Oleh: Syaiful W. Harahap*
Catatan: Artikel ini pertama kali ditayangkan di Tagar.id pada tanggal 22 Maret 2023. Redaksi.
TAGAR.id – Setiap tahun media massa, terutama TV, dan media online selalu membahas penentuan awal bulan Ramadan sebagai permulaan puasa wajib bagi umat Islam sejagad sebagai topik yang tidak pernah berkesudahan.
Dengan kondisi tingkat literasi masyarakat yang tidak merata dan banyak yang menjadikan media sosial sebagai sumber informasi utama, maka talk show terkait dengan pembahasan penentuan awal Ramadan dan Syawal bisa jadi kontra produktif terkait dengan upaya meningkatkan kebersamaan dan toleransi.
Selain tingkat literasi, media TV juga menjadi biang keladi yang merusakan media habit masyarakat. Secara universal literasi dimulai dari reading society (masyarakat yang gemar membaca) meningkat ke writing society (masyarakat yang gemar menulis) baru masuk ke filming society (masyarakat yang menggemari film).