Kemenparekraf Target 6.500 Pelaku Usaha Tersertifikasi

Kemenparekraf menargetkan 6.500 pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif tersertifikasi protokol kesehatan berbasis CHSE.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno. (Foto:Tagar/kemenparekraf)

Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif//Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menargetkan 6.500 pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif tersertifikasi protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) di tahun 2021.

Sertifikasi CHSE merupakan hal yang sangat penting bagi industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk memulihkan kepercayaan wisatawan dan menggeliatkan kembali aktivitas pariwisata. 

Pada tahun 2021, kita targetkan sebanyak 6.500 pelaku usaha yang tersertifikasi CHSE. Namun, angka ini harus kita tingkatkan lagi dengan cara kita merangkul dunia usaha untuk ikut berpartisipasi

Selain itu, untuk memberikan jaminan bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi standar dan protokol kesehatan.

"Pada tahun 2021, kita targetkan sebanyak 6.500 pelaku usaha yang tersertifikasi CHSE. Namun, angka ini harus kita tingkatkan lagi dengan cara kita merangkul dunia usaha untuk ikut berpartisipasi. Sehingga jumlahnya dapat meningkat. Karena ada 34 juta lapangan kerja yang harus kita selamatkan," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, Selasa Februari 2021.

Ia menekankan bahwa ia betul-betul ingin menyelamatkan para pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, karena ini merupakan peranan utamanya di Kemenparekraf/Baparekraf.

Menparekraf Sandiaga juga menuturkan sebagaimana disampaikan Presiden Jokowi bahwa saat ini tingkat kepatuhan masyarakat sudah di bawah 40 persen. 

"Berarti hal ini perlu ada langkah strategis yang out of the box. It’s not about go or not go atau do or not do pariwisata dan ekonomi kreatif tapi it’s about how. How nya ini adalah protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," ujar Sandiaga.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT. Saung Angklung Mang Udjo, Taufik Hidayat, mengatakan dengan adanya pandemi pihaknya melakukan berbagai macam inovasi dan Saung Angklung Mang Udjo menjadi pelaku usaha pertama di Jawa Barat yang memiliki sertifikasi CHSE.

“Konsep dari Saung Angklung Mang Udjo saat ini adalah keep the old the one create the new one, dalam arti kita masih mempertahankan nilai-nilai yang terkandung di dalam alat musik angklung, tetapi kita harus create the new one di masa pandemi ini. Karena seni budaya tradisional Sunda itu hampir tidak ada jarak antara pemain dan penonton dan kita juga banyak berinteraksi, dengan adanya pandemi kita mencoba untuk menyesuaikan dengan standar protokol kesehatan,” ujar Taufik. []

Baca juga:

Berita terkait
Kemenparekraf Target Cetak 2.200 Lulusan Pariwisata
Kemenparekraf menargetkan bisa mencetak lulusan perguruan tinggi vokasi pariwisata terus meningkat tiap tahunnya.
Menparekraf Ajak Konten Kreator Bangkitkan Sektor Parekraf
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengajak para konten kreator berinovasi menghasilkan konten kreatif agar bisa bangkit dari pandemi.
Menparekraf Ajak Pengusaha Profesional Bekerja dari Bali
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengajak para pengusaha dan kalangan profesional bekerja dari Bali untuk membantu perekonomian Pulau Bali.
0
Sejarah KUA, dari Lembaga Kepenghuluan Menjadi Kantor Urusan Agama
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, bahwa KUA menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan kesejarahan Indonesia.