Jakarta, (Tagar 17/5/2018) - Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, berhasil mencapai puncak Everest, gunung tertinggi di dunia pada Kamis (17/5) pukul 05.50 waktu Kathmandu atau 07.05 Wib.

Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi pada mereka melalui akun Twitter-nya. "Indonesia berbangga atas prestasi Fransiska Dimitri dan Mathilda Dwi Lestari yang telah berhasil mengibarkan Bendera Merah Putih di puncak Gunung Everest. Dua srikandi yang telah menaklukkan 7 puncak dunia. Luar biasa."

Fransiska mempunyai nama sapaan Deedee, sedangkan Mathilda biasa disapa Hilda, keduanya sama-sama berusia 24 tahun sama-sama berstatus mahasiswi Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, Jawa Barat.

Keduanya mulai aktif mendaki gunung setelah kuliah dan bergabung dengan Mahitala, organisasi mahasiswa pencinta alam Universitas Katolik Parahyangan.

Hilda bergabung dengan Mahitala pada 2012, Deedee menyusul setahun kemudian. Selama bergabung di Mahitala, pengalaman Deedee dan Hilda mendaki gunung di antaranya ke Papandayan, Argopuro, dan Pangrango.

Melalui The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Universitas Parahyangan (Wissemu), Bandung, Deedee dan Hilda menaklukkan tujuh puncak dunia.

Hari ini Kamis (17/5) mereka membuat sejarah, tercatat sebagai mahasiswi pertama di Indonesia yang berhasil mengibarkan merah putih di puncak Everest (8848 mdpl), gunung tertinggi di dunia.

Sebelumnya mereka telah menggapai atap gunung Denali di Alaska, Amerika Serikat pada Sabtu, 1 Juli 2017 pukul 19.40 waktu setempat atau Ahad, 2 Juli pukul 22.40 WIB.

Lima puncak dunia lain yang terlebih dulu mereka daki adalah Gunung Carstensz Pyramid (4.884 mdpl) pada 13 Agustus 2014, Gunung Elbrus (5.642 mdpl) 15 Mei 2015, Gunung Kilimanjaro (5.895 mdpl) pada 24 Mei 2015, serta Gunung Aconcagua (6.962 mdpl) pada 1 Februari 2016.

Secara keseluruhan mereka telah menaklukkan tujuh puncak dunia. (af)