Bandung, (Tagar 12/1/2019) - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menekankan pentingnya akal sehat dalam berpolitik agar masa depan tidak suram dan anak muda tidak menjadi korbannya dengan sejumlah langkah yang akan partai ini perjuangkan.

"Pertama, meringankan pajak bagi kaum muda. Partai ini akan memperjuangkan penghapusan pajak penghasilan bagi para pekerja awal karier dan keluarga muda yang berpenghasilan di bawah Rp 15 juta," kata Grace Natalie saat menyampaikan pidatonya pada Festival 11 di Kota Bandung, Jumat (11/1) malam dilansir kantor berita Antara.

Dalam acara tersebut, Grace Natalie menyampaikan pidato awal tahun bertajuk "Politik Akal Sehat, Politik Kaum Muda".

Langkah lain yang ditawarkan PSI, kata Grace, ialah memperjuangkan internet gratis bagi pelajar, meningkatkan kemampuan anak muda dengan memperjuangkan anggaran beasiswa dalam bidang industri kreatif.

Selain itu, mendorong pengakuan atas profesi baru, seperti YouTuber dan Influencer, dan mendorong pembangunan satu gedung kesenian, olahraga, dan bioskop di setiap kabupaten dan kota madya.

Pada acara ini Grace juga mengatakan politik di Tanah Air saat ini dikotori oleh hoaks dan SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) yang disebabkan oleh para politikus yang menyebarkan kebohongan.

"Ada gejala politik yang sangat mengkhawatirkan. Fenomena munculnya politik yang didirikan di atas panggung kepalsuan dan kebohongan dengan narasi fitnah dan prasangka," katanya.

PSIJuru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman. (Foto: Tagar/Morteza Syariatti Albanna)

Angka Keramat 11

Siang sehari sebelumnya, bus merah dengan meme foto Presiden Joko Widodo yang menyebut kata "GASPOOLLL!" tengah terparkir di basecamp DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jakarta. 

Rencananya, Kamis malam (10/1) kendaraan tersebut akan memberangkatkan sekiranya 40 kader PSI ke Kota Kembang. Di sana, partai yang berisikan mayoritas anak muda itu akan menyelenggarakan Festival 11.

Juru Bicara PSI Andy Budiman mengatakan, Festival 11 adalah salah satu ikhtiar untuk membuat tradisi politik yang baru, yang lebih sehat di masa mendatang. "Kita ingin publik paham apa yang sebetulnya sedang diperjuangkan oleh PSI," jelasnya.

Andy menegaskan, dalam hal ini PSI tidak ingin mengulang kesalahan partai-partai lama yang berjarak dari publik dan dari masyarakat. Sehingga, membuat orang tidak tahu apa yang dikerjakan dan apa yang diinginkan oleh para politisi dari partai politik muka lama.

"Selama ini ada jarak antara partai politik dengan konstituen. Seringkali kita tidak paham apa yang sedang dikerjakan atau yang sedang dibentuk oleh sebuah partai politik. Nah, melalui Festival 11, PSI ingin membangun komunikasi baru," kata dia.

Dalam beberapa bulan terakhir tiap tanggal 11, PSI acap kali melancarkan gagasan-gagasan yang progresif.

Pada 11 November di Jakarta, Ketua Umum PSI Grace Natalie menyampaikan sikap politik dan agenda partainya, terkait penolakan terhadap Perda berbasis agama yang bersifat diskriminatif.

"Misi PSI di DPR tidak mendukung Perda Syariah dan Injil," tegas Grace dalam pidatonya di Jakarta (11/11/2018).

Lalu, dalam kunjungan PSI di Surabaya pada 11 Desember 2018, Grace Natalie berbicara tentang perempuan dan dengan tegas ia menolak adanya praktik poligami. Hal di mana Grace ucap, sontak menjadi pro kontra publik terkait gagasan yang dia layangkan di Festival 11 Jawa Timur Expo Internasional, Surabaya, tahun 2018 kemarin.

Andy Budiman menuturkan setiap tanggal 11, PSI akan menyelenggarakan Festival 11. Selain karena faktor kebetulan lantaran sama dengan nomor urut partai. Tanggal itu dinilai tepat untuk menyampaikan agenda tawaran program kerja, serta isu persoalan-persoalan yang akan digaungkan oleh PSI ke publik.

Festival 11 yang berlangsung Jumat (11/1) di Bandung dijanjikan Jubir PSI akan melahirkan kembali kejutan bagi publik.

"Nah, di Bandung kami akan menyampaikan lagi isu yang juga tidak kalah pentingnya. Mungkin nanti ini akan menjadi kontroversi yang cukup besar. Gak usah saya bicarakan ya temanya, nanti gak seru," pungkasnya. []