Penangguhan Cari Suaka Berakhir Bikin Imigran Berkumpul di Perbatasan Antara Meksiko dan AS

Perbatasan Meksiko-AS dalam beberapa hari ini dipadati imigran. Jumlah mereka semakin meningkat jelang berakhirnya kebijakan Title 42
Para imigran coba masuk wilayah AS melalui sungai Rio Grande dari Kota Matamoros, Meksiko. Lonjakan imigran diperkirakan terjadi di perbatasan AS-Meksiko karena pemerintahan Biden secara resmi akhiri aturan pembatasan Covid-19 yang dikenal sebagai "Title 42". (Foto: voaindonesia.com/AFP)

TAGAR.id - Menjelang berakhirnya penangguhan hak untuk mencari suaka terkait dengan pandemi Covid-19, disebut Title 42, semakin banyak imigran berkumpul di perbatasan antara Meksiko dan Amerika Serikat (AS). Mereka khawatir, kelak kalau ada kebijakan baru akan semakin menyulitkan mereka masuk AS.

Perbatasan Meksiko-AS dalam beberapa hari ini dipadati imigran. Jumlah mereka semakin meningkat menjelang berakhirnya kebijakan Title 42 pada Kamis, 11 Mei 2023, tengah malam waktu Amerika timur.

Tiga sheriff Arizona, Rabu, 10 Mei 2023, meminta pemerintahan Presiden Joe Biden untuk berbuat lebih banyak guna mencegah imigran masuk tanpa izin. Satu dari ketiga sheriff, Paul Penzone dari Maricopa County mengatakan, "Menurut saya, pemerintah mengecewakan. Ketidakbecusan menangani masalah imigran ilegal di perbatasan, merembet ke komunitas di seluruh negara bagian, dan di seluruh negara, dan berdampak buruk pada kemampuan kita memberi keamanan publik bagi komunitas kita."

perbatasan amerika dan meksikoPerbatasan antara Amerika Serikat dan Meksiko (Sumber: dshs.texas.gov)

Imigran, Kamis, 11 Mei 2023, terus mengalir ke Matamoros, Meksiko. Mereka menyeberangi sungai menuju perbatasan Amerika. Banyak yang menyerahkan diri ke pihak berwenang, berharap dibiarkan tetap tinggal di Amerika secara sah sementara menunggu kasus mereka disidangkan, yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun.

Agen-agen imigrasi Meksiko berbaris di sebagian tepi sungai. Mereka sempat melarang imigran menyeberang. Di tepi seberang, polisi negara bagian Texas dengan senapan berdiri di belakang kawat berduri.

Agen-agen Patroli Perbatasan diperintahkan mulai membebaskan imigran di sektor perbatasan mana pun kalau jumlah mereka 125% dari kapasitas penahanan. Imigran dibebaskan dengan instruksi untuk melapor ke kantor imigrasi dalam waktu 60 hari, kata pejabat Amerika.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang "kekacauan" menjelang berakhirnya Title 42, Presiden Biden mengatakan, "Tujuan dari apa yang sedang kami lakukan di perbatasan adalah menyederhanakan proses imigrasi legal. Yang ilegal, (prosesnya) lebih cepat dan lebih baik. Dan bergerak ke arah yang orang tahu bahwa ada cara legal dan tidak legal untuk sampai ke sini."

imigran di tembok batas AS dan MeksikoPara Iimigran memadati tembok perbatasan AS sementara agen Patroli Perbatasan AS berjaga, terlihat dari kota Ciudad Juarez, Meksiko. (Foto: voaindonesia.com/AP)

Walaupun mencegah banyak orang mencari suaka, Title 42 tidak disertai konsekuensi hukum, sehingga mendorong orang kembali mencoba melintasi perbatasan secara ilegal. Pejabat Amerika memperingatkan hari-hari sulit ke depan dengan berakhirnya program yang terkait pandemi Covid-19.

Setelah Kamis, imigran yang tertangkap menyeberang secara ilegal dilarang kembali ke Amerika selama lima tahun dan akan menghadapi tuntutan pidana jika melanggar. Pada saat yang sama, pemerintah memperkenalkan peraturan baru yang luas.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika, Alejandro Mayorkas, dalam konferensi pers di Gedung Putih, Kamis, mengatakan, “Rencana kami akan berhasil, tetapi butuh waktu untuk mewujudkan hasil tersebut sepenuhnya.”

Kebijakan baru akan mengatasi imigran ilegal sekaligus membuka jalur hukum bagi imigran yang mendaftar secara online, mencari sponsor dan menjalani pemeriksaan latar belakang. Jika berhasil, itu secara mendasar akan mencegah imigran melintasi perbatasan Meksiko-Amerika secara ilegal. (ka/jm)/Associated Press/voaindonesia.com. []

Berita terkait
AS Siap Hadapi Arus Imigran Setelah Aturan Era Covid Berakhir
Tetapi karena gelombang nasionalisme di AS yang meningkat membuat sambutan bagi para pemohon suaka menjadi tidak pasti