UNTUK INDONESIA
Kemeriahan Pawai Obor Subuh Suci, Sambut Kebangkitan Yesus
Kemeriahan pawai begitu terasa. Kerlap-kerlip lampu lampion, lilin juga obor memecah keheningan pagi. Pawai dimulai sekitar pukul 04.00 dari depan GITJ Margokerto Desa Bondo.
Pawai Obor Subuh Suci. Dengan membawa lampu lampion, lilin juga obor, ribuan Jemaat GITJ Margokerto Desa Bondo meriahkan pawai obor subuh suci, Minggu (1/4). (Alf)

Jepara (Tagar 1/4/2018) - Ribuan Jemaat Gereja Indonesia Tanah Jawa (GITJ) Margokerto Desa Bondo Kecamatan Bangsri, Jepara, Jawa Tengah mengikuti pawai subuh suci, Minggu (1/4). Dengan membawa obor dan beragam bentuk lampion, anak-anak, remaja hingga orang dewasa menyanyikan lagu puji-pujian berkeliling kampung.

Kemeriahan pawai begitu terasa. Kerlap-kerlip lampu lampion, lilin juga obor memecah keheningan pagi.

Pawai dimulai sekitar pukul 04.00 dari depan GITJ Margokerto Desa Bondo menuju lapangan sepak bola desa setempat dengan jarak tempuh sekitar dua kilometer. Bagi Jemaat GITJ Margokerto, ritual pawai obor subuh suci ini merupakan tradisi yang digelar setiap tahun sejak 28 tahun lalu.

Ritual itu tetap dipertahankan sampai saat ini karena dinilai sebagai cara yang tepat untuk merayakan kebangkitan Yesus Kristus sekaligus menjaga kebersamaan sesama jemaat.

"Pawai obor subuh suci sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun, untuk merayakan kebangkitan Yesus Kristus sekaligus menjaga kebarsamaan jemaat," tutur Eko Prasetyo jemaat GITJ Margokerto.

Pemberangkatan pawai Subuh Suci pimpin oleh Pdt Yohanes Triyanto Nur Wibowo. Setelah melakukan pawai, jemaat berkumpul di lapangan sepak bola desa setempat guna melakukan kebaktian dan mendengarkan khutbah subuh suci. Para jemaat juga menyanyikan lagu puji-pujian akan kebesaran Tuhan.

Pdt Yohanes Triyanto Nur Wibowo mengatakan, kebangkitan Tuhan Yesus memberikan harapan bagi orang yang percaya kepada-Nya. Sebab menurutnya, dengan kebangkitan tersebut, Yesus Kristus menyelamatkan umat-Nya.

Selain itu, Pdt Yohanes Triyanto Nur Wibowo menerangkan, pawai obor subuh suci ini dilakukan pada pagi hari karena untuk membangunkan sekaligus mengingatkan kepada umat kristen atau umat lain tentang peritiwa kebangkitan Yesus Kristus.

"Tradisi ini berlangsung pada pagi hari karena untuk mmbangunkan umat kristen maupun umat lainnya, bahwa telah datang kebangkitan Yesus Kristus. Kebangkitan Yesus menjadi harapan bagi yang percaya kepadaNya," terangnya. (alf)

Berita terkait
0
Pelatih PSM Puji Kekompakan Pemain Persita Tangerang
Pelatih PSM Makassar, Bojan Hodak tak remehkan tuan rumah Persita Tangerang di Shopee Liga 1 2020. Menurut dia Persita mampu tampil kompak.