UNTUK INDONESIA
Milan Taklukkan Lazio, Duel Diakhiri Keributan
AC Milan bertarung habis-habisan dan memberikan segalanya untuk meraih kemenangan atas Lazio di Seri A Italia.
Pelatih AC Milan Gennaro Gattuso melerai keributan antarpemain saat timnya mengalahkan Lazio 1-0 di pertandingan Seri A Italia, Minggu, 14 April 2019. (Foto: ESPN.com)

Jakarta - Bertarung sampai darah penghabisan AC Milan. Itu yang dilakukan Milan saat menghadapi Lazio di pertandingan Serie A Italia. Pelatih Milan Gennaro Gattuso pun tak segan memuji pemainnya yang telah 'memberikan segalanya' demi meraih kemenangan 1-0 itu. 

"Saat menghadapi Lazio, Anda butuh kecepatan, teknik dan fisik yang kuat. Kami bermain seperti saat menghadapi Juventus. Tetapi kali ini kami meraih kemenangan," ujar Gattuso. 

Dalam duel yang bertensi tinggi dan sarat emosi, Milan harus bekerja keras sebelum mengalahkan Biancoceleste di Stadion San Siro, Minggu, 14 April 2019. Satu-satunya gol kemenangan Milan dicetak Franck Kessie dari titik penalti di menit 79. 

Kemenangan itu memantapkan Milan di posisi empat dengan poin 55. Unggul satu poin dari AS Roma yang menduduki peringkat lima. Posisi itu setidaknya mengamankan Milan di zona Liga Champions. 

"Kami menang karena lebih unggul di lini tengah. Pemain menjalankan tugasnya dengan baik. Anak-anak sudah berjuang untuk jersey (Milan). Pelatih dan pemain bisa pergi. Tetapi klub itu tetap akan ada. Ini tugas kami untuk menunjukkan performa terbaik," katanya.

Pertandingan itu diakhiri dengan keributan antarpemain kedua tim. Keributan melibatkan striker Milan, Fabio Borini dan bek Lazio Luiz Felipe. Namun Gattuso tak mempersoalkan insiden itu. Hanya, dia sempat merasa sakit di bagian paha karena berlari ke tengah lapangan untuk melerai keributan antarpemain. 

"Saat itu saya ada di bench. Begitu melihat ada keributan, saya langsung berlari untuk melerai.  Paha saya sampai terasa sakit saat berlari dan kemudian memisahkan mereka yang berkelahi," kata Gattuso yang menganggap wajar insiden itu. 

"Hal yang biasa itu karena pertandingan memang berjalan dengan tensi tinggi. Beberapa pemain memang ada yang adu mulut tapi semua berakhir dengan baik," ujarnya lagi. 

Kemenangan itu mengakhiri tren buruk Milan. Sebelumnya, di empat laga terakhir, Milan tak mampu meraih kemenangan. Mereka melakoni laga yang berat dengan menghadapi Internazionale dan Juve. Hasilnya, Milan kalah 2-3 dari Inter dan dipaksa menyerah 1-2 oleh Juve. []

Baca juga:

2018 AC Milan Terancam Sanksi Tidak Boleh Bermain, Apa Alasannya?

Taklukkan Bologna 1-2, Kemenangan Perdana Gatusso di AC Milan

Berita terkait
0
Rusuh di Penajam Pasir Utara Berawal dari Penganiayaan
Kerusuhan yang terjadi karena dipicu kejadian penikaman pada Rabu, 9 Oktober 2019 lalu. Namun kemudian dikaitkan dengan konflik suku.