Kemenag Dorong Pembangunan Pesantren Sehat dan Ramah Anak

Penerima PBSB Kemenag memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan lingkungan pesantren menjadi lebih sehat untuk tumbuh kembang anak.
Ilustrasi pesantren ramah anak. (Foto: Tagar/NU.or.id)

Jakarta - Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama (Kemenag), Waryono Abdul Ghofur, menyampaikan apresiasi atas ikhtiar mahasiswa dan alumni penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kemenag dalam memberikan kontribusi nyata untuk membangun pesantren yang sehat dan ramah anak.

"Banyak alumni PBSB yang sudah jadi tenaga medis profesional dan ekspert di bidang kesehatan, maka salah satu kontribusi selanjutnya adalah bagaimana mendorong lingkungan pesantren menjadi lebih sehat dan semakin baik untuk tumbuh kembang anak," kata Waryono melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat, 10 September 2021.

Menurut Waryono, untuk membangun pesantren yang kuat harus menyasar semua segi termasuk menciptakan lingkungan dan budaya yang mendukung perbaikan tingkat kesehatan. Oleh karena itu, setiap pedoman yang disusun hendaknya lebih berfokus pada panduan langkah preventif dibandingkan kuratif.

"Dalam mewujudkan pesantren yang kuat dengan lingkungan sehat yang lebih penting itu adalah langkah pencegahan. Dengan kata lain promosi kesehatan lebih relevan dan tepat untuk diterapkan di pesantren," ujarnya saat memberi arahan pada giat penyusunan pedoman peningkatan perilaku hidup bersih sehat pesantren yang diinisiasi Direktorat PD Pontren.



Banyak alumni PBSB yang sudah jadi tenaga medis profesional dan ekspert di bidang kesehatan, maka salah satu kontribusi selanjutnya adalah bagaimana mendorong lingkungan pesantren menjadi lebih sehat dan semakin baik untuk tumbuh kembang anak.



Waryono mengingatkan, sejak pandemi Covid-19 melanda pada Maret 2020, kemampuan pesantren untuk merespons secara baik setiap kesulitan dan bertahan dari kondisi yang tidak menguntungkan tersebut benar-benar sedang diuji. Faktanya, sudah ratusan kiai dan pengasuh pondok pesantren yang meninggal dunia semasa pandemi.

"Kesehatan seluruh warga dunia termasuk pesantren saat ini betul-betul diuji, ini menjadi keprihatinan kita semua. Sejauh mana tingkat resiliensi dan ketahanan dalam menghadapi pandemi adalah tanggung jawab kita semua," jelasnya.

Bagaimanapun, kata Waryono, pandemi Covid-19 ini berdampak multidimensi, baik itu dampak perubahan dari sisi spiritual, perubahan dampak sisi sosial, dampak finansial, dampak pendidikan, dampak kesehatan fisik dan mental, bahkan dampak keluarga. Sementara pondok pesantren sendiri memiliki kemampuan berbeda-beda dalam kesiapan menghadapinya.

"Pandemi banyak memberi pelajaran kepada kita untuk muhasabah. Mengukur kembali tingkat kesiapan kita seperti apa? Karenanya santri-santri PBSB yang di kesehatan harus menjelaskan secara komprehensif, memberikan pemahaman yang relevan dan kontekstual tentang pentingnya kesehatan, terlebih dalam arus informasi yang deras saat ini masyarakat memerlukan sumber informasi yang benar," ujarnya. []


Baca Juga :








Berita terkait
Panduan PTM Terbatas di Madrasah dan Pesantren
Kemenag melalui Dirjen Pendis menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Madrasah, Pesantren
Wapres Tinjau Pembelajaran Tatap Muka di Pondok Pesantren
Wapres Ma’ruf Amin, melakukan peninjauan pelaksanaan PTM di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta
Pesantren Jadi Kekuatan Baru Pengembangan Ekonomi Nasional
Wapres KH Ma’ruf Amin selalu berharap agar pesantren dapat turut serta menjadi wadah pengembangan ekonomi, khususnya ekonomi syariah
0
Kementerian ATR/BPN Gagas Inovasi Transformasi Digital
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggagas inovasi terbaru berupa program transformasi digital di Indonesia.