Indonesia
Menghindari Kanker Kelenjar Getah Bening yang Diderita Ustaz Arifin Ilham
Cara menghindarinya disampaikan penderita langsung penderita kanker kelenjar getah bening.
Ustaz Arifin Ilham. (Foto: Instagram/kh_m_arifin_ilham)

Jakarta, (Tagar 13/1/2019) - Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Eka Widodo, Soegiri yang merupakan penyintas kanker kelenjar getah bening berpesan kepada masyarakat untuk menjaga gaya hidup yang jangan semaunya untuk mencegah kanker.

"Pola makan harus benar, gaya hidup jangan semaunya," kata Eka memberikan melalui pesan singkat di Jakarta, dilansir Antara.

Ia pernah divonis menderita kanker kelenjar getah bening pada Februari 2016. Namun di tahun yang sama, yakni Desember 2016, Eka bersyukur karena dinyatakan telah sembuh dan terbebas dari penyakit yang disebut limfoma tersebut.

Eka menjalani kemoterapi sebanyak enam kali pada 2016 hingga akhirnya dinyatakan benjolan yang terdapat di kerongkongannya hilang dan kembali normal.

Ia yang saat ini menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Analisis Strategis, Akuntabilitas Politik dan Publikasi itu mengingatkan kepada masyarakat agar menghindari makanan yang dibakar serta menghindari konsumsi makanan yang menggunakan penyedap atau pengawet makanan.

"Hindari masakan yang dibakar, karena arangnya bisa jadi pemicu kanker. Gorengan pinggir jalan stop," tambahnya.

Eka yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Biro Humas Kementerian LHK hingga saat ini masih tetap disiplin menjalani kontrol kesehatan terkait penyakitnya yang dulu untuk segera ditangani apabila kembali muncul.

"Setiap tahun harus kontrol PET CT Scan, dan per tiga bulan harus cek darah di laboratorium agar kalau ada sesuatu yang mencurigakan bisa dideteksi sedini mungkin agar penanganannya juga cepat dan tepat. Intinya harus disiplin," tegasnya.

Setelah dinyatakan terbebas dari kanker kelenjar getah bening Desember 2016, Eka menjalani tes PET CT Scan setiap tahun. Pada 8 Januari 2019 Eka kembali mengontrol kesehatannya dan tetap dinyatakan bersih.

Berita terkait
0
Dugaan Penyelundupan Sabu Bermodus Pasokan Bawang Impor
Bea Cukai Lhokseumawe menahan dua kapal kayu bermuatan bawang impor ilegal. Diduga terdapat sabu dalam muatan kapal yang berasal dari Malaysia.