UNTUK INDONESIA
Deklarasi Gerakan Nasional PLTS Sejuta Atap
Gerakan Nasional PLTS Sejuta Atap ganti sumber tenaga listrik fosil dengan tenaga surya, hemat listrik dan dialirkam ke yang belum ada listrik
Deklarasi Gerakan Nasional PLTS Sejuta Atap oleh Benyamin Davnie Wakil Wali Kota Tangsel (Foto: Tagar/Alfi Dinilhaq)

Kota Tangsel - Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap merupakan upaya nyata untuk Indonesia yang lebih baik dengan langkah mengganti penggunaan bahan bakar fosil sebagai penghasil listrik utama dengan menggunakan tenaga dari sinar matahari yakni Pemakaian Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Kebijakan pemanfaatan PLTS Atap ini tertuang dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 22 Tahun 2017. Kemudian dalam Peraturan Menteri ESDM No. 49 Tahun 2018 bahwa setiap pelanggan PLN perseorangan, badan usaha, lembaga/badan negara bisa memasang PLTS Atap sebesar 100 persen dari daya kontrak PLN.

Berdasarkan hal itu Pokja Wartawan Harian Tangerang Selatan (PWHTS) bersama Asosiasi Chief Engineering (ACE) Banten dan Solar Quest (PT Deltamas Solusindo) serta Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar seminar bertajuk 'Gerakan Nasional PLTS Sejuta Atap' di Hotel Swiss Bell, BSD, Serpong, Kota Tangsel pada Sabtu, 15 Februari 2020. Pada helatan ini juga dilakukan deklarasi 'Gerakan Nasional PLTS Sejuta Atap'.

Harris, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan, Kementerian ESDM mengatakan bahwa energi terbarukan harus dikembangkan karena melalui energi terbarukan ini bisa terus diperbarui dan bisa selalu ada selama dunia masih ada. "Energi terbarukan berbeda dengan energi fosil yang bila disedot seperti minyak dan batu bara akan habis. Kalau energi terbarukan bisa terus diperbarui dan akan terus ada," jelas Harris.

Haris melanjutkan bahwa PLTS ini akan memiliki efek yang sangat besar terhadap listrik yang bisa menghemat. "Penghematannya berapa besar? tentu ini akan tergantung dari kapasitas listrik yang kita pasang dan gunakan. Kalau yang saya rasakan yang biasanya membayar Rp 800 ribu sebulan bisa hemat hingga di bawah Rp 500 ribu sebulan," ungkap Harris.

atap2Harris Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementrian ESDM (tengah) saat seminar PLTS Sejuta Atap (Foto: Tagar/Alfi Dinilhaq).

Dikatakan Harris bahwa kondisi listrik Indonesia saat ini belum 100 persen. Masih ada wilayah pelosok yang belum menerima listrik. Dengan PLTS maka akan bisa menghemat penggunaan listrik nasional dan bisa dialirkan kepada daerah yang belum ada listrik.

"Penduduk kita masih belum ada listrik di daerah pelosok dan ada juga yang masih hidup 3 hingga 4 jam sehari, bahkan bisa tidak hidup. Kalau PLTS diterapkan penghematan listrik bisa dilakukan dan dikirim ke masyarakat yang belum ada listrik," papar Harris.

Sementara Wawan Kurniawan, Plt ACE Banten, menjelaskan dengan adanya seminar ini diharapkan dapat mewujudkan penggunaan panel surya sebagai pengganti bahan bakar fosil. "Gerakan sejuta atap panel surya merupakan upaya nyata untuk Indonesia lebih baik yaitu mengganti bahan bakar fosil dengan menggunakan sinar matahari," papar Wawan.

Lebih lanjut Wawan mengatakan bahwa pemakaian panel surya sebagai sumber listrik akan mengurangi polusi udara dan suara. Dengan begitu, ACE Banten akan siap mendukung program PLTS di Indonesia. "Listrik yang dijadikan panel surya tidak menyebabkan polusi udara dan polusi suara. Maka itu, kami ACE Banten siap mendukung program pemakaian listrik tenaga surga dalam mensukseskan gerakan nasional pemakaian listrik tenaga surya," tegas Wawan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan akan turut serta mendukung gerakan nasional PLTS di Indonesia. Menurutnya, PLTS selain hemat dalam pemakaian energi listrik juga bisa membantu penghematan pengeluaran rumah tangga.

"Saya mendukung gerakan nasional PLTS ini karena bukan dalam rangka menghemat energi saja, tapi ternyata menghemat pengeluaran rumah tangga di masing-masing rumah. Di Tangsel saja kita punya 400 ribu lebih rumah, kalau separuhnya saja memakai PLTS terjadi penghematan ekonomi yang luar biasa," pungkas Benyamin. []

Berita terkait
Pembangunan PLTSa di Sidoarjo Sudah Mendesak
Karena sampah di Jawa Timur sudah menumpuk, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Dardak menyampaikan agar pembangunan PLTSa dipercepat.
0
MUI Klarifikasi soal Konsumsi Babi Sebabkan Corona
Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyiddin Junaidi mengklarifikasi pernyataannya terkait babi sebab penyebaran COVID-19 atau virus corona.