UNTUK INDONESIA
Optimisme Warren Buffett Pasar Saham akan Lebih Baik
Warren Buffett tidak tahu apa yang akan terjadi dalam waktu dekat untuk pasar saham dampak pandemi Covid-19.
Warren Buffett (Foto: Forbes)

Warren Buffett tidak tahu apa yang akan terjadi dalam waktu dekat untuk pasar saham karena dampak dari pandemi Covid-19 yang menyebabkan krisis kesehatan dan krisis keuangan global. 

"Saya tidak tahu, dan saya tidak percaya jika ada orang yang tahu akan apa yang terjadi pada pasar modal besok," kata Buffett pada pertemuan pemegang saham tahunan Berkshire Hathaway 2020, Sabtu, 2 Mei 2020, yang diselenggarakan secara live streaming di YouTube channel dari Yahoo Finance. 

Warren Buffett hingga kini masih dijuluki sebagai raja investasi jangka panjang di dunia. Tokoh dan investor panutan oleh investor baik dari generasi muda maupun generasi tua. Buffett telah membuktikan bahwa dalam jangka panjang hasil dari investasi memberikan imbal balik yang konsisten dan berlipat ganda.

Lewat perusahaan investasinya Berkshire Hathaway Inc. (BRK), Warren Buffett mampu mencatatkan pertumbuhan investasi rata-rata 20,3% selama 55 tahun (1965-2019), atau total pertumbuhan senilai 2.744.062%, jauh di atas pertumbuhan S&P 500 yang hanya 19.784%. Artinya jika investor berinvestasi Rp 10 juta di BRK selama 55 tahun, maka saat ini nilainya menjadi Rp 274 miliar. Wow!

Dampak Covid-19 pada investasi Warren Buffett 

Sebelum Annual General Meeting (AGM) Berkshire Hathaway dilaksanakan, Warren Buffett telah merilis laporan keuangan perusahaannya itu untuk periode Kuartal I 2020. Di mana, dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan pasar saham turun signifikan termasuk investasi yang dilakukan oleh Buffett.

Tercatat Berkshire Hathaway Inc. (BRK) mengalami rugi bersih di Q1 2020 hingga mencapai -49,75 miliar dolar AS atau -Rp 751 triliun (kurs Rp 15.100 per dolar AS), dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama BRK masih memperoleh laba senilai 21,66 miliar dolar AS.

Namun dari sisi arus kas kegiatan operasi, BRK masih memperoleh arus kas yang positif yaitu sebesar 6,8 miliar dolar AS atau Rp 102 triliun.

Berkshire HathawayLaporan Aset Berkshire Hathaway Q1 2020 dari halaman website BRK

Dimana total nilai investasi Warren Buffett di saham turun signifikan -27,1% dalam waktu 3 bulan dari 248 miliar dolar AS pada akhir Desember 2019, menjadi 180 miliar dolar AS pada akhir Maret 2020.

Berdasarkan laporan arus kas investasi, Buffett sebenarnya masih melakukan pembelian saham senilai 4 miliar dolar AS, dan penjualan saham sebesar 2,2 miliar dolar AS, atau net pembelian 1,84 miliar dolar AS. Tercatat pembelian US Treasury Bills atau Obligasi pemerintah AS secara konsisten dilakukan oleh Buffett sejak Q1 2019 yaitu 30,9 miliar dolar AS dan dilanjutkan lagi di Q1 2020 senilai 31,5 miliar dolar AS.

Berkshire HathawayArus Kas Berkshire Hathaway Q1 2020 dari halaman BRK

Tetap Optimis dan Belajar dari Masa Lalu 

"Yang saya tahu adalah Amerika akan selalu bergerak maju dan lebih baik dari waktu ke waktu. Anda bisa berinvestasi di Amerika, tetapi Anda harus berhati-hati tentang cara Anda berinvestasi," kata Buffett.

Buffett menambahkan dengan mengutip pelajaran dari pengalaman turunnya pasar modal di masa lalu.

“Pada 11 Oktober 1987, pasar saham turun 22% dalam satu hari. Pada 1914, pasar saham terpaksa ditutup selama sekitar empat bulan. Lalu Setelah peristiwa 9-11, pasar saham ditutup selama empat hari, ”katanya. "Jadi, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi besok.”

Namun Warren Buffett memberikan nasihat investasi kepada seluruh investor dan pelaku pasar modal, di mana dalam jangka pendek bisa saja pasar saham bergejolak hebat dan kita tidak tahu akan seperti apa ke depannya, namun tetap selalu optimis bahwa dalam jangka panjang pasar modal akan bergerak dan bertumbuh dibanding tahun tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal pertama 2020, Berkshire Hathaway Inc (BRK) memiliki total cash dan obligasi jangka pendek senilai 133.340 miliar dolar AS atau Rp 2.013 triliun, yang siap untuk digunakan oleh Buffett untuk membeli saham perusahaan yang baik berdasarkan analisanya di harga yang terdiskon akibat dampak pandemi wabah virus corona saat ini.

*Yossy Girsang, Pengamat Ekonomi dan Praktisi Pasar Modal
Tim Ekonomi Tagar

Berita terkait
Apakah Saham UNVR atau Unilever Menarik Dikoleksi
Harga Saham UNVR sempat turun -33,9% pada 18 Maret 2020 dibanding harga pembukaan perdagangan awal tahun 2020.
PGN Terancam Rugi Tahun 2020, Saham PGAS Terpuruk
Investor memilih melepas saham PGAS karena pendapatan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan turun signifikan di 2020.
Ini Alasan XL Buyback Saham Hingga Rp 500 Miliar
Emiten telekomunikasi, PT XL Axiata akan menjalankan aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp 500 miliar.
0
Kesepakatan 5 Kepala Daerah di Jabar Jelang PSBB
Pada pertemuan lima kepala daerah ini disepakati mengenai pelaksanaan PSBB yang akan dilaksanakan pada Rabu 6 Mei 2020