Yogyakarta, (Tagar 24/3/2019) - Kotabaru, sebuah kawasan di Kota Yogyakarta. Tempat ini ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya di Kota Yogyakarta beserta empat kawasan lain, yakni Keraton Yogyakarta, Pakualaman, Malioboro dan Kotagede.

Lima kawasan ini, meski berada dalam satu kota sekali pun, model bangunan atau arsitekturnya khas dan berbeda. Keraton dan Pakualaman bergaya arsitektur Jawa, Malioboro bergaya arsitektur Tionghoa, Kotagede bergaya Mataram Kuno dan Kotabaru bergaya indische atau kolonial.

Nah, di Kotabaru, kawasan heritage kolonial ini ada satu tempat nongkrong asyik. Namanya Legend Coffee. Bangunan Legend Coffee juga tercatat sebagai cagar budaya, kesan vintage-nya sangat terasa. Juga berkonsep garden menjadikan tempat ini nyaman buat nongkrong.

Coffee Shop ini menjadi salah satu wisata kuliner di Yogyakarta yang ngehits, digandrungi penikmat kopi maupun untuk kongkow-kongkow.

Legend Coffee sempat tutup selama lima bulan karena renovasi. Kini sudah beroperasi lagi, tentunya dengan hal baru. "Suasana retro atau jadul, tapi juga mengandung unsur milenial. 

Dilengkapi dengan konsep garden, semakin menambah kenyamanan,” kata General Manager Legend Coffee, Juita Sijabat, Kamis malam (22/3).

Suasana tempat kongkow yang memadukan konsep retro dan garden mendapat respon positif dari penikmat kopi. Tempat nongkrong yang berada di sebelah barat Stadion Kridosono Yogyakarta ini dalam sehari dikunjungi 2.000 orang. 

"Kapasitasnya 400. Sehari dikunjungi 2.000 orang. Mereka bisa berjam-jam menikmati suasana,"  kata Juita.

"Mereka yang datang biasa komunitas atau hobbies, kadang keluarga atau perkantoran untuk meeting. Lengkap, kita ada raung untuk meeting lengkap dengan alat-alat presentasi," lanjutnya.

Manager Operasional Legend Coffee, Ahadi Widiantoro menambahkan, hal yang baru antara lain di bagian depan menonjolkan  konsep open bar. Pengunjung bisa menikmati para barista atau peracik kopi meramu dengan lincah kopi pesanan.

Berbagai macam kopi disediakan untuk para pecinta kopi. "Jenis kopi-kopi nusantara ada. Kopi Gayo, Kintamani Bali, Toraja dan lainnya. Tubruk atau saring ready, tergantung selera," jelasnya.

Untuk makan besar, menu lumayan lengkap. Tidak hanya makanan ala barat, masakan tradisional Jawa juga disajikan. "Yang paling banyak peminat nasi goreng ikan asin. Menu ini menjadi salah satu andalan," kata dia.

Dulu para insomnia, pelanggan yang susah tidur, sering menjadikan Legend Coffe sebagai tempat begadang sampai matahari terbit. Sayangnya, Legend Coffee tidak lagi beroperasi selama 24 jam. "Maaf ya untuk insomnia," ujar Aad, sapaan akrab Ahadi Widiantoro.

Setelah kembali beroperasi, Coffee Shop yang berada di Jalan Abubakar Ali Kotabaru ini mulai buka pukul 09.00 sampai 03.00 WIB. "Kalau 24 jam, banyak yang dipertimbangkan. Kasihan SDM juga. Akhirnya kita sepakat buka sampai jam 03.00 pagi," ujarnya. []

Baca juga: