Menparekraf: Penyelenggaraan Event-event Pariwisata Seiring Terbitnya Izin Liga 1 dan 2

Menparekraf Sandiaga Uno menyebut izin liga 1 dan 2 adalah bagian dari persiapan event-event lainnya di Indonesia.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno. (Foto:Tagar/Tantri)

Jakarta - Polri telah menerbitkan izin kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Indonesia belum lama ini, lalu bagaimana dengan penyelenggaran event-event pariwisata?

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, bahwa izin tersebut adalah bagian dari persiapan event-event lainnya di Indonesia.

Kita lagi menyiapkan FIBA Asia Cup di bulan Agustus dan World Superbike juga di Lombok bulan November.

“Untuk izin Liga 1 dan Liga 2 Indonesia ini adalah bagian dari pada kesiapan kita dan kami sendiri sudah melakukan Belitung Triathlon 2021 dan Kendari Triathlon 2021,” tutur Menparekraf menjawab pertanyaan Tagar pada acara Weekly Press Briefing, Rabu, 2 Juni 2021 di Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta.

MenparekrafMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno. (Foto:Tagar/Tantri)

“Dan kita lagi menyiapkan FIBA Asia Cup di bulan Agustus dan World Superbike juga di Lombok bulan November,” sambungnya.

Untuk itu, Lanjut Sandi, pihaknya akan bekerja sama dengan semua pihak, seperti Satgas Covid-19, Kepolisian setempat dan tentunya pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan dan lain sebagainya.

“Jadi mudah-mudahan dengan bingkai CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability), event-event tingkat nasional dan Internasional ini bisa dilakukan,” tegas Menparekraf.

MenparekrafMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno. (Foto:Tagar/Tantri)

Terkait Kebijakan Work From Balim, Sandi menyampaikan bahwa kebijakan tersebut tidak menutup kemungkinan akan diterapkan di daerah-daerah pariwisata lainnya sehingga nantinya akan ada seperti Work From Lombok atau Work From Labuan Bajo.

“Saya sendiri telah melakukan kegiatan Work From Bali sejak kuartal pertama di tahun 2021, tentu berdampak pada tingkat efisiensi kerja, karena kualitas udara yang bersih, pemandangan yang indah,” sebutnya.

Selain Work From Bali, Kemenparekraf juga akan meluncurkan dana hibah pariwisata yang akan diperluas dan diperbesar dengan jumlah menjadi Rp3,7 triliun, yang sebelumnya pada tahun 2020 sebesar Rp2,2 triliun.

“Kemudian, sertifikasi CHSE juga masih kita adakan di tahun ini, karena sertifikasi ini menjadi tolak ukur bagi wisatawan terhadap tingkat kebersihan, keamanan dan kenyamanan hotel ataupun restoran,” tandasnya.

Menparekraf juga menerangkan, tahun 2021 ini total anggaran program BIP sebesar Rp60 miliar akan diberikan kepada enam subsektor ekonomi kreatif, yang meliputi aplikasi digital, pengembangan permainan (game), fesyen, kriya, kuliner, serta, film, dan sektor pariwisata (13 jenis usaha pariwisata sesuai UU No 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan). []

Berita terkait
Sandiaga Uno: Tak Hanya Work From Bali, Bisa Juga Ada Work From Lombok
Berikut jawaban lengkap Menparekraf atas pertanyaan, apakah kebijakan Work From Bali bisa diterapkan di daerah destinasi prioritas wisata lainnya.
Sandiaga Uno: Lombok Timur Perlu Perhatian dan Penataan Destinasi
Selain Lombok Tengah dengan kawasan KEK Mandalika, Menparekraf Sandiaga Uno juga menyinggung destinasi di Lombok Timur yang perlu penataan.
Harapan Atas Kunjungan Kerja Menparekraf Sandiaga Uno ke Lombok 6-7 Mei 2021
Menparekraf Sandiaga Uno dijadwalkan mengunjungi Lombok pada 6-7 Mei 2021. Ini adalah kunjungan ke-2 kalinya semenjak dia diangkat sebagai Menteri.
0
Menparekraf: Penyelenggaraan Event-event Pariwisata Seiring Terbitnya Izin Liga 1 dan 2
Menparekraf Sandiaga Uno menyebut izin liga 1 dan 2 adalah bagian dari persiapan event-event lainnya di Indonesia.