Penyelenggara Tenis Wimbledon Yakin 25% Penonton di Lapangan

Pelaksana turnamen tenis grand slam Wimbledon, Inggris, mengatakan "yakin" lebih dari 25% penggemar akan diizinkan menonton langsung
Roger Federer, petenis Swiss, yang paling banyak jadi juara di Wimbledon yaitu delapan kali (Foto: wimbledonlivefinal.blogspot.com)

Jakarta – Pelaksana turnamen tenis grand slam Wimbledon, Inggris, mengatakan "yakin" lebih dari 25% penggemar akan diizinkan untuk hadir ketika turnamen kembali ke All England Club bulan Juni 2021.

Menyusul sejumlah acara uji coba Inggris dengan kerumunan, penyelenggara mengatakan mereka telah menerima "indikasi positif awal" tentang peningkatan kapasitas tiket.

Diharapkan semua batasan Inggris untuk kontak sosial akan dihapus mulai 21 Juni 2021. Sedangkan grand slam Wimbledon dijadwalkan mulai 28 Juni 2021.

Wimbledon, yang akan kembali pada 28 Juni 2021, diizinkan menerima total 42.000 penggemar menonton langsung di lapangan setiap hari dalam keadaan normal.

Pada tahun 2019, saat turnamen 13 hari terakhir digelar, total hadir 500.397 penonton selama turnamen.

Kejuaraan itu dibatalkan tahun 2020 lalu - untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II karena pandemi virus corona (Covid-19).

All England Club terus meninggalkan beberapa keputusan tentang acara tahun ini -termasuk tiket dan hadiah uang- hingga selambat mungkin karena ketidakpastian yang sedang berlangsung tentang pelonggaran pembatasan.

Penjualan tiket online diperkirakan tidak akan dimulai sebelum pertengahan Juni 2021.

lapangan utama wimbledonLapangan utama stadion tenis Wimbledon, Inggris (Foto: wimbledon.com)

"Kami yakin kami akan dapat meningkatkan kapasitas tiket kami untuk kejuaraan tahun ini melebihi posisi minimal 25% yang kami tetapkan bulan lalu," kata penyelenggara.

Keyakinan penyelenggara itu secara khusus didasarkan pada penerapan kembali aturan enam di dalam ruangan dalam pengaturan restoran mulai 17 Mei 2021, dan indikasi awal bahwa panduan tahap empat dapat mencakup relaksasi serupa dari panduan untuk stadion olahraga.

"Namun, kami juga memahami bahwa masih banyak diskusi di antara pemerintah dan otoritas kesehatan masyarakat tentang topik ini sehubungan dengan varian India, dan kami berkomitmen untuk tetap fleksibel dalam pendekatan kami sehingga kami dapat bereaksi sesuai dengan itu," kata penyelenggara (bbc.com/sport/tennis). []

Berita terkait
Petenis Johanna Konta Catat Sejarah di Wimbledon
Inggris membutuhkan waktu 40 tahun untuk mencatatkan petenisnya berhasil meraih gelar juara
0
China Tuduh Amerika Politisasi Asal Muasal Virus Corona
China mengecam langkah Amerika Serikat melacak asal muasal virus corona yang disebut China sebagai “mempolitisasi” pelacakan