Jakarta, (Tagar 4/2/2019) -  Cuaca dingin sangat ekstrem melanda satu per tiga wilayah Amerika Serikat. Cuaca ekstrem yang dikenal dengan Polar Vortex itu telah merenggut lebih dari dua puluh nyawa di delapan negara bagian negara berjulukan Paman Sam tersebut.

Sementara korban lainnya mengalami luka-luka, di antaranya jari membeku, tulang retak, terkena serangan jantung, dan keracunan karbon monoksida. Akibat fenomena ini, cuaca di Chicago mencapai minus 28 derajat celsius.  Bahkan sebagian wilayah di Ontario ada yang mencapai minus 54 derajat celsius.