Banda Aceh, (Tagar 10/10/2018) - Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh menerima kunjungan pemerintah Kota Cimahi ke Ibu Kota Serambi Mekkah.

Kunjungan tersebut dalam rangka menggali pengalaman terkait peningkatan pengelolaan infrastruktur jaringan telekomunikasi yang dilakukan oleh Pemko Banda Aceh.

"Tentu kehadiran kami kesini untuk menggali pengalaman terutama soal program meningkatkan wawasan terkait pengelolaan insfrastruktur jaringan telekomunikasi di sini," ujar Nining, Kabag Tata Usaha Sekdako Cimahi, Rabu, (10/10).

Nining selaku ketua rombongan mengatakan, pihaknya banyak menerima informasi terkait perkembangan Kota Banda Aceh, sehingga pihaknya perlu mengkaji dan sharing perihal pengembangan telekomunikasi yang cukup pesat.

"Kami mendapatkan kabar dari rekan-rekan bahwa Banda Aceh menjadi salah satu kota yang layak dikunjungi untuk sharing terkait kemajuan telekomunikasi," pungkas Nining.

Sementara itu, Kadiskominfotik Kota Banda Aceh, Bustami mengapresiasi dan menyambut baik kunjungan Pemkot Cimahi di Banda Aceh dengan tujuan saling menukar informasi dalam tata kelola pemerintahan.

Diskominfotik ikut mempresentasikan tentang Pengelolaan Tower Komunikasi dan Informasi untuk Handy Talky kepada Tim Benchmarking Pemko Cimahi di ruang rapat Wakil Wali Kota.

"Kami menyambut baik kedatangan rekan-rekan dari Cimahi, tentu kita harapkan kunjungan ini memberikan informasi yang bermanfaat serta terjalinnya silaturrahmi," ujar Bustami.

Kasi infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfotik Afifuddin, mewakili Pemerintah Kota Banda Aceh ikut menjelaskan secara rinci terkait jaringan telekomunikasi yang berada di Banda Aceh.

Menurut Afiffuddin, saat ini Banda Aceh sudah memiliki jaringan interkoneksi tersendiri ke semua SKPK khusus dalam wilayah pemerintahan Kota Banda Aceh.

"Ini kita lakukan untuk menjawab tantangan zaman digital saat ini," kata Afifuddin.

Menurut Afifuddin, Banda Aceh juga memiliki 40 server yang tersebar di beberapa SKPK, dan 107 website, di antaranya 45 website SKPK dan 62 website gampong atau desa, selain itu Banda Aceh juga memiliki 117 aplikasi dengan rincian 98 aplikasi publik dan 19 aplikasi private.

Pertemuan tersebut digelar di ruang rapat Wakil Wali Kota Banda Aceh yang dihadiri Kadiskominfotik Bustami SH, Sekretaris T Taufik Mauliansyah, Kabid Smart City Rahmad Kadafi, Kabid e-gov Maulidar, Kasi Kompilasi dan Publikasi Produk sektoral Teja Sukma Jaya, dan Kasi Pengelolaan Aplikasi, Keamanan informasi, Telekomunikasi dan Persandian Asna Mardhia. []