UNTUK INDONESIA
Jawaban Gonzales ‘Tipu-tipu’, Madura United Tunggu Tiga Hari ke Depan
Jawaban Gonzales ‘tipu-tipu’, Madura United tunggu tiga hari ke depan. Lewat tiga hari, Kurniadi menyatakan, terpaksa menyeret Gonzales dalam proses hukum serta membayar ganti rugi.
Cristian Gonzales. (Foto: Ist)

Pamekasan, (Tagar 1/6/2018) – Jawaban Cristian Gonzales atas somasi yang disampaikan manajemen klub Madura United FC dinilai merupakan “tipu-tipu” dalam kasus pindahnya pemain tersebut ke PSS Sleman.

"Tipu-tipu yang dimaksud kami, karena jawaban yang disampaikan kontradiktif dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya," kata  Kuasa Hukum Madura United FC Kurniadi di Pamekasan, Kamis (31/5) malam.
Kurniadi dalam keterangan persnya menjelaskan, Gonzales melalui kuasa hukumnya beberapa waktu lalu menyampaikan jawaban atas surat somasi yang disampaikan manajemen Madura United sebelumnya.

Gonzales dalam jawabannya mengakui bahwa yang bersangkutan tidak ikut latihan pada tanggal 14 April 2018 oleh karena dia hadir di acara peluncuran PSS Sleman sebagai bintang tamu.

Pengakuan tersebut seolah menunjukkan bahwa Gonzales merupakan pemain bintang yang penting, di mana kehadirannya dibutuhkan oleh manajemen dan para pemain PSS Sleman. Padahal di satu sisi Madura United sedang latihan keras untuk mempersiapkan kompetisi Liga 1 Indonesia 2018.

"Lagi pula tidak masuk akal kalau kehadirannya pada 'launching' tersebut hanya sebagai tamu. Oleh karena itu, apabila dihubungkan dengan pilihan sikapnya, yakni dua hari kemudian yaitu pada tanggal 15 April 2018 yang bersangkutan menjadi anggota PSS Sleman, maka, perbuatan Gonzales tidak dapat diartikan lain, kecuali telah membangun komunikasi bisnis dengan PSS Sleman, sehubungan dengan profesionalitasnya sebagai pemain sepak bola profesional," kata Kurniadi.

Dengan demikian, sambung pria asal Sumenep ini, sikap Gonzales itu bertentangan dengan etika atlet sepak bola yang berlaku selama ini, dan secara khusus telah melanggar perjanjian kontrak.

Selanjutnya, menurut Kurniadi, yang paling melukai Madura United dan keluarga besar Madura adalah pada peristiwa 11 April 2018. Kala itu, Gonzales telah diminta menanggapi sikapnya oleh pihak manajemen mengenai dua hal, yakni apakah yang bersangkutan mau mengundurkan diri, ataukah pelatih yang akan diberhentikan, karena yang bersangkutan beralasan tidak suka pada pelatih.

Dalam kesempatan itu, Gonzales tidak memilih salah satu dari kedua opsi dan menyatakan tetap memilih menjadi pemain Madura United, serta sanggup untuk aktif di klub sepak bola itu.

"Tapi, kenyataannya beda. Pada malam harinya ia berjanji, dan pada pagi harinya sudah khianati, di mana keesokkan harinya yakni pada tanggal 12 April 2018 Gonzales tidak mengikuti latihan, bahkan berturut-turut hingga tanggal 14 April 2018," ujarnya.

Belakangan, pada tanggal 14 April 2018, Gonzales berada di acara peluncuran klub sepak bola PSS Sleman, dengan dalih sebagai bintang tamu.

"Berdasarkan hal tersebut di atas, maka sangat tidak benar dan tidak masuk akal apa yang dinyatakan Gonzales bahwa pihaknya tidak mengetahui kalau ada latihan, sebagaimana dinyatakan dalam surat jawabnya tertanggal 18 Mei 2018 kemarin itu," ujar Kurniadi menjelaskan.

Oleh karenanya, sambung dia, pihaknya masih memberi kesempatan kepada Gonzales untuk memenuhi tuntutan Madura United dengan suka rela.

"Kami tunggu hingga tiga hari ke depan," kata Kurniadi.

Bilamana Gonzales tidak melaksanakannya dalam batas waktu tersebut, Kurniadi menyatakan, pihaknya terpaksa menyeret Gonzales dalam proses hukum, serta membayar ganti rugi.

Selain itu, manajemen Madura United FC akan melaporkan tindakannya itu ke federasi untuk diproses dalam pelanggaran disiplin, dengan ancaman sanksi, pertama, berupa skorsing, yakni yang bersangkutan akan dihukum tidak boleh bermain bola pada semua kegiatan pertandingan di manapun, dan pada semua tingkat dan jenis pertandingan dalam batas waktu tertentu.

Kedua, sanksi denda, yakni kewajiban membayar sejumlah uang dengan besaran tertentu.

"Kesemuanya sanksi-sanksi ini, baik sanksi 1 dan 2, nantinya akan diperhitungkan oleh pemeriksa perkara sesuai dengan bobot kesalahan Gonzales," kata dia, menjelaskan.

Kasus antara manajemen Madura United dengan mantan pemain Arema FC berawal, saat manajemen Gonzales melaporkan dugaan perbuatan tidak menyenangkan kepada Mabes Polri, gara-gara manajemen Madura merilis tentang sikap tidak profesional Gonzales di klub sepak bola.

Gonzales selanjutnya pindah tanpa pamit ke PSS Sleman. Namun berkat hubungan baik antara manajemen PSS Sleman dengan Madura United, Gonzales bisa berstatus sebagai pemain pinjaman.

Situasinya semakin ricuh, dan manajemen Madura United mencabut peminjaman Gonzales, setelah manajer Gonzales justru menyudutkan Madura United dengan melaporkan telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan ke Mabes Polri. (ant/yps)

Berita terkait
0
Bayi Otak di Luar Tempurung Kepala Lahir di Madina
Seorang bayi lahir dengan otak berada di luar tempurung kepala di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.