Editor : Syaiful W Harahap
Muslim di Malaysia (Foto: dw.com/id - Wong Fok Loy/SOPA Images/Sipa USA/picture alliance)
Malaysia Hadapi Peningkatan Konservatisme Islam
15 July 2025 | 3:51

TAGAR.id – Dukungan terhadap partai-partai Islam konservatif melonjak, terutama di kalangan pemilih Melayu muda yang semakin religius. Fenomena ini mencerminkan pergeseran nilai dan preferensi politik generasi baru di Malaysia. Murali Krishnan melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW, 14/7/2025).

Lanskap politik Malaysia mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir, yang ditandai oleh meningkatnya pengaruh partai-partai Islam. Meski merupakan salah satu negara dengan keragaman etnis terbesar di Asia Tenggara, meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap agenda liberal koalisi pemerintah menjadi tantangan besar bagi Perdana Menteri Anwar Ibrahim dalam mempertahankan kekuasaannya.

Saat ini, koalisi oposisi Perikatan Nasional (PN), yang merupakan aliansi lima partai termasuk Partai Islam Se-Malaysia (PAS), terus mencatatkan lonjakan popularitas dan kemenangan elektoral dalam satu dekade terakhir. Barisan oposisi mencetak keberhasilan mengejutkan dalam pemilu negara bagian 2023, memenangkan 146 dari 245 kursi yang diperebutkan dan membentuk pemerintahan di sejumlah negara bagian.

Pemilu tersebut menjadi titik balik penting yang memperkuat dominasi PN di negara-negara bagian utara dan pantai timur, serta menunjukkan pengaruh yang terus tumbuh, terutama di kalangan pemilih muda dan Melayu konservatif.

Ilustrasi - Bendera nasional Malaysia berkibar di bawah Menara KL yang diselimuti kabut di Kuala Lumpur, Malaysia, 18/9/2019. (Foto: voaindonesia.com/AP)

Artikel Asli