bila Juve kembali melakukan kesalahan kecil saja, Inter bakal membalikkan keadaan dan itu menjadi motivasi kuat mereka untuk meraih Scudetto setelah terakhir kali memenanginya pada 2010. []

Berita terkait
Napoli Bangkit dan Hentikan Rekor Juventus
Juventus gagal mempertahankan rekor kemenangan dan harus menelan kekalahan 2-1 dari Napoli di pertandingan Serie A Italia.
Inter Vs Cagliari, Gagal Tripoin Karena Nainggolan
Inter Milan gagal menang setelah ditahan Cagliari 1-1 di Serie A Italia. Ironisnya, kemenangan Inter digagalkan eks pemainnya, Radja Nainggolan.
Cristiano Ronaldo Beri Peringatan Kepada Inter Milan
Persaingan di Serie A Italia musim ini jauh lebih ketat. Bintang Juventus Cristiano Ronaldo memperingatkan Inter Milan terkait persaingan itu.
0
Isu Penculikan Anak, Polres Siantar: Tidak Benar
Merebaknya kabar atau isu penculikan anak di salah satu SD di Kota Pematangsiantar, memunculkan kekhawatiran banyak orang tua.