Los Angeles Hadapi Lonjakan Kematian Akibat Virus Corona

Wilayah Los Angeles, California, AS, kemungkinan akan mencapai angka statistik pandemi virus corona yang tragis, yaitu 1.000 kematian per minggu
Antrian kendaraan di Stadion Dodger di Los Angeles, California, untuk tes COVID-19, 4 Januari 2021 (Foto: voaindoneia.com - REUTERS/Lucy Nicholson)

Jakarta - Wilayah Los Angeles di Negara Bagian California, Amerika Serikat (AS), kemungkinan akan mencapai angka statistik pandemi virus corona (Covid-19) yang tragis, yaitu 1.000 kematian akibat virus corona per minggu dalam waktu dekat jika tren ini terus berlangsung. Hal ini disampaikan oleh pihak berwenang di wilayah itu, 4 Januari 2020.

Laporan situs independen, worldometer, menunjukkan sampai tanggal 4 Januari 2021 jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di California sebanyak 2.482.740 dengan 27.080 kematian. Sedangkan jumlah kasus di AS mencapai 21.507.641 dengan 364.669 kematian. California ada di peringkat ke-1 jumlah kasus virus corona di AS yang diikuti Texas 1.837.303, Florida 1.392.123, dan New York 1.080.100.

Direktur Kesehatan Masyarakat Wilayah Los Angeles, Barbara Ferrer, sebelumnya mengatakan, “Ketika lonjakan kasus mulai melanda Los Angeles, jumlah rata-rata harian orang yang meninggal akibat Covid-19 adalah 13. Kini jumlah rata-rata kematian secara konsisten lebih dari 100 setiap hari. Ini merupakan kenaikan 700% dari saat lonjakan dimulai. Dengan kata lain, rata-rata satu orang meninggal dunia setiap 15 menit di Los Angeles.”

seorang nakesSeorang nakes memeriksa pasien di dalam tenda khusus di luar ruang gawat darurat Rumah Sakit Komunitas Huntington Park, saat kasus positif COVID-19 melonjak di Huntington Park, California, 29 Desember 2020. (Foto: Dok/voaindonesia.com/Reuters).

Lebih dari 1 dari lima orang dites positif terjangkit COVID-19 dan jumlah kasus di Los Angeles naik dua kali lipat antara tanggal 30 November dan 2 Januari, dari 400.000 menjadi 800.000. Sebelumnya dibutuhkan lebih dari sembilan bulan untuk mencapai 400.000 kasus.

Pihak berwenang Los Angeles mencemaskan lonjakan kasus setelah liburan Natal dan Tahun Baru. Kasus tambahan setelah liburan Thanksgiving telah memenuhi rumah sakit-rumah sakit, membuat pasien terpaksa dirawat di lorong-lorong rumah sakit, ambulans, dan toko souvenir dan menyebabkan kelangkaan tabung oksigen.

Los Angeles melaporkan 77 kematian tambahan, Senin, 4 Januari 2021, termasuk laporan yang tertinggal dari akhir pekan, membuat total kasus kematian menjadi 10.850 di Los Angeles, wilayah terpadat di Amerika itu.

rumah dukaRumah-rumah duka di California selatan kekurangan tempat penyimpanan jenazah (Foto: voaindonesia.com/AP)

Pihak berwenang juga melaporkan 9.142 kasus baru, angka yang lebih rendah karena tempat tes ditutup selama liburan Tahun Baru, membuat total kasus positif virus corona menjadi 827.498. Varian baru virus belum ditemukan di daerah tersebut namun pihak berwenang meyakini varian itu sudah ada di sana.

Hampir 7.700 orang dirawat inap di berbagai rumah sakit di Los Angeles karena Covid-19 dan 21 persennya dirawat di unit perawatan intensif (lj/uh)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Tunwisma di Los Angeles Jadikan Peti Kemas Sebagai Rumah
Lebih dari 60 ribu tunawisma di Los Angeles, AS, aktivis ajukan gagasan untuk buat tempat tinggal bagi orang-orang yang tidak memiliki rumah
Tempat Penyimpanan Jenazah di Rumah Duka di California Habis
Rumah-rumah duka di Negara Bagian California selatan, Amerika Serikat (AS), mengatakan terpaksa menolak keluarga-keluarga yang berduka
California Gawat Corona Pasca Meninggalnya Lansia
California menetapkan status darurat pasca meninggalnya lansia berusia 71 tahun terkena infeksi virus corona.
0
Jokowi Bicara Tantangan Nilai Pancasila di Era Globalisasi
Presiden Joko Widodo menyampaikan sejumlah tantangan nilai-nilai Pancasila di tengah globalisasi dan perkembangan teknologi yang tidak terbendung.