UNTUK INDONESIA
Malam Takbiran Idul Adha, yang Ramai dan yang Sepi
Malam takbiran Idul Adha, yang ramai dan yang sepi, ada yang antusias, ada yang melarang pawai takbir, ada yang dicekam bayangan gempa.
Malam Takbiran Idul Adha, yang Ramai dan yang Sepi | Anak-anak membawa obor saat melakukan takbir keliling di kawasan Sukolilo, Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (21/8/2018). Pawai obor tersebut dalam rangka menyambut Idul Adha 1439 Hijriyah. (Foto: Antara/Moch Asim)

Palangka Raya, (Tagar 22/8/2018) - Malam takbiran Idul Adha, yang ramai dan yang sepi. Ada yang melakukan pawai takbir, ada pula yang melarang pawai takbir, juga ada yang dicekam bayangan gempa.

Di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, warga antusias menyaksikan pawai takbir dalam rangka menyambut Idul Adha 1439 Hijriah.

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Said Ismail saat membuka acara tersebut pada Selasa malam (21/8) dilansir Antara di kawasan Bundaran Besar Kota Palangka Raya mengapresiasi keikutsertaan dan antusias masyarakat serta peserta pawai.

"Terima kasih atas kemeriahan acara ini baik atas kedatangan masyarakat maupun keikutertaan para peserta. Ribuan warga datang di malam ini," kata Wagub Kalteng.

Sebelum memulai sambutan, Said Ismail mengajak seluruh tamu undangan serta masyarakat yang hadir mengumandangkan takbir bersama-sama.

Selanjutnya, dia mengajak masyarakat yang hadir, khususnya dan masyarakat Kalimantan Tengah umumnya menjadikan Idul Adha momentum untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan.

"Mari pererat tali persaudaraan antarsesama muslim, antaraagama dan antarmasyarakat maupun antargolongan. Selalu jaga persatuan dan kesatuan dalam keragaman dalam bingkai NKRI dan Pancasila. Kita boleh beda, namun melalui momen Idul Adha ini kita harus semakin ingat bahwa kita satu sebagai warga NKRI," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua I PHBI Kalteng, Sahrudin menerangkan sebanyak 100 rombongan mengikuti pawai yang dimulai sekitar pukul 19.45 Wib.

"Pemenang akan dibagi dalam dua ketegori yakni kategori instansi dan kategori ormas serta masjid. Masing-masing juara satu akan mendapatkan hadiah satu sapi, juara dua berupa uang hadiah sebesar Rp 10 juta dan juara tiga mendapatkan hadiah Rp 7,5 juta. Sehingga total hadiah ialah dua ekor sapi dan uang sebanyak Rp 35 juta," katanya.

Rombongan pawai ini mulai berkeliling dari Bundaran Besar tempat rombongan dilepas Wakil Gubernur Kalteng menuju Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro, Jalan Murjani, Jalan Ahmad Yani kemudian ke Jalan Katamso dan berakhir di Bundaran Besar kembali.

Turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Plt Sekda Kalteng Fahrizal Fitri, Wali Kota Palangka Raya Riban Satia dan Wakil Wali Kota Mofit Saptono Subagio.

Berdasar pantauan, sejak sebelum acara dimulai, masyarakat di Kota Palangka Raya mulai memadati kawasan Bundaran Besar serta tepian jalan yang dilalui peserta pawai.

Tak hanya orang dewasa, para remaja bahkan anak-anak pun turut menyaksikan acara tahunan yang diselenggarakan PHBI Kalteng dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah itu.

Madura Macet

Jalur utama yang menghubungkan antarkabupaten di Pulau Madura, Jawa Timur, yakni mulai dari Kabupaten Bangkalan hingga perbatasan Kabupaten Sampang, Selasa malam, macet dan antrean kendaraan mencapai 8 kilometer.

Belum diketahui penyebab kemacetan arus lalu lintas di jalur penghubungan antarkabupaten di wulayah selatan Pulau Madura itu, namun menurut warga setempat, karena banyak warga yang menggelar takbir di jalan raya pada malam takbiran Idul Adha 1439 Hijriah kali ini.

"Kalau dari arah Bangkalan, kemacetan mulai dari pon bensin Tanah Merah, hingga Pasar Blega, Bangkalan," kata warga asal Pamekasan yang melintas di macet itu, Moh Gozi.

Sementara, dari arah Sampang antrean kendaraan bermotor terpantau mulai dari Desa Nyiburan, hingga Pasar Blega, Bangkalan.

"Saya sudah dua jam, antre dan baru bisa bergerak sekitar 200 meter seperti ini," ujar pengemudi lainnya asal Pamekasan Moh Subhan.

Sementara di sepanjang jalur lalu lintas yang macet dari Tanah Merah Bangkalan hingga Nyiburan, Sampang itu, tidak terlihat adanya polisi yang bertugas mengatur arus lalu lintas.

Kondisi kemacetan diperparah, karena sebagian pengemudi berupaya menerobos antrean kendaraan melalui jalur di sisi kanan, sehingga kendaraan yang dari arah Surabaya yang hendak menuju Sampang, juga tertutup.

Sementara, kepadatan arus lalu lintas memang sudah mulai terpantau sejak sore, dan pada sekitar pukul 21.30 WIB terpantau semakin ramai. Hingga pukul 22.00 WIB, antrean semakin parah.

Antrean kendaraan di jalur penghubung Pulau Madura menjelang Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah kali ini, lebih parah dari kemacetan yang terjadi pada 20 Agustus 2018. Sebab kala itu, antrean kendaraan di jalur mudik penghubung antarkabupaten di Pulau Madura tersebut, hanya 7 kilometer.

Sepi di Sembalun

Sementara itu di Pekanbaru, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Idrus mengumumkan bahwa pada 2018 tidak mengadakan pawai mobil hias di malam takbiran Hari Raya Idul Adha 1439 hijriah.

"Memang tidak ada pawai malam takbiran Idul Adha pada 2018. Hal ini berdasarkan hasil pertemuan dengan berbagai pihak," kata Kabag Kesra Pekanbaru, Idrus di Pekanbaru.

Ia mengatakan bahwa peniadaan pawai mobil hias tersebut berdasarkan hasil pertemuan pihak Pemkot dengan Kementerian Agama (Kemenang) Kota Pekanbaru, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekanbaru, Kepolisian, serta berbagai instansi terkait lainnya.

Dalam pertemuan tersebut diputuskan bahwa untuk malam Idul Adha 2018 tidak ada pawai seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini berdasarkan pertimbangan dari segi efesiensi anggaran serta manfaat dari kegiatan tersebut.

Menurutnya, berdasarkan laporan dari pihak Dinas Perhubungan bahwa gelaran pawai mobil hias tersebut hanya dinikmati sebagian pihak saja.

Tidak hanya sampai di situ, dari segi keamanan serta kenyamanan masyarakat berlalu lintas hal ini dinilai cukup membuat kemacetan.

Oleh sebab itu, maka pihak Pemkab Pekanbaru, akhirnya mengambil kebijakan untuk meniadakan kegiatan serupa pada malam Idul Adha.

"Kan ini tujuannya untuk masyarakat. Kalau banyak masyarakat mengeluh kan acaranya jadi sia-sia," ujar Idrus.

Sebagai gantinya, pihak Pemkab Pekanbaru melayangkan surat imbauan kepada seluruh Camat untuk menggelar takbiran di masjid paripurna baik yang ada di tingkat Kota, kecamatan hingga kelurahan.

Ia menilai pelaksanaan takbiran di masjid lebih berfaedah dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa mengganggu kenyamanan berlalu lintas.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada generasi muda untuk tidak ugal-ugalan di jalan pada saat malam takbiran tersebut.

"Anak muda jangan kebut-kebutan. Ini mau lebaran, biasanya malam takbiran banyak yang keluar di jalan," tandas Idrus.

'Kota Hantu'

Suasana malam takbiran Idul Adha di Sembalun Lawang, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pascagempa bumi 6,9 Skala Richter (SR), tidak ada gema takbiran berbeda dengan tahun sebelumnya.

Warga lebih memilih bertahan di tenda darurat di halaman rumah atau di posko pengungsian setelah sejak Selasa sore sampai malam, kawasan itu diguyur hujan.

Tidak ada suara takbiran dari speaker masjid yang masih bertahan dari guncangan gempa. 

Warga masih trauma akan gempa yang berulang-ulang menghajar wilayahnya tersebut.
Yang ada nyala api di depan beberapa tenda darurat milik warga, yang dinyalakan warga untuk menghangatkan tubuhnya mengingat suhu mencapai 10 derajat celcius.

Jalan aspal mulus Sembalun pun, sepi hanya sesekali terdengar mobil patroli kepolisian yang melakukan pengamanan di kawasan permukiman.

Padahal sebelum gempa bumi 6,4 SR pada 29 Juli 2018, denyut nadi wisata alam pendakian Gunung Rinjani begitu terasa di Sembalun Lawang sangat terasa. 

"Apalagi bulan Agustus puncak musim pendakian, saat ini sepi jadi kota hantu," kata tokoh pemuda Sembalun, Rosidin Sembaluhun.

Hal serupa dikatakan oleh Fia, pedagang di Sembalun, malam takbiran saat ini sepi tidak ada takbiran di masjid.

"Kegiatan sekarang paling hanya di tenda darurat saja," katanya.

Salat Ied di Sembalun Lawang digelar di SDN 3 Sembalun Lawang, SDN 2 Sembalun Lawang dan Posko Utama pengungsian di Lapangan umum Sembalun serta Posko Sanjang. []

Berita terkait
0
Kenapa Adian Napitupulu Tidak Mau Jadi Menteri?
Kenapa Adian Napitupulu tidak mau jadi menteri? Ini pasti pertanyaan yang ada dalam pikiran banyak orang. Tulisan opini Denny Siregar.