KONI: Peran Media Penting Untuk Perkembangan Cabor

Ketua KONI Provinsi Jawa Tengah Subroto mengatakan peran media, baik cetak maupun elektronik sangat penting untuk perkembangan cabang olahraga.

Solo, (Tagar 24/12/2017) - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Tengah Subroto mengatakan peran media baik cetak maupun elektronik sangat penting karena dapat melihat langsung bagaimana mengevaluasi perkembangan cabang-cabang olahraga.

"Kami sadari bersama, olahraga tanpa media ibaratnya masak tidak ada garam, sehingga rasanya hambar," kata Subroto saat membuka Workshop "Peran Media Dalam Perkembangan Olahraga Menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018 Solo, di Loji Gandrung Solo, Sabtu.

Menurut Subroto seseorang yang mempunyai prestasi yang tinggi dalam bidang olahraga, tetapi jika tidak disosialisasikan melalui media massa juga tidak bermakna secara kualitas.

Pihaknya apresiasi kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta dan KONI yang telah mengadakan workshop berkaitan dengan pentingnya olahraga melalui media.

Oleh Karena itu, pihaknya berharap media harus selalu bersama-sama dengan jajaran olahraga berkaitan bagaimana bisa menginformasikan tentang proses pembinaan dan peningkatan atlet, sehingga, pada saat informasi itu, dapat disampaikan ke koordintaor olahraga atau KONI dan disosialisasikan ke publik, sehingga dapat diolah kembali menjadi kebijakan-kebijakan untuk mencari solusi, bagaimana peningkatan dan pengembangan itu, sendiri.

"Mari kita bangun secara optimal media dan para pelaku olahraga untuk kepentingan yang lebih besar. Kami sadari bahwa media sangat diperlukan untuk menginformasikan memotivasi, mengevaluasi program-porgram pembinaan olahraga," katanya.

Subroto mengatakan KONI mencoba melalui visi misi salah satu yang menarik adalah "sport intelejent", yang lama namannya analisis tanpa kegiatan intelejensi tentunya hasilnya tidak bisa menjadi kongkrit.

Menurut dia, sport intelejensi yang biasa dilakukan oleh media dapat memberikan masukan untuk mengumpulkan data, sekaligus KONI mulai dari pusat di Jakarta hingga tingkat provinsi dan daerah untuk membuat data base, salah satunya informasi yang didapat dari media.

Hal tersebut, kata dia, merupakan bagian dari sport interlejensi, sehingga diberharapkan peran media bagian dari sport intelejen.

"Kami dari informasi media itu, dapat belajar untuk mengetahui kekuatan lawan, sehingga kemudian dapat melakukan latihan dengan beban lebih di atas calon lawannya, katanya.

Menyinggung soal KONI Jateng yang menunjuk Solo sebagai tuan rumah ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV 2018, kata dia, akan diselenggarakan pada Oktober mendatang. Hal ini, berdasarkan SK Gubernur Jawa Tengah No: 426/26 Tahun 2017 tanggal 19 Mei 2017 tentang Penyelenggaraan Porprov Jawa Tengah Tahun 2018.

Pihaknya berharap pada Januari-Februari 2018 mudah-mudahan semua sudah beres, baik soal anggaran sarana prasarana dan cabang olahraga yang akan dipertandingkan Porprov di Solo.

Menurut Ketua KONI Surakarta, Gatot Sugihartono Porprov XV 2018 akan diikuti sekitar 47 cabang olahraga dan venue tersebar di sejumlah daerah di eks Keresidenan Surakarta. Di antaranya, Solo, Klaten, Karanganyar, Boyolali, dan Sukoharjo.

Gatot mengatakan sebanyak 47 cabvang olahraga tersebut antaralain, renang, bulutangkis, anggar, atletik, aeromodeling, balap motor, balap sepeda, bola basket, catur, futsal, sepatu roda, panahan, menembak, judo, karate, gantole, tenis meja dan lain-lainnya.(ant/wwn)

Berita terkait
0
Politikus PDIP Jagokan Andika Perkasa Jadi Panglima TNI
Politisi PDIP Effendi Simbolon menjagokan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI mengantikan Hadi Tjahjanto.