UNTUK INDONESIA
HUT ke-74 RI, Kibarkan Merah Putih di Tengah Laut
Peringatan HUT ke-74 Republik Indonesia dengan mengibarkan Bendera Merah Putih di tengah laut di Gunungkidul, Yogyakarta.
Peringatan HUT ke-74 Republik Indonesia diiringi pengibaran Bendera Merah Putih di tengah laut di Gunungkidul, Yogyakarta. Upacara di tepi laut ini juga untuk menggali potensi wisata laut Yogyakarta. (Foto: Tagar/Hidayat)

Gunungkidul - Memperingati HUT ke-74 RI di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), digelar upacara dengan cara unik. Upacara diwarnai dengan pengibaran Bendera Merah Putih di tengah laut berjarak 150 meter dari Pantai Baron.

Upacara memperingati Kemerdekaan RI di tepi laut memang terkesan unik. Bahkan momen pengibaran bendera di tengah laut membuat upacara menjadi agak berbeda.   

Koordinator Search and Rescue (SAR) Satlinmas Wilayah II Kabupaten Gunungkidul, Marjono mengatakan, pengibaran bendera di tengah laut ini melibatkan sekitar 150 orang baik dari anggota SAR maupun relawan. Pengibaran dilakukan tiga petugas di antara 150 orang tersebut. Sedangkan yang lain mendampingi mereka.

Potensi wisata laut di Yogyakarta termasuk tinggi. Masyarakat, relawan dan petugas SAR berenang ke tengah laut, membuktikan bahwa wisata pantai aman. Jadi laut bukan untuk ditakuti tapi ini potensi yang bisa kita gali 

"Ini merupakan upacara yang ke-7 dengan konsep pengibaran bendera di tengah laut," kata Marjono

Proses pengibaran bendera ini berlangsung cukup lancar. Ketinggian ombak di bawah 5 kaki, tak menyulitkan para petugas pengibar bendera dalam menerjang ombak. 

"Tidak ada kendala dalam pengibaran Sang Merah Putih. Sebelumnya, kami sudah memberikan briefing kepada mereka yang ingin ikut mengibarkan bendera," ujar dia menambahkan.

Menurut Marjono pengibaran Merah Putih di tengah laut bukan untuk mencari sensasi. Konsep upacara seperti ini ditujukan sebagai upaya promosi wisata

"Kami ingin menunjukkan bahwa berkunjung ke pantai itu aman. Kami berharap bisa meningkatkan wisatawan," kata Marjono lagi.

Iswanto, 40, salah seorang petugas pengibar bendera sekaligus anggota SAR Baron mengatakan, tak ada kendala baginya untuk berenang ke tengah laut. Ia mengaku rasa nasionalisme semakin tumbuh setelah sukses mengibarkan bendera. 

"Saya sudah tujuh kali melakukannya. Saat ini air laut landai dan gelombang tenang. Tentu saya bangga. Nasionalisme seperti makin tumbuh saat menyaksikan Merah Putih berkibar di tengah laut," kata Iswanto

Upacara di tepi laut tidak hanya diikuti anggota SAR maupun relawan. Masyarakat dan anak-anak sekolah juga mengikuti upacara yang berlangsung tenang meski diselingi suara debur ombak.

Inspektur Upacara sekaligus Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad mengatakan, selain merayakan kemerdekaan, peringatan HUT RI ini ditujukan menggali potensi yang ada di laut Yogyakarta, terutama dari sisi pariwisata.

"Potensi wisata laut di Yogyakarta termasuk tinggi. Masyarakat, relawan dan petugas SAR berenang ke tengah laut, membuktikan bahwa wisata pantai aman. Jadi laut bukan untuk ditakuti tapi ini potensi yang bisa kita gali," ucap Noviar. []

Berita terkait
Upacara HUT RI, Nama 'Agus' Satukan Perbedaan
HUT ke-74 Republik Indonesia diperingati komunitas khusus bernama Agus di Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama, Yogyakarta, Sabtu 17 Agustus 2019.
Upacara Bendera di Ketinggian Pencakar Langit Semarang
Upacara bendera di salah satu hotel di kota Semarang tak lazim, dimana upacara bendera dilaksanakan di lantai 30 Star Hotel.
Cinta Indonesia, Tunanetra di Solo Upacara HUT ke-74 RI
Tidak ada halangan bagi tunanetra, untuk menggelar upacara bendera 17 Agustus sebagai wujud kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
0
Foto: Mahasiswa Desak Masuk, Gerbang DPR Nyaris Rubuh
Mahasiswa secara bersama-sama mengoyanglan pagar yang berada di sebesebelah kanan gerbang pintu masuk.