Jakarta, (Tagar 26/3/2019) - Nama Silvia Halim mencuat kehadapan publik setelah peresmian MRT Jakarta, Minggu (24/3). Dia disebut kartini Indonesia masa kini, sebab hasil kerjanya membuat jalur transportasi baru ini berdiri kokoh.

Seorang wanita muda, cantik, dan energik, Silvia Halim merupakan satu-satunya wanita Indonesia yang paling berpengaruh dalam pembangunan MRT, sehingga dia disebut kartini masa kini. Ada beberapa fakta tentang dirinya yang perlu diketahui.

1. Silvia Benci Jakarta

Mendadak ramai diperbincangkan, Silvia Halim menjadi otak dibalik pembangunan MRT. Wanita lulusan teknik sipil di Nanyang Technology University, Singapura itu mampu menggerakkan ribuan orang tenaga kerja pembangunan infrastruktur MRT siang dan malam.

Bekerja selama 12 tahun di Singapura, sempat ia membandingkan dengan Indonesia yang selalu macet. Hal itu membuat Silvia benci Jakarta karena kemacetannya.

"Waktu masih bekerja di Singapura, saya bilang ke diri sendiri, aku anti banget balik ke Jakarta karena macetnya setengah mati," ujar Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Silvia Halim.

Saat pembangunan proyek berlangsung, Silvia nyaris tak pernah beristirahat. Perempuan berparas cantik ini bahkan sempat mengaku tak pernah berani mengagendakan waktu untuk pergi berlibur.

2. Kartini Masa Kini

Meskipun sudah bekerja 12 tahun di Singapura, Silvi tetap memilih kembali ke Indonesia. Sekembalinya ke Indonesia, ia dipercaya BTP untuk bertanggung jawab dalam pembangunan MRT.

Silvia rela meninggalkan negeri singa yang memberikan gaji yang tinggi, dan lebih memilih bekerja di Indonesia dengan gaji yang rendah.

"Saya suka menggarap proyek infrastruktur publik karena bisa membantu negara. Setelah melayani Singapura selama 12 tahun, kini saatnya saya membantu negara sendiri," tutur perempuan 35 tahun itu.

3. Baginya gender bukan menjadi batasan dalam berkarya

Pembangunan proyek yang membentang dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia ini, tidak lepas dari sosok Silvia. Dirinya bergabung dengan PT MRT Jakarta pada 31 Agustus 2016 dan menjabat sebagai Direktur Konstruksi.

Silvia juga menciptakan sejarah baru kartini masa kini, yaitu satu-satunya perempuan yang dipercayai untuk bertanggung jawab untuk pembangunan MRT.

"Cukup unik, ya, karena dunia saya dunia laki-laki. Saya cuma perempuan kedua sebagai project engineer. Bukan eksistensi, tapi orang suka bertanya apa kamu bisa kerjain ini," ujar Silvia.

4. Memiliki Semangat Membangun Bangsa

Segudang pengalaman yang diperoleh di negeri singa, tidak membuatnya enggan untuk kembali ke tanah air. Silvia memiliki keinginan untuk membangun bangsa sendiri yang mandiri, tanpa bergantung kepada negara lain.

"Hasrat saya sebenarnya adalah mebangun sesuatu untuk melayani dan dapat berdampak bagi masyarakat. Sungguh saya merasa puas ketika nanti melihat infrastruktur yang tim saya kerjakan itu bermanfaat bagi kehidupan banyak orang," ujar Silvia.

"Harapannya, Indonesia dapat membangun infrastrukturnya dengan teknologi terbaru secara mandiri tanpa bergantung kepada negara lain," imbuhnya.

5. Mendukung kinerja Pemerintah

Pembangunan MRT di Jakarta, membuat perempuan 35 tahun itu berubah pikiran untuk kembali ke Indonesia dan membantu pembangunan MRT.  Salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan yang selama ini ia resahkan di Jakarta.

"Saya lihat ini pertanda yang bagus, Semua orang berharap ada solusi untuk mengatasi kemacetan, dan menurut Silvia, salah satu jalan keluarnya adalah keberadaan MR," ujar Silvia. []