UNTUK INDONESIA
Mau Umur Panjang? Orang Jepang Bilang Makan Melinjo, Orang Yogya Buktinya
"Angka harapan hidup di DIY lebih panjang sekitar 5-6 tahun dibanding dengan angka harapan hidup nasional Indonesia pada umumnya," katanya saat menemui Sri Sultan HB X di Kepatihan Yogyakarta, Senin (7/5).
Ilmuwan Jepang Mitsuhiro Watanabe saat menemui Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Kepatihan Yogyakarta, Senin (7/5). Dia menyebut DIY yang merupakan centra penghasil melinjo terbesar di Indonesia bersama Banten, ternyata kasiat melinjo luar biasa bagi kesehatan manusia. Keberadaan melinjo efektif mencegah obesitas dan diabetes. (Ans)

Yogyakarta, (Tagar 7/5/2018) - Angka harapan hidup warga DIY lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Usia warga DIY rata-rata 74 tahun, sedangkan rata-rata nasional 70,86 tahun.

Ilmuwan Jepang Mitsuhiro Watanabe saat ini sedang mengembangkan penelitian tentang melinjo. Tanaman bernama latin gnetum gnemon linn banyak ditemui di Indonesia. Biji melinjo sering digunakan untuk cemilan emping, daun mudanya biasa sebagai pengharum masakan.

Buah dan Daun MelinjoPeneliti dari Jepang meyakini mengkonsumsi buah dan daun melinjo bisa memperpanjang umur. Dia mencontohkan usia rata-rata penduduk Yogyakarta yang lebih panjang karena biasa mengkonsumsi melinjo. (Istimewa)
Apakah keberadaan melinjo ikut memberi andil terhadap angka harapan hidup di DIY? "Angka harapan hidup di DIY lebih panjang sekitar 5-6 tahun dibanding dengan angka harapan hidup nasional Indonesia pada umumnya," katanya saat menemui Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Kepatihan Yogyakarta, Senin (7/5).

Yang jelas, kata dia, melinjo memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Dalam penelitian yang sudah dilakukan selama 15 tahun, melinjo efektif mencegah diabetes dan obesitas. "Ekstrak melinjo merupakan solusi menjaga kesehatan masa kini," tegasnya.

Alasannya, kata dia, saat ini banyak masyarakat mengkonsumsi makanan berlemak tinggi. "Ekstrak melinjo kaya senyawa gnetisin yang sangat membantu meningkatkan kesehatan manusia," jelasnya sambil menyebut di negaranya tidak ada tanaman melinjo.

Direktur Laboratorium Ilmu Kesehatan Keio University Jepang ini mengungkapkan, sejak 5-6 tahun terakhir, mulai memasarkan ekstrak melinjo di Jepang. Sedangkan di Indonesia, masih dalam proses menuju pemasaran.

Wanatabe juga meluruskan pandangan yang selama ini menganggap melinjo sebagai penyebab asam urat. "Penyebab asam urat setelah mengkonsumsi melinjo bukan karena buahnya, tapi seringkali melinjo dikonsumsi usai digoreng. Proses yang tidak tepat itu yang yang tidak baik bagi kesehatan," paparnya. (ans)


Berita terkait
0
Pujian Juri Pop Akademy untuk Chelsea asal Ruteng NTT
Keysilia Dwisulandi Ndagung tampil memukau nyanyikan lagu "Hanya Rindu" saat tampil di grup delapan top 40 pop Akademy Indosiar.