Jakarta - Pasukan gabungan Amerika Serikat (AS) menggunakan celana dalam untuk mendeteksi jati diri Pemimpin Kelompok Teroris ISIS Abu Bakr al-Baghdadi, sebelum memutuskan untuk melakukan penyerbuan dan membunuh kepala teroris tersebut.
Penasihat Pasukan Demokratik Suriah pada Senin , 28 Oktober 2019 mengatakan, pasukan AS mengirimkan agen untuk melakukan penyamaran dan menyelundupan celana dalam milik Baghdadi.
Mengambil celana dalam Baghdadi agar dapat dilakukan tes DNA.
Mereka kemudian melakukan serangkaian tes DNA terhadap pakaian dalam tersebut guna memastikan apakah target benar-benar sosok yang menjadi buruan mereka.
Sementara Penasihat Senior SDF pimpinan Kurdi, Polat Can, memberikan keterangan rinci melalui Twitter soal bagaimana hasil kerja SDF membantu upaya untuk melacak lokasi Baghdadi.
"Sumber kami sendiri, yang berhasil menjangkau al-Baghdadi, mengambil celana dalam Baghdadi agar dapat dilakukan tes DNA dan memastikan (100%) bahwa orang yang diincar itu memang al-Baghdadi sendiri," kata Can.
Baca juga: Susul Abu Bakar al-Baghdadi, Juru Bicara ISIS Tewas
Can mengungkapkan bahwa SDF sudah bergerak sejak 15 Mei bersama CIA untuk melacak keberadaan Baghdadi, juga berhasil memastikan bahwa Baghdadi sudah pindah dari Deir al-Zor di Suriah timur ke Idlib, wilayah tempat ia akhirnya terbunuh.
Ketika operasi militer berlangsung, Baghdadi berniat akan pindah ke Kota Jarablus di Suriah, kata Can.
"Semua informasi intelijen dan akses menuju al-Baghdadi, juga identifikasi tempat keberadaannya, adalah hasil kerja kami,: kata Can.
"Sumber intelijen yang kami miliki terlibat mengirimkan koordinat, mengarahkan penerjunan payung, ikut serta dalam operasi dan membuat penyerbuan itu berhasil sampai akhir," ujar dia.
Kematian Baghdadi telah diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu, 27 Oktober 2019.
Trump sebelumnya mengatakan bahwa pasukan Kurdi itu memberikan beberapa informasi 'yang sangat membantu' bagi penyerbuan tersebut.
[]