Kenapa Indonesia Tidak Lockdown? Ini Penjelasan Menko Luhut

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan bersuara langsung mengenai kebijakan terkait penanganan Covid-19.
Sceenshoot podcast YouTube Deddy COrbuzier. (Foto: Tagar/Christina Butarbuar)

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan bersuara langsung mengenai persoalan-persoalan genting terkait penanganan Covid-19 pada Podcast Channel YouTube Deddy Corbuzier, Selasa, 6 Juli 2021.

Dalam podcast tersebut, Deddy menyebutkan, sekarang orang-orang yang terpapar Covid-19, bahkan yang meninggal akibat virus itu adalah orang terdekatnya sendiri. Menurut Deddy, postingan kasus meninggalnya orang akibat Covid-19 pun sudah semakin banyak dan seolah menjadi habit.

Luhut menganggap, masyarakat masih banyak yang tidak disiplin dan berkeras dengan pemikirannya sendiri. “Kita gak tau musuh kita ada dimana, padahal sebenarnya tidak ada yang bisa menduga, karena disetiap tempat dia ada”, ujar Luhut.

Dalam kesempatan tersebut, Luhut memberikan penjelasan terkait banyaknya komentar dan kritik kepada pemerintahan Jokowi. Menurutnya, sebagai manusia tidak sepantasnya menjahati orang, dan Luhut berpesan agar menggunakan hati nurani sebelum berbicara.


Lockdown itu gini Ded, tidak segampang itu untuk membuat kebijakan lockdown, mati semua nanti rakyat kalau kita lockdown. Sekarang kita memikirkan untuk bisa menyeimbangkan antara ekonomi dan kesehatan.


“Jangan kamu menyakiti orang. Gunakan hatimu yang terdalam sebelum kamu berbicara. Kita beruntung loh memiliki sosok Pemimpin seperti Jokowi. Pemimpin yang sederhana, jujur, kerja keras, berani dan bertanggung jawab," katanya.

Luhut menilai, meskipun Jokowi memiliki usia yang jauh lebih muda dari dirinya, Ia bangga karena Jokowi sebagai sosok presiden dalam kondisi sekarang mampu berani dan bertanggung jawab dalam mengambil kebijakan.

Setelah penjelasan dari Luhut, Deddy sependapat dengan apa yang dikatakan oleh Luhut. Lantas, Ia memberikan pertanyaan mengenai kebijakan lokcdown. “Kenapa Jakarta enggak lockdown aja Pak, beres?," tanya Deddy.

Lockdown itu gini Ded, tidak segampang itu untuk membuat kebijakan lockdown, mati semua nanti rakyat kalau kita lockdown. Sekarang kita memikirkan untuk bisa menyeimbangkan antara ekonomi dan kesehatan. Proses pengambilan keputusan itu harus melihat dari beberapa angle, tidak cukup hanya memakai satu angle. Setelah itu baru go laksanakan, ungkapnya lagi," ujar Luhut. 

Pemerintah memutuskan untuk mengambil kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (PPKM) Darurat di daerah Jawa-Bali sejak 3-20 Juli 2021. 

Kebijakan ini diambil dari adanya lonjakan kasus Covid-19 di berbagai daerah, terutama Jawa-Bali. Pemerintah juga akan memperpanjang pemberlakuan PPKM skala mikro di luar wilayah Jawa-Bali mulai 6-20 Juli 2021. []

Baca Juga: Malaysia Akan Longgarkan Lockdown di 5 Negara Bagian


(Christina Butarbutar)

Berita terkait
Lonjakan Varian Delta Dorong Bangladesh Berlakukan Lockdown
Lonjakan varian Delta di berbagai penjuru Bangladesh dorong pemerintah untuk melakukan lockdown mulai Kamis, 1 Juli 2021
Ganjar Perintahkan Lockdown Zona Merah di Jateng
Poin kesatu adalah instruksi untuk bupati walikota. Poin kedua ada 7 perintah langsung Ganjar kepada para pimpinan daerah di Jateng.
Pandemi Covid-19 Varian Delta Picu Beberapa Negara Lockdown Lagi
Virus corona varian Delta menyebabkan Australia, Selandia Baru dan Bangladesh melakukan semacam karantina wilayah atau lockdown
0
Kenapa Indonesia Tidak Lockdown? Ini Penjelasan Menko Luhut
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan bersuara langsung mengenai kebijakan terkait penanganan Covid-19.