Makassar, (Tagar 13/10/2018) - Makassar International Eight Festival (F8) juga menyiapkan area khusus bagi para pecinta kuliner khususnya seafood. Selain kekhasan ikan dan aneka hasil laut yang disajikan, juga menyajikan sensasi khusus bagi penikmatnya.

Pengunjung bisa mendapatkan ikan segar langsung dari atas laut alias terapung. Ikan ini dipasok langsung dari nelayan yang biasanya mendrop hasil tangkapan mereka di pelelangan ikan Paotere dan Rajawali.

Area yang berada di sisi selatan Anjungan Pantai Losari atau tepatnya di lokasi CPI ini dinamai Floating Fish Market.

Setelah itu, bisa langsung dibakarkan oleh chef profesional dari puluhan restoran ternama di Makassar di antaranya RM Avong, RM Dinar, RM Bahari, dan lain sebagainya.

“Kami di sini cuma terima ikan. Ikannya dibeli di bawah (di atas laut) kami bakarkan. Jadi mereka tinggal memilih ingin dibakarkan restoran mana,” ucap Sahar selaku koordinator RM Avong di acara F8.

Jasa bakar per porsinya rata-rata dikenakan Rp25 ribu. Jika ditambah sambel, nasi dan sayurnya maka total yang dibayar hanya sekitar Rp 45ribu saja.

Saat ditanya besar keuntungan yang diperoleh selama F8 ini, Sahar mengatakan hal itu bukanlah menjadi target utama para pengusaha. “Kita di sini intinya ikut meramaikan, membantu pemerintah kota menyukseskan F8. Bisa berpartisipasi di event international ini kami sudah merasa sangat bangga,” pungkasnya.

Baca Juga: Keren, di Makassar ada Floating Zoo, Kebun Binatang Terapung

Lisa (32) warga Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar yang sempat ditemui Tagar News menyampaikan kekagumannya terhadap konsep kuliner seafood terapung ini.

"Wow keren, amazing, saya suka banget, selain ikannya segar, kita juga menikmatinya di atas kapal. Serasa habis mancing sendiri di laut karena kita bisa memilih jenis ikan apa yang mau kita makan, pokoknya keren," ujarnya takjub.

Dia berharap restoran seafood terapung ini jangan hanya ada saat pergelaran F8 saja. Harusnya nanti setelah F8 restoran ini tetap ada.

"Saya harap restorannya ada terus, jangan hanya pergelaran F8 saja. Dengan adanya restoran ini, kita punya opsi untuk memilih restoran seafood, karena di Makassar banyak restoran seafood tapi tidak sekeren di F8," ujarnya.

Floating Fish MarketFloating Fish Market menjadi incaran pengunjung F8, karena restoran ini menawarkan sisi yang berbeda, bisa menyantap ikan segar secara langsung di atas kapal. (Foto: Tagar/Rio Anthony)

Sementara itu, sebelumnya wali kota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto di hari kedua terlihat menjamu para awak media santap malam di tempat tersebut.

“Kita berdayakan semua nelayan kita. Karena ikan, cumi, atau udangnya dibeli langsung dari nelayan. Belinya di atas laut. Kita juga perkenalkan kekhasan kuliner kita, di tempat lain kalau kita makan ikan bakar, ikannya betul-betul terbakar. Di sini berbeda, semakin dibakar semakin juicy. Ikannya mengeluarkan air dan benar nikmat,” ucap Danny Pomanto.

Sebanyak 22 restoran terkenal ikut ambil bagian dalam momen ini. Selain itu, di tempat yang sama pengunjung juga disuguhi jajanan 22 pedagang Pisang Epe yang memasang gerobak berhadap-hadapan dengan tenant restoran.

Bagi penggemar coto dan sop saudara, juga ada delapan booth yang disiapkan tepatnya di sisi kanan restoran. []