UNTUK INDONESIA
Liga 2 Mulai 7 November, PT LIB Tambah Subsidi ke Klub
Klub-klub Liga 2 mengikuti langkah klub-klub Liga 1 menyepakati kompetisi musim 2020 dilanjutkan kembali. Klub peserta juga mendapat kompensasi.
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ahmad Hadian Lukita mengatakan klub Liga 2 sepakat kompetisi kasta ke-2 digulirkan. Ini berdasarkan hasil dari Extraordinary Meeting di Yogyakarta, Selasa, 13 Oktober 2020 malam. (Foto: Tagar/Sri Nugroho)

Yogyakarta - Klub-klub Liga 2 menyepakati bahwa kompetisi musim 2020 dilanjutkan kembali. Mereka menyusul klub-klub Liga 1 yang menyetujui digulirkannya kompetisi sesuai hasil dari Extraordinary Meeting di Yogyakarta, Selasa, 13 Oktober 2020. Dari pertemuan itu juga disepakati klub mendapat tambahan subsidi sebagai bentuk kompensasi.

Kompetisi Liga 1 diputuskan digulirkan pada 1 November 2020. Namun ada juga opsi bila digelar pada Desember atau Januari 2021. Sedangkan kasta ke-2 menyusul sepekan kemudian digulirkan.

"Sesuai dengan hasil pertemuan klub-klub Liga 1 dan Liga 2, kompetisi akan kembali diputar. Liga 1 akan dimulai lebih dulu pada 1 November. Sedangkan Liga 2 mulai 7 November atau selisih seminggu," kata Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ahmad Hadian Lukita di Yogyakarta, Selasa, 13 Oktober 2020 malam.

Ada tambahan subsidi dalam bentuk kompensasi. Besaran nominalnya berbeda antara Liga 1 dan Liga 2

Dia menuturkan dari pertemuan di kota gudeg ini, PT LIB mendengarkan apa yang menjadi aspirasi klub-klub di 2 kasta itu. Terkait masalah izin dari pihak kepolisian yang disebut-sebut sudah memberikan lampu merah alias tak memberikan izin, Hadian Lukita mengatakan pihaknya akan membawa aspirasi klub-klub ke pihak otoritas.

"Kami pasti akan berupaya keras dan juga tentu ada dasar kenapa klub-klub ingin melanjutkan kompetisi," ucapnya menambahkan.

PT LIB juga memastikan klub akan mendapat kompensasi dari PSSI. Pemberian kompensasi terkait penundaan kompetisi yang semestinya sudah dimulai pada Oktober 2020 ini.

"Ada persiapan yang tidak bisa diwujudkan dalam bentuk kompetisi. Ada tambahan subsidi dalam bentuk kompensasi. Besaran nominalnya berbeda antara Liga 1 dan Liga 2," kata Hadian Lukita.

Sebelumnya dia memberi kepastian bila PSSI akan mengawal permohonan izin ke pihak kepolisian. Apalagi beberapa hal yang menjadi penyebab kompetisi tertunda terutama yang berkaitan dengan Covid-19 juga sudah mengalami penurunan.

PSSI Kembalikan ke Kepolisian

Di sisi lain, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan pertemuan di Yogyakarta menghasilkan apa yang menjadi keinginan dan sudah jadi kesepakatan tim-tim Liga 1 dan Liga 2. Selanjutnya PSSI mengembalikan ke kepolisian.

Baca juga:

Tunggu Liga 2, Pelatih PSCS Cilacap Jaga Motivasi Pemain

Nasib Liga 1 dan Liga 2 Bakal Ditentukan di Yogyakarta

"Kami akan kembalikan ke kepolisian. Kalau bisa jalan 1 November Alhamdulillah. Kalau tidak ya mundur menjadi Desember, kalau tidak ya Januari," ucap pria yang akrab disapa Iwan Bule ini.

Dia menegaskan bahwa aspirasi dari klub-klub ini tentunya akan diakomodir. Namun menurut dia ujung-ujungnya tetap ada pada pihak kepolisian. Izin dari kepolisian menjadi sandungan pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2. Karena izin tidak keluar, maka kompetisi akhirnya batal digelar pada 1 Oktober 2020. []

Berita terkait
Liga 1 Sepakat Lanjut, Izin Polri Masih Tanda Tanya
Kompetisi Liga 1 2020 sepakat digulirkan kembali setelah mendapat dukungan dari 18 klub peserta. Namun kelanjutan liga tergantung izin kepolisian.
PSIM Yogyakarta Ingin Banyak Uji Coba Jelang Liga 2
Mundurnya Liga 2 2020 disikapi positif pelatih PSIM Yogyakarta Seto Nurdiyantoro. Pelatih ingin tim bisa lakukan uji coba selama persiapan.
Semen Padang Rugi Tetapi Hormati Penundaan Liga 2
Semen Padang alami kerugian akibat tertundanya Liga 2. Namun klub menghormati keputusan itu sambil berharap PSSI dan PT LIB beri solusi bagi klub.
0
IHSG Turun Tipis 0,09 Persen, 3 Saham Ini Dilego Asing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Kamis, 22 Oktober 2020 terkoreksi tipis 0,09 persen di posisi 5.091,82 poin.