UNTUK INDONESIA
Ilmuwan Tangkap Penampakan Jelas Permukaan Matahari
Foto matahari dengan resolusi terbaik berhasil diabadikan para ilmuwan dengan menggunakan teleskop surya 4 meter Daniel K.
Penampakan permukaan matahari yang berhasil diabadikan NASA dan para ilmuwan. (Foto: AURA/NASA/NSO)

Jakarta - Foto matahari dengan resolusi terbaik berhasil diabadikan para ilmuwan dengan menggunakan teleskop surya 4 meter Daniel K. Inouye. Terlihat fitur sekecil 18 mil (30 km), yakni bentuk sebenarnya dari permukaan matahari yang sebelumnya belum pernah diabadikan.

Bintik-bintik cerah ini mungkin merupakan inti mengapa korona matahari lebih dari satu juta derajat.

Seperti diberitakan ExtremeTech, Selasa, 4 Februari 2020, gambar permukaan matahari yang terlihat, sebelumnya ditangkap oleh Solar Dynamics Observatory (SDO) NASA, dalam orbit geosinkron di atas Bumi. 

Gambar tersebut menampilkan sejumlah detail matahari, namun kehilangan banyak bagian, karena ditembak dari jarak 93 juta mil. SDO yang berada di orbit dan biasanya memungkinkan menampilkan hasil lebih baik daripada teleskop darat.

Teleskop Surya Inouye yang berada di Hawaii, Amerika Serikat mampu menampilkan gambar yang lebih rinci ketimbang menggunakan SDO. Pasalnya, memiliki optik adaptif, lokasi dan ukuran tipis dengan jarak empat meter. 

Teleskop Surya Inouye diharapkan dapat bekerja sama dengan NASA Parker Solar Probe, saat ini sudah berada di orbit dan ESA/NASA Solar Orbiter yang sedang bersiap untuk diluncurkan.

Dalam deskripsi NASA/AURA/NSO, dijelaskan struktur yang berhasil tertangkap kamera itu seperti sel seukuran kota Texas, yang memiliki ciri khas gerakan yang mengangkut panas dari bagian dalam matahari menuju permukaan. 

Material panas matahari (plasma) naik di pusat terangnya, lalu mendingin dan kemudian tenggelam di bawah permukaan matahari, dalam jalur gelapnya. Proses ini biasa dikenal sebagai konveksi.

"Di jalur gelap ini kita juga bisa melihat penanda medan magnet yang mungil dan terang. Belum pernah terlihat kejernihan ini, bintik-bintik cerah yang diperkirakan menyalurkan energi ke lapisan luar atmosfer matahari yang disebut corona. Bintik-bintik cerah ini mungkin merupakan inti mengapa korona matahari lebih dari satu juta derajat," tulis NASA/AURA/NSO.

Gambar yang ditangkap dari teleskop surya 4 meter Daniel K. Inouye telah melalui proses menghilangkan noise, sehingga bentuk dan struktur plasma di matahari. Sementara untuk set data lengkap masih menjalani analisis ilmiah.

Jika melihat dari struktur skala halus matahari, terlihat seperti bola gas yang terbakar. Matahari berevolusi selama umurnya sendiri, dan mungkin memiliki implikasi untuk menciptakan pembangkit listrik fusi berkelanjutan di Bumi.

Selain itu, pemahaman yang lebih baik tentang dinamika matahari memungkinkan memprediksi ejeksi massa koronal di masa depan. Hal yang sangat penting, mengingat risiko yang dapat ditimbulkan. []

Berita terkait
Apple Kembangkan Teknologi Satelit untuk Kirim Data
Apple dikabarkan tengah mengembangkan teknologi satelit untuk mengirimkan data perangkat pengguna.
Asia Pasifik Masih Gunakan Teknologi 4G Hingga 2020
Teknologi 4G masih mendominasi kawasan Asia Pasifik hingga 2020 meski jaringan terbaru 5G sudah mulai digunakan beberapa negara.
Motor Suzuki Hayabusa Hadir dengan Teknologi Baru
Motor sport Suzuki Hayabusa berencana akan hadir kembali dengan teknologi baru pada 2021.
0
Jokowi Bebaskan Pajak Industri di Indonesia Timur
Pemerintah akan memberikan fasilitas pembebasan pajak penghasilan dan keringanan pajak penghasilan keapda industri di Indonesia Timur.