Kisah Sahabat Nabi yang Iri dengan Orang Kaya karena Bersedekah

Kepada jamaah yang memiliki kecukupan harta, Zainal Arifin mengajak mereka lebih banyak menggunakan hartanya dijalan Allah.
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin saat mengisi tausiah, di Gampong Ateuk Pahlawan di Masjid Besar Pahlawan, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis, (24/5) malam. (fzi)

Banda Aceh, (Tagar 25/5/2018) - Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin, menyampaikan kisah sahabat pada masa Rasulullah SAW yang iri terhadap ibadahnya orang kaya pada waktu itu.

Katanya, sahabat-sahabat Nabi yang miskin mengutarakan kepada Nabi bahwa mereka iri terhadap ibadahnya orang kaya yang memiliki banyak kesempatan bersedeqah di jalan Allah SWT.

Zainal menyampaikan, diriwayatkan dari Abu Dzar RA, beberapa sahabat waktu itu bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, Wahai Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka. (HR. Muslim)

Kemudian Nabi menjelaskan kepada mereka bahwa ada banyak jalan untuk mendapatkan pahala sedekah, seperti menyuruh kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, tasbih, tahmid dan tahlil adalah sedeqah.

Lanjutnya, bagi saudara kita yang belum memiliki banyak harta untuk bersedekah, ikuti apa yang dianjurkan oleh Rasulullah.

"Ada banyak cara untuk bersedeqah, berkata benar saja itu sudah bersedekah. Memberikan senyum kepada orang lain juga sedekah,” kata Zainal saat mengisi tausiah, Kamis, (24/5) malam di Gampong Ateuk Pahlawan di Masjid Besar Pahlawan, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

Kepada jamaah yang memiliki kecukupan harta, Zainal Arifin mengajak mereka lebih banyak menggunakan hartanya dijalan Allah.

“Lebih banyak kita gunakan harta untuk bersedekah lebih baik. Apalagi di bulan Ramadhan. Kita juga bisa menggunakannya menyantuni anak yatim. Jelang hari raya nanti misalnya, jangan sampai ada anak yatim yang merayakan lebaran dengan air mata,” ajaknya.

Katanya, jangan sampai kita menyesali, dimana harta yang kita kumpulkan bukan menjadi pahala tapi akan menjadi sesuatu yang diperebutkan oleh anak-anak kita nantinya.

“Maka, gunakanlah harta kita sebaik-baiknya dijalan Allah, salah-satunya dengan memperbanyak sedekah,” tutup Zainal Arifin. (fzi)


Berita terkait
0
Dugaan Penipuan Jumlah Tes Covid-19 di Jerman
Dugaan penipuan jumlah tes Covid-19 di Jerman meningkat, otoritas keseharan Jerman membahas mekanisme kontrol jumlah tes