UNTUK INDONESIA
Kongres Ke-36 GMKI, Corneles Galanjinjinay Gantikan Sahat Sinurat
Corneles Galanjinjinay akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum PP GMKI menggantikan Sahat Martin Philip Sinurat setelah meraih 50 suara cabang GMKI.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pembukaan Kongres ke-36 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Green Forest Hotel, Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat. (Foto: Dokumentasi GMKI)

Jakarta, (Tagar 23/9/2018) - Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) baru saja selesai menyelenggarakan Kongres ke-36 di Green Forest Hotel, Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat dengan tagline ‘68 Tahun Mengabdi Untuk Indonesia'. GMKI Cabang Jakarta menjadi tuan rumah kegiatan dua tahunan ini.

"Kongres berlangsung sejak tanggal 12-19 September 2018 dan dibuka oleh Bapak Presiden RI Ir H Joko Widodo. Sejak tanggal 20 sampai 22 September, para peserta Kongres mulai kembali ke daerahnya masing-masing," ujar Sahat Martin Philip Sinurat, Ketua Umum demisioner dalam pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu (22/9/2018).

Disebutkan, GMKI mengundang beberapa pembicara untuk menyampaikan pemikiran terkait beberapa isu, antara lain KH Ma'ruf Amin, Sandiaga Uno, Ketua DPD RI Oesman Sapta, Firman Jaya Daeli (mantan Anggota Komisi Politik Dan Hukum DPR-RI), Febry Tetelepta (Tenaga Ahli Kedeputian I KSP), Johny Nelson Simanjuntak (mantan Komisioner Komnas HAM), Sigit Triyono (Sekum LAI), dan Ang Wie Hay (praktisi IT dan Teologi dari Singapura).
Sahat menyampaikan, pada kongres ini hadir 91 cabang definitif dan empat calon cabang dari total 95 cabang dan 10 calon cabang GMKI.

JokowiPresiden Joko Widodo (Jokowi) saat pembukaan Kongres ke-36 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Green Forest Hotel, Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat. (Foto: Dokumentasi GMKI)

"Beberapa agenda pembahasan di kongres antara lain study meeting, laporan pertanggungjawaban pengurus, serta perencanaan program dan struktur kepengurusan selanjutnya. Kemudian dilanjutkan dengan pemilihan Ketum-Sekum yang baru dan penentuan tuan rumah Kongres ke-37 GMKI tahun 2020," kata Sahat yang merupakan alumni Magister Studi Pembangunan dari Institut Teknologi Bandung ini.

Corneles Galanjinjinay akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Masa Bakti 2018-2020 menggantikan Sahat Martin Philip Sinurat. Sebelumnya, Corneles menjabat Ketua Bidang Organisasi Masa Bakti 2016-2018.

Corneles terpilih menjadi Ketum PP GMKI setelah meraih 50 suara cabang GMKI, disusul Sumartono (20), Alan Christian Singkali (13), dan Ruben Franky Darwin Oratmangun (3).

Sementara, pada pemilihan Sekretaris Umum PP GMKI, David Sitorus terpilih menjabat Sekretaris Umum menggantikan Alan Christian Singkali dengan perolehan suara sebanyak 69 cabang GMKI, di atas Jumady Sinaga yang meraih 16 suara.

"Kongres kali ini memiliki calon terbanyak yaitu delapan calon Ketum dan empat calon Sekum. Mereka adalah kader-kader GMKI yang militan dan berkualitas, yang terpilih adalah yang terbaik dari yang terbaik," kata Sahat.

"Kami di kepengurusan ini sedang menata sistem organisasi agar dapat menjadi wadah belajar yang menarik bagi generasi milenial di era bonus demografi ini. Saya optimis pengurus yang baru dapat melanjutkan perjuangan kami dan semakin meningkatkan pengabdian GMKI di tengah gereja, bangsa dan negara," pungkas Sahat.

Adapun saat membuka Kongres GMKI, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan agar mahasiswa menjaga persatuan dan kerukunan bangsa. "Aset terbesar bangsa ini adalah persatuan dan kerukunan," ujarnya.

Presiden mengingatkan mahasiswa sebagai generasi muda harus menjaga kondusifitas bangsa. Jangan terpecah belah karena pemilihan umum.

"Jangan sampai karena pilihan bupati, gubernur, wali kota, presiden yang setiap lima tahun kita terpecah-pecah. Rugi besar bangsa ini, sudahlah," tegasnya.

"Kalau ada pilkada, pilwakot, bupati, gubernur, lihat saja siapa paling baik, coblos. Pilpres juga, lihat siapa paling baik, coblos," imbuhnya.

Jokowi juga mengingatkan, mahasiswa perlu menjaga kemajemukan bangsa. Sebab, Indonesia memiliki banyak berbedaan seperti agama, suku, adat. "Indonesia ini berwarna, beda adat, tradisi kita. Ini jadi kekuatan kalau kita bersatu, rukun," ucapnya. []

Berita terkait
0
Tanpa Pelatih Kalezic, PSM Ditahan PSS Sleman
PSM Makassar hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan PSS Sleman di laga kandang terakhir PSM di Makassar, Minggu 15 Desember 2019.
Kabar Baik Perjanjian Dagang AS-China