UNTUK INDONESIA
Herry Iman Pierngadi, Sang Pelatih Bertangan Dingin
Ada Herry Iman Pierngadi di balekang Marcus-Kevin dan Fajar-Rian. Herry sang pelatih bertangan dingin.
Herry Iman Pierngadi, Sang Pelatih Bertangan Dingin | Pelatih tim bulu tangkis Indonesia Herry Iman Pierngadi (tengah) memberikan pengarahan kepada pebulu tangkis Marcus Fernaldi Gideon (kiri) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan) di tengah berlangsungnya pertandingan babak perempat final grup beregu putra Asian Games 2018, di Istora Senayan, Jakarta, Senin (20/8/2018). (Foto: Antara/INASGOG/Hadi Abdullah)

Jakarta, (Tagar 29/8/2018) - Ada Herry Iman Pierngadi di belakang ganda putra Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto, dan Marcus Fernaldi Gideon-Kevin Sanjaya Sukamuljo. Ketika dua pasang anak asuhnya itu harus bertarung di All Indonesian Final, Herry duduk di tribun penonton. 

Herry disebut sebagai pelatih bertangan dingin oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Sang pelatih ganda putra bulu tangkis Indonesia ini menyampaikan terima kasih kepada dua pasang anak asuhnya yang telah mempersembahkan medali emas (Marcus-Kevin), dan perak (Fajar-Rian) untuk Indonesia.

All Indonesian Final terjadi di nomor ganda putra, mempertemukan ganda Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto dengan Marcus Fernaldi Gideon-Kevin Sanjaya Sukamuljo di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8), dimenangi oleh Marcus-Kevin atau populer dengan julukan Minions.

All Indonesian Final ganda putra di Asian Games 2018 ini mengulang sejarah 44 tahun silam, yakni ketika Asian Games  berlangsung di Teheran, Iran pada 1974.

Koh Herry, demikian ia akrab disapa belum lama merayakan ulang tahunnya pada 21 Agustus, atau sepekan lalu.

"Terima kasih kado emas dan peraknya Kevin... Gideon... Fajar... Rian...," tulis Herry dalam unggahan di akun Instagram-nya.

Saat dua pasang anak asuhnya bertarung, Herry lebih memilih menonton mereka dari bangku tribun penonton sambil memegang segelas kopi. 

Sebelum anak-anak asuhnya itu bertanding, ia juga mem-posting bahwa All Indonesia Final dipersembahkan kepada masyarakat Lombok, NTB yang terkena gempa.

"Terima kasih atas dukungannya, suporter Indonesia. Saya bangga pada kalian. All Indonesian Final ganda putra Asian Games 2018 saya persembahkan untuk masyarakat Lombok yang terkena gempa," tulis pelatih Herry.

Lalu apa kata anak-anak asuh Herry pada hari bersejarah itu? 

Herry Iman PierngadiPelatih ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi (tengah) mengompres pebulu tangkis ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon (kanan) dan Kevin Sanjaya (kiri) disela pertandingan melawan pebulu tangkis ganda putra Jepang Takeshi Kamura dan Keigo Sonoda, pada babak semifinal beregu putra Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (21/8/2018). (Foto: Antara/INASGOC/Puspa Perwitasari)

Pelajaran

Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto mengatakan memperoleh banyak pelajaran berharga dari duel mereka melawan Marcus Fernaldi Gideon-Kevin Sanjaya Sukamuljo di final bulu tangkis Asian Games 2018.

Pada babak final yang digelar di Istora Senayan, Selasa, Fajar/Rian yang memiliki peringkat sembilan dunia harus mengakui keunggulan rekan senegaranya Marcus-Kevin dalam pertandingan tiga gim 21-13, 18-21, 22-24 dalam waktu 51 menit.

"Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari pertandingan ini, yaitu bagaimana Marcus-Kevin bisa keluar dari tekanan saat sudah tertinggal dalam pengumpulan poin," kata Fajar dilansir Antara.

Menurut pemain kelahiran Bandung 23 tahun lalu itu, Marcus-Kevin memiliki kelebihan pada fighting spirit sehingga tidak mudah menyerah meskipun tertinggal cukup jauh dalam pengumpulan poin.

"Itu yang harus bisa kami tiru ke depannya," kata Fajar.

Hal senada disampaikan Rian yang menyebut bahwa Minions memiliki mental juara yang tidak perlu diragukan lagi karena tidak pernah menyerah meski pengumpulan poin sudah tertinggal.

"Dalam kedudukan poin berapa pun, mereka tetap memberikan penampilan terbaik, selalu berusaha untuk bermain dengan maksimal," kata Rian.

Pertandingan All Indonesian Final di nomor ganda putra bulu tangkis Asian Games 2018 tersebut berlangsung menarik dan seakan mampu menyihir seluruh suporter yang memadati Istora Senayan untuk duduk di bangku dan fokus memperhatikan duel di tengah lapangan.

Sesekali, penonton pun bersorak apabila terjadi reli panjang yang menampilkan kepiawaian kedua ganda dalam mengolah dan menempatkan bola untuk memperoleh poin.

Pertandingan yang cukup menegangkan terjadi pada gim penentuan. Marcus-Kevin yang kini menempati peringkat satu dunia sempat unggul 8-3, namun Fajar-Rian mampu membalik keadaan menjadi unggul 16-12.

Sampai kemudian, Minions yang baru saja mempertahankan gelar All England untuk kedua kalinya secara berturut-turut tahun ini bisa menyamakan kedudukan menjadi 19-19.

Fajar-Rian yang memperoleh kesempatan pertama untuk memenangi pertandingan saat match point 20-19, gagal menyelesaikan kesempatan tersebut sehingga dimanfaatkan oleh lawannya untuk membalik kedudukan sehingga unggul 21-20.

Herry Imam PierngadiPebulu tangkis ganda putra Indonesia Marcus F Gideon (kiri), Kevin Sanjaya (tengah) dan pelatih Herry Imam Pierngadi meninggalkan lapangan usai bertanding melawan pebulu tangkis Malaysia Tan Wee Kiong dan Goh V Shem, pada babak perempat final Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (26/8/2018). (Foto: Antara/INASGOC/Puspa Perwitasari)

Berikutnya Marcus-Kevin juga gagal menyelesaikan pertandingan, dan perolehan poin kembali ketat hingga 22-22. Marcus-Kevin memperoleh match point ketiganya setelah reli panjang yang langsung disambut dengan standing ovation dari seluruh suporter di Istora sebelum membukukan kemenangan pada kesempatan berikutnya.

Atas hasil tersebut, Fajar-Rian sama sekali belum pernah memperoleh kemenangan dari dua pertemuannya dengan Minions.

Harus puas dengan medali perak, Fajar dan Rian mengatakan tetap bersyukur karena sudah berusaha semaksimal mungkin memberikan perlawanan terbaik.

"Hanya saja, memang belum rezekinya untuk meraih emas," kata Fajar.

Fajar mengatakan, ia dan Rian sempat merasa tegang saat harus berhadapan dengan Marcus-Kevin di babak final, apalagi pada pertemuan sebelumnya mereka kalah dengan angka cukup telak.

"Kami bersyukur bisa melangkah ke final. Ke depan, harus bisa bermain lebih tenang dan percaya diri," katanya.

Keberuntungan

Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon-Kevin Sanjaya Sukamuljo mengatakan keberhasilan mereka mempersembahkan emas kedua dari bulu tangkis pada Asian Games 2018 dipengaruhi oleh faktor keberuntungan.

"Pada gim ketiga babak final, kami sempat tertinggal cukup jauh. Sempat merasa hopeless. Tetapi, kami memperoleh keberuntungan pada poin-poin terakhir," kata Marcus. 

Pada babak final ganda putra bulu tangkis, Minions harus berjuang selama 51 menit sebelum menghentikan perlawanan dari rekan senegaranya Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dalam tiga gim 13-21, 21-18, 24-22.

Pada gim pertama, Minions justru terlihat tidak bisa mengembangkan permainan, bahkan tidak pernah unggul sekalipun dalam pengumpulan poin sejak awal hingga akhir pertandingan.

Kondisi hampir serupa terjadi di awal gim kedua, namun berkat segudang pengalaman bermain yang dimiliki, Minions mampu menyamakan kedudukan 9-9 dan memperoleh momentum untuk membalik keadaan saat unggul 10-9.

Sejak saat itu, Fajar-Rian justru tidak mampu bangkit dari tekanan dan terus tertinggal dalam pengumpulan poin sehingga gim penentuan pun terpaksa dipertandingkan.

Pada gim ketiga, Minions sudah mampu unggul hingga 8-3. Namun, kegigihan Fajar/Rian yang kini berada di peringkat sembilan dunia mampu menyamakan kedudukan hingga 8-8, bahkan sempat unggul hingga 16-12.

"Saat kedudukan tertinggal itu, kami seperti mendapat mukjizat untuk memperoleh poin menjelang akhir pertandingan. Padahal, Fajar dan Rian bermain sangat luar biasa. Mereka bermain jauh di luar perkiraan kami," kata Kevin. []

Berita terkait
0
Data Bansos Dampak Covid-19 Kemensos di Bantul Kacau
Lurah di Bantul, Yogyakarta, dipusingkan data penerima bansos dampak Covid-19 dari Kemensos.