Kelalaian Kontraktor, Stadion Barombong Makassar Ambruk

Stadion Barombong, Makassar, Sulawesi Selatan yang disebut-sebut stadion bertaraf Internasional ambruk karena konstruksi bangunan yang tak sesuai.
Kondisi stadion Barombong saat ini.(Foto:Ist)

Makassar, (Tagar 5/12/2017) - Stadion Barombong, Makassar, Sulawesi Selatan yang disebut-sebut sebagai stadion bertaraf Internasional ambruk, Polisi yang datang ke lokasi, menduga robohnya stadion disebabkan oleh konstruksi bangunan yang tak sesuai, terutama di  segmen satu bagian tribun selatan

"Apakah konstruksi dilelang atau tidak, tim ahli akan melakukan pengkajian," ucap Juru bicara Polda Sulawesi Selatan, Komisaris Besar Dicky Sondani di sela-sela peninjauan lokasi, Selasa (5/12)

Dicky mengemukakan megaproyek ini belum diserahkan ke pemerintah provinsi karena masih dikerjakan kontraktor.  "Kita akan libatkan konstruksi ahli," ujar Dicky.

Sementara itu, Direktur Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel, Komisaris Besar Yudhiawan mengatakan, pihaknya sedang melakukan kajian seputar progres pengerjaan stadion Barombong.  Hasil kajian langsung dilaporkan ke Tipikor Bareskrim Polri. "Kalau terjadi tindak pidana korupsi kita akan proses," katanya.

Dimintai tanggapannya soal insiden stadion Barombong,  Muhlis Mallajareng, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Selatan, mengungkapkan, pihaknya terus mendorong pengawas dan kontraktor agar tetap berhati-hati. "Penyebab utama roboh karena faktor cuaca sehingga memburu target. Saat ini progresnya masih 60 persen," paparnya.

Muhlis mengaku, robohnya satu segmen tribun selatan karena kontraktor  lalai dan tidak mengecek ketika melakukan pengecoran. Muhlis menyebutkan total anggaran stadion Barombong  sebesar Rp 330 miliar. Namun,  dana yang sudah digelontorkan baru Rp 202 miliar sejak 2011-2017 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan Negara.

"Tahun ini dananya Rp 95 miliar." Stadion bertaraf internasional ini memiliki kapasitas penonton 37 ribu orang dan target selesai Maret 2018.(dbs/wwn)

Berita terkait