Hari Raya Imlek, Menko PMK: Manfaatkan Libur dengan Bijak

Muhadjir Effendy imbau umat Konghuchu untuk dapat merayakan Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili secara sederhana dan bijak.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Kamis, 4 Februari 2021. (Foto: Tagar/Dok. Kemenko PMK)

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta kepada masyarakat khususnya umat Konghuchu untuk dapat merayakan Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili pada 12 Februari 2021 secara lebih sederhana dan bijak guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Karena Hari Raya Imlek juga merupakan hari libur nasional, saya mohon semuanya bisa memanfaatkan hari libur ini dengan bijak dan tetap mematuhi apa yang sudah dipesankan oleh Bapak Menteri Agama maupun Bapak Menteri Kesehatan,” ucapnya dalam konferensi pers di Istana Negara pada Kamis, 4 Februari 2021.

Perlu diketahui, kasus Covid-19 di Indonesia sendiri masih terus alami peningkatan setiap harinya, menurut data Satgas Penanganan Covid-19, pada Rabu 3 Februari, setidaknya terdapat 1.111.671 orang yang terpapar, 175,236 orang masih dirawat, 905.665 orang sembuh, dan 30.770 orang meninggal dunia.

Adanya peningkatan angka kasus positif ini diperkirakan memiliki hubungan erat dengan libur panjang akhir tahun 2020 lalu. Seperti data Satgas Penanganan Covid-19 yang juga menunjukkan bahwa selalu terjadi tren kenaikan kasus positif yang terjadi setiap periode liburan.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, sebelumnya Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan pemerintah pada prinsipnya mengartikan adanya perayaan Tahun Baru Imlek bukan hanya sekedar merayakan pergantian tahun melainkan merupakan Hari Raya Keagamaan yang seharusnya dirayakan sebagai ungkapan rasa syukur.

“Kita tentu sering menyaksikan bagaimana setiap perayaan Imlek selalu ada kegembiraan. Ada barongsai, ada bagi-bagi angpao. Namun karena sekarang situasinya berbeda, Indonesia dan dunia sedang mengalami pandemi Covid-19, saya kira umat Konghuchu juga harus lebih mawas diri bahwa perayaan Imlek itu dapat dirayakan dengan perayaan yang sederhana,” katanya.

Menag Yaqut mengatakan tak hanya membagikan angkapo dan menyajikan atraksi barongsai secara meriah, perayaan Tahun Baru Imlek biasanya juga diikuti dengan kegiatan silaturahmi tapi guna saling menjaga di masa pandemi Covid-19 ini dirinya mengimbau silaturahmi dapat dilakukan secara virtual tanpa mengurangi makna dari perayaan tersebut.

Dirinya pun meningimbau kepada umat Konghuchu yang merayakan imlek untuk berdoa untuk bangsa Indonesia dan umat manusia untuk segera terlepas dari pandemi Covid-19.

“Mari kita kembalikan ajaran-ajaran Tian (Tuhan) bahwa agama ini diturunkan untuk memuliakan sesama manusia, untuk melindungi sesama manusia.” Ucapnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada kesempatan tersebut juga mengatakan bahwa makna dari perayaan Tahun Baru Imlek pun sebagai harapan baru dan keberuntungan baru. Maka dari itu tanpa mengurangi makna tersebut dirinya mengimbau kepada umat Konghuchu untuk merayakan Imlek dengan cara baru.

“Caranya kita bisa melakukannya dengan keluarga kita di rumah atau dengan cara-cara digital. Kita bisa mengirimkan angpao dengan cara digital, bagus juga kalau kita kirimkannya melalui transfer atau kalau tetap mau mengirimkan amplop merahnya bisa dikirim melalui aplikasi ojek online sekaligus untuk menyejahterakan saudara-saudara kita,” ucap Budi Gunadi Sadikin. []

Berita terkait
Menko PMK Apresiasi BNPB dalam Penanganan Gempa Sulbar
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengapresiasi BNPB dalam penanganan gempa M6,2 di Sulawesi Barat.
Covid-19 Tembus 1 Juta, Menko PMK: Perlu Langkah Khusus
Dengan tembus 1 juta kasus Covid-19 di Indonesia, Muhadjir Effendy menilai hal tersebut merupakan tanda perlunya penanganan khusus.
IKA ITS Kumpulkan Donasi Gawai, Menko PMK Salurkan Simbolis
Adanya kendala guru dan murid melakukan PJJ, IKA ITS kumpulkan donasi gawai yang disalurkan secara simbolis oleh Menko PMK.
0
Mengenal Efek Samping Kebanyakan Minuman Berenergi
Mengenal efek samping minuman berenergi yang di dalamnya terdapat kafein dan lebih banyak gula serta bahan lainnya jika dikonsumsi terlalu banyak.