TAGAR.id, Jakarta - Alfa sebagai penyintas atau mantan pasien stroke lumpuh merasakan bagaimana untuk bangkit dari kelumpuhan stroke. ​Memulihkan diri dari penyakit stroke lumpuh bukan sekadar perjuangan fisik, melainkan juga pertempuran mental yang membutuhkan dukungan tak terputus. Hal inilah yang terus dipahami dan dibagikan oleh Alfa, seorang penyintas stroke lumpuh yang aktif menyebarkan semangat optimisme kesembuhan baik dengan sharing, mentoring maupun aktivitas berlari dan jalan kaki jauh.

Alfa, pria 48 tahun ini terkena stroke secara mendadak yang menyebabkan kelumpuhan pada sisi tubuh sebelah kiriivid 19 pada tahun 2020 di awal pandemi C. Walau sempat lumpuh 1/2 badan dan kesulitan bergerak di anggota tubuh kiri, Alfa yang gemar lari sejak tahun 2012 menjalani pemulihan intensif. Alfa juga Membuktikan bahwa batas fisik bisa dilatih kembali, ia berhasil menjadi finisher ajang lari bergengsi seperti half marathon di ajang Jakarta Marathon 2025 dan tentunya dengan pendampingan tim dokter Prof. Dr. dr. Rizaldy Taslim Pinzon, M.Kes, Sp.S. dari S Bethesda Yogyakarta.

Setelah proses pemulihan dari kelumpuhan stroke, Alfa, mendedikasikan jiwanya dan hidupnya untuk menginspirasi sesama penyintas stroke lumpuh agar tidak kehilangan harapan dan semangat.

​Pada Sabtu (13/9), Alfa kembali hadir untuk membagikan pengalamannya dan semangatnya di hadapan para caregiver (pendamping pasien) dari komunitas Kawan Stroke Indonesia di Kampus UPN Veteran Jakarta kampis Limo, Depok. Tidak sendirian, Alfa didampingi sang istri untuk menyampaikan sudut pandang lengkap tentang dinamika pendampingan pasien stroke baik dari sisi pasien maupun dari caregiver. " Dengan sharing ini, saya bisa memberikan Point of View apa yang dirasakan pasien saat tahun dan merasakan bagaimana capeknya mengurus pasien. Ini yang terkadang tidak diketahui oleh caregiver," ujar Alfa dengan semangatnya saat dihubungi oleh tim redaksi.

Menghadapi Gejolak Psikologis dan Kondisi Darurat Pasien stroke

​Salah satu topik utama yang dibagikan Alfa dan istrinya adalah cara mendampingi kondisi psikologis pasien stroke yang sering labil. Perubahan fisik yang mendadak tak jarang memicu rasa frustrasi dan depresi pada pasien. Sang istri membagikan kiat menjaga kesabaran serta membangun komunikasi yang empati, sementara istri Alfa menegaskan betapa besarnya peran ketenangan seorang caregiver dalam membangkitkan kembali semangat pemulihan pasien.

​Selain aspek psikologis, para peserta yang merupakan caregiver pasien stroke juga mendapatkan pembekalan krusial mengenai penanganan kondisi darurat medis, khususnya tindakan saat pasien stroke mengalami henti jantung. Materi vital ini dibawakan langsung oleh Ns. Rycco Darmaraja, S.Kep., M.Kep., dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UPN Veteran Jakarta.

Sinergi Edukasi untuk Pendamping Pasien

​Acara ini merupakan bagian dari rangkaian program "Waktunya Caregiver Edukasi bersama UPN - Limo" yang digagas oleh Rosa, Ketua Komunitas Kawan Stroke Indonesia. Rangkaian edukasi ini diselenggarakan secara berkala pada hari Sabtu, tepatnya tanggal 5, 12, dan 19 September 2026.

​Melalui sinergi antara penyintas stroke lumpuh, akademisi, dan komunitas Kawan stroke Indonesia, diharapkan para caregiver tidak hanya memiliki pemahaman medis yang tanggap, tetapi juga mental yang kuat untuk terus menjadi penopang utama dalam proses kesembuhan para pasien stroke.