UNTUK INDONESIA
Gara-gara Minum Anggur yang Tercemar, 11 Orang Meninggal Dunia
Semua korban memiliki gejala yang sama seperti sakit perut, muntah, sakit tenggorokan, kelelahan, pusing dan sesak nafas.
Ilustrasi (Ist)

Phnom Penh, Kamboja, (Tagar 7/5/2018) - Sebelas warga desa meninggal dan 138 orang lagi dirawat di rumah sakit di Provinsi Kratie, Kamboja Timur, setelah mereka minum anggur dan air juga tercemar, kata Kementerian Kesehatan di dalam satu pernyataan, Senin (7/5) waktu setempat.

Peristiwa itu terjadi di Desa Sre Non dan Aloch di Masyarakat Kantuot, Kabupaten Chitborey, pekan lalu, setelah warga desa melaporkan mereka minum anggur beras dan air yang dikumpulkan dari satu saluran air, kata pernyataan tersebut.

Ditambahkannya, semua korban memiliki gejala yang sama seperti sakit perut, muntah, sakit tenggorokan, kelelahan, pusing dan sesak nafas.

Saat ini, 134 korban telah menerima perawatan medis di Rumah Sakit Provinsi Kratie dan kebanyakan telah pulih, kata Xinhua Senin siang. Sementara itu, sisa empat korban, yang berada dalam kondisi parah, telah dirawat di Rumah Sakit Calmette di Ibu Kota Kamboja, Phnom Penh, katanya.

Semua korban berusia antara 24 dan 73 tahun.


Menurut pernyataan tersebut, para pejabat kesehatan pada Ahad mengambil sampel anggur beras yang dibuat oleh warga dan air yang diduga tercemar di kedua desa itu untuk diteliti. Mereka mendapati bahwa anggur beras tersebut "memiliki kadar metanol tinggi", yang membuat orang keracunan, sementara hasil diagnosis air yang diduga tercemar belum diperoleh.

Pernyataan itu mengatakan pemerintah lokal telah menutup produksi dan penjualan anggur beras di semua desa, melarang warga desa menggunakan air yang diduga tercemar di saluran air tersebut, dan menyediakan air bersih buat warga.

"Saya ingin menyeru rakyat agar tidak minum anggur yang tak memiliki sumber jelas, atau membuat tanpa teknik yang layak, terutama anggur yang dicampur dengan metanol," kata Menteri Kesehatan Mam Bunheng di dalam pernyataan itu.

"Rakyat tak boleh mengalirkan, atau membuang air atau bahan kimia ke dalam danau, sungai, atau saluran air yang menjadi sumber air buat konsumsi kita," katanya.

Sementara itu, Komisariat Polisi Provinsi Kratie mengatakan di dalam satu laporan pada Senin bahwa ada peristiwa keracunan makanan lain di Desa Proma, Kampong Damrey di Kabupaten Chhloung pada Ahad, sehingga 44 warga desa dirawat di rumah sakit.

Laporan tersebut mengatakan semua korban jatuh sakit setelah mereka mengkonsumsi kue beras yang dijual di desa itu. Namun, kondisi mereka tidak serius, dan mereka semua telah pulih dan diperkenankan pulang dari Rumah Sakit Provinsi Kratie. (ant/rmt)

Berita terkait
0
Kelompok Penerbang Roket Rilis Lagu Dikejar Setan
Band cadas Kelompok Penerbang Roket (KPR) merilis lagu baru berjudul Dikejar Setan, tepat pada Kamis malam Jumat, 20 Februari 2020.