Jakarta, (Tagar 11/3/2019) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan nama kepada ketiga putra-putrinya dengan nama yang memiliki unsur budaya daerah asalnya, yakni Jawa.
Sulung Jokowi yang lahir pada 1 Oktober 1987 dinamai Gibran Rakabuming Raka. Jika diartikan, Gibran berarti pria yang pandai, simple dan apa adanya. Sedangkan Raka bisa berarti keteguhan dan kebijaksanaan.
Sementara Bumi dalam pengertiannya bisa berarti tanah yang letaknya selalu di bawah, namun keberadaannya menopang segala sesuatu di atasnya.
Jika mengambil pepatah lama nama adalah doa, Jokowi dan Iriana sebagai orangtua menaruh harapan kepada putra pertamanya itu agar senantiasa menjadi sosok yang pandai, sederhana, bijaksana sekaligus membumi (tidak congkak).
Putri semata wayang Jokowi diberi nama Kahiyang Ayu. Lahir pada tahun 1991, Mbak Ayang, panggilan akrabnya berarti sayang atau yang tersayang. Sedangkan Ayu artinya adalah cantik. Kahiyang Ayu bisa diartikan sebagai Putri kesayangan yang cantik.
"Sedah Mirah nyaman dalam buaian sang nenek, seusai santap siang tadi bersama keluarga di sebuah rumah makan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara," tulis Presiden Jokowi bersama unggahan foto ini di laman Facebooknya, 17 Februari 2019. (Foto: Facebook/Presiden Joko Widodo)
Sebagai anak perempuan satu-satunya, sudah tentu Kahiyang Ayu menjadi anak kesayangan Jokowi dan Iriana selaku orangtua, juga kesayangan kedua saudara laki-lakinya, Gibran dan Kaesang.
Kaesang adalah bungsu Presiden Jokowi dan Ibu Iriana. Nama lengkap pria yang lahir pada tanggal 25 Desember 1994 ini adalah Kaesang Pangarep. "Kae" dalam bahasa jawa berarti "itu", "Sang" atau "Sing" berarti "Yang", sedangkan "Pangarep" bisa berarti "diarep-arep" atau yang "dinanti-nantikan".
Sehingga, nama Kaesang Pangarep secara bahasa Jawa bisa diartikan sebagai "Dia yang dinanti-nantikan".
Tak cukup ketiga anak, kedua cucu Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana juga diberi nama yang tak jauh-jauh dari unsur ke-Jawa-an.
Lahir pada 10 Maret 2016, nama jan Ethes Srinarendra dipilih sebagai nama untuk cucu pertama presiden, dari pernikahan Gibran dan Selvi Ananda.
Kaesang Pangarep (kanan) bersama ayahnya, Presiden Joko Widodo. (Foto: Instagram/Kaesang Pangarep)
Saat menjadi bintang tamu dalam sebuah program bincang-bincang televisi, pada Selasa (29/1) lalu, Gibran sang ayah pernah membongkar arti nama Ethes. Dia mengaku kesal karena banyak yang menyebut nama Jan Ethes sebagai nama asing.
Mulanya, komedian Sule yang berlaku sebagai pembawa acara bertanya kepada Gibran mengenai arti nama anaknya itu. Gibran pun mengatakan kalau beberapa orang sering salah sangka dan mengira nama Jan Ethes adalah bahasa asing.
"Ini nama Jawa juga, beberapa orang mungkin salah mengartikan Jan Ethes seperti nama bule ya, sebenarnya itu nama yang Jawa sekali," kata Gibran waktu itu.
"Jan Ethes itu artinya sangat cekatan sekali, 'Ethes' itu (artinya) cekatan," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, cucu kedua presiden Jokowi, yakni Sedah Mirah juga turut dibahas. Bobby Nasution, suami dari Kahiyang Ayu kemudian menjelaskan filosofi dibalik nama putrinya itu. "Sedah Mirah itu dulu kalau nggak salah ada Puteri di Solo namanya Sedah Mirah."
"Dia terkenal dengan kecantikannya, mudah-mudahan ketularan, jadi kita kasih nama Sedah Mirah," terang menantu presiden Jokowi dan Ibu Iriana itu.
Baca juga: Jan Ethes Ulang Tahun, Netizen Banyak yang Ingat